Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Ingin memastikan hati!


__ADS_3

Episode 42 : Ingin memastikan hati!


***


Saat Rani mencoba menenangkan dirinya, ketukan pintu segera terdengar membuat konsentrasi Rani terbuyarkan.


"Nyonya Rani, saya kepala pelayan Bi Mendi, saya ijin masuk ya," seru Bi Mendi mengetuk pintu dan setelah ia meminta ijin segera memasuki kamar pribadi Gama Yu.


Bi Mendi sengaja datang memang atasa suruhan tuan nya pagi ini.


"Nyonya, ini sarapan untuk Nyonya," ucap BI Mendi sopan dengan membawakan satu meja penuh makanan yang sudah ia siapkan bersama pelayan yang lain.


"Kenapa harus dibawa ke sini Bi? Rani bisa kebawah sendiri kok makan pagi," balas Rani tersenyum ramah kepada Bi Mendi.


"Ehem ..."


Bi Mendi sedikit berdehem terlihat malu hendak mengatakan ucapannya yang selanjutnya.


"Itu, kata Tuan, Nyonya mungkin akan kesulitan berjalan selama dua hari karena ... emm ... karena itu ...." Bi Mendi dengan wajah menunduk dan sedikit senyam senyum mencoba menjelaskan kepada Rani.

__ADS_1


"Boommm!"


Seperti ada bom yang meledak di kepala Rani.


"Stop Bi, hehe, baiklah aku akan makan disini, jangan dilanjutkan ucapannya," seru Rani sudah tahu apa yang hendak dikatakan oleh Bi Mendi.


"Baik Nyonya," balas Bi Mendi menunduk hormat dan segera keluar dari dalam kamar pribadi Gama Yu.


"Si mesum itu! apa perlu dia menjelaskan kepada pelayan? tapi tunggu dulu, jadi dia sengaja menghabisi aku selama tiga jam nonstop agar aku tidak bisa berjalan dua hari? dengan begini aku tidak akan pergi kemanapun? aaaaa!"


Rani sangat syok, bagaimana rencana Gama berjalan begitu mulus dan baru ia ketahui pagi ini.


Saat Rani masih melongo dengan apa yang baru ia ketahui itu, deringan ponselnya berbunyi.


Rani mengambil ponselnya yang ada di atas meja, dan langsung terperanjat saat melihat jika Gama tengah memanggil dirinya melalui video call.


"Apa sih mau mu?" teriak Rani kesal sekali sembari menumbuk banyak berkali kali sebelum akhirnya mengangkat panggilan itu.


"SAYANG!"

__ADS_1


suara yang menekan dan wajah yang tegas itu langsung menyambut Rani.


"A ... ada apa Tuan?" sahut Rani masih berada di atas kasur dan sedang tersenyum begitu lebar untuk menutupi kekesalan nya.


"Kau telat 5 detik mengangkat panggilan ku! mulai dari sekarang jika kau telat mengangkat panggilan dari ku satu detil artinya satu jam hukuman, aku tidak suka di abaikan kau mengerti?" tegas Gama sekarang ini sudah hendak ke luar negeri, dia sudah ada di dalam mobil menuju bandara.


"Tapi ...."


Belum selesai Rani menyelesaikan ucapannya, Gama sudah menimpali.


"Tidak ada tapi tapi, kau harus langsung mengangkat panggilan dari ku setiap kali aku menghubungi mu dan ingin melihat wajah mu! dan satu lagi aku lupa mengatakan ini, kau tidak jadi dikeluarkan dari perusahaan ku, setelah kau bisa berjalan bebas kau akan mulai bekerja di perusahaan ku kembali,"


"Tenang saja aku sangat bermurah hati merekrut mu kembali, jadi tidak usah berterimakasih kasih,"


Ucap Gama membuat Rani hanya bisa mengaga dan tidak memahami bagaimana lelaki ini sangat pandai dalam ucapannya dan bisa menjebak dirinya dalam ucapannya.


"Tuan, tapi akulah yang mengundurkan diri, dan ...."


"Sayang, kau tidak mengerti ucapan ku tadi malam? jadi jangan menjawab hal yang tidak aku suka dan menurut lah! tapi jika kau suka melihat aku marah maka itu terserah mu!"

__ADS_1


Gama langsung ke intinya, dia hanya tidak ingin istrinya berada jauh dari nya, untuk memastikan apakah yang ia rasakan ini hanya sebuah kenyamanan sementara ataukah memang cinta itu nyata.


***


__ADS_2