
Episode 119 : Lelaki yang begitu rapuh.
***
Dalam satu waktu, aku ingin meratakan dunia menjadi tanah, aku merasa tidak adil, aku merasa semua orang begitu menjijikkan, tidak ada yang begitu bernilai, di padang tandus yang begitu kering, aku hanya bisa melihat diriku sendiri berdiri bagaikan kaktus yang kesepian.
Tidak ada warna dalam hidupku sebelumnya, bahkan tidak ada warna putih maupun abu-abu bahkan hitam, yang ada hanyalah kehampaan, tujuan hidupku hanyalah ingin membalaskan dendam, kemarahanku begitu meledak-ledak, menyalahkan semuanya kepada orang lain.
Tetapi hari ini aku mengetahui sesuatu, didalam hatiku yang paling dalam, ada sesuatu yang belum tersampaikan, hanya satu kata maaf yang tak pernah bisa tersaampaikan lagi benar-benar menghancurkan segala duniaku, menghancurkan warna hidupku.
Aku tak memiliki gairah, tak memiliki keinginan hidup, tak memiliki kebahagiaan dan tak memiliki arti, sampai saat semesta mempertemukan aku dengan seseorang, seseorang yang memiliki ekspresi canggung saat tersenyum, mata yang indah dan cara bicara yang lucu, dia datang ke duniaku yang tandus dan tak ada warna sama sekali.
Dia tersenyum kepadaku dan memelukku, mengatakan jika dia akan ada di sisiku, mengatakan segalanya akan baik-baik saja, dan memberikan aku rasa hangat.
Kehangatan yang telah kulupakan dalam hidup, kehangatan yang benar-benar menyentuh hati, aku menggenggam tangannya dan tak pernah melepaskannya, takut dia akan melepaskan aku suatu hari nanti, tetapi dia selalu meyakinkan aku, bahwa dia akan tetap di sisiku, apakah aku bisa percaya?
Bahwa dia tidak akan meninggalkan aku?
Memberikan rasa sakit padaku dan meninggalkan aku di dunia tanpa warna?
Dia begitu menyentuh hatiku sampai aku lupa sebenarnya apa alasanku bersedih hari ini.
***
Sudah sekitar 10 menit Gama mendekap Rani, pikirannya melayang dan perasaan penyesalan yang tak tersampaikan membuat nya diam seribu bahasa.
__ADS_1
Hati Gama yang belum pernah tersentuh, memiliki banyak keraguan dan begitu rapuh, dia mungkin begitu kejam dan arogan tetapi didalam hatinya, dia benar-benar menunggu sesuatu, dia sendirian di kehidupan tanpa warnanya.
“Ingat? Kau memiliki aku ….” Ucap Rani sembari meraih salah satu tangan suaminya menyentuh perutnya yang masih rata, lalu ia melanjutkan ucapannya lagi.
“Juga ada kehidupan baru di dalam sini, kami berdua benar-benar membutuhkanmu, seperti sebuah pohon yang menaungi, kau begitu kuat sampai aku tidak pernah merasa lemah jika berada di sisimu,”
Wajah Rani tersenyum namun hatinya sangat sakit, suara-suara wanita lemah yang sejak tadi terputar membuatnya terenyuh, hanya mendengar saja, dia sudah tahu bagaimana perih hidup suaminya dan wanita lemah yang sejak tadi berbicara di video, ibu kandung Gama Yu.
Gama benar-benar mendambakan kasih sayang, benar-benar kesepian dan sendirian.
“Akan aku berikan semuanya, sesuatu yang kau dambakan selama ini,”
“Akan aku peluk kau erat setiap saat, agar kau tidak pernah mengingat rasa sakitmu lagi,”
Rani benar-benar bertekad dalam hatinya, rasa sakit dan kesepian, penyesalan suaminya sampai ke hatinya.
Suaminya yang merasakan sakit hati selama hidupnya, hidup dan besar dalam rasa sakit dan penyesalan, dendam dan trauma, seorang lelaki dewasa yang hatinya masih terkurung di saat paling menyedihkan dalam hidupnya.
Belum pernah Rani merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, perasaan yang benar-benar menyatu dan ingin menjadi istri yang benar-benar bisa memberikan dukungan untuk suaminya.
***
Gama yang mendengar ucapan istrinya ini, dia tertawa kecil walau hatinya sedang hancur, sampai air mata tak bisa menetes, matanya sekarang melekat ke perut rata istrinya.
Kemudian ia tertawa kecil lagi, dia mengusap perut istrinya, “Disini ada harapanku juga, ada kehidupan baru disini,” suaranya yang sedikit bergetar, dia melihat ke atas dimana istrinya sedang menatapnya begitu dalam, lalu ia melanjutkan ucapannya sembari tersenyum, “Aku bersumpah dia tidak akan merasakan apa yang aku rasakan dulu,” seru Gama begitu yakin dan tekanan.
__ADS_1
Namun saat Gama mengangkat wajahnya, Rani akhirnya bisa melihat ekspresi seorang anak laki-laki yang sedang merindukan ibunya, seorang anak laki-laki yang merasakan penyesalan begitu dalam, seorang anak laki-laki yang tidak tahu cara menyalurkan emosinya kecuali dengan kemarahan.
Rani mengangguk lalu tersenyum, dia mengusap rambut suaminya, “Kita berdua akan menjadi orangtua paling hebat di dunia, sekarang saat ada sesuatu yang menyakitkan, kita hanya perlu menggenggam tangan satu sama lain dan bersandar satu sama lain, aku percaya kau pasti bisa berdamai dengan kemarahan, penyesalan dan dendam mu, karena aku dan anakmu akan selalu ada di sisimu,”
Rani memeluk suaminya lagi, begitu erat dan penuh perasaan, kisah hidup yang begitu menyedihkan yang dialami suaminya juga ibunya yang sangat menyayat hati.
Semuanya semakin jelas bagi Rani, semua sikap Gama selama ini, betapa keras dan marahnya dia dengan keluarga dan kehidupannya, semuanya menjadi jelas dengan alasan yang sangat menyakitkan.
***
Sedangkan,
Diluar begitu ricuh, semua berita semuanya mengabarkan mengenai keluarga Yu, belum selesai mengenai pernikahan antara John Yu dan Christy Lin batal, sekarang sudah ada pemberitaan baru.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Assiten pribadi Deffan Yu sedang menghubungi dirinya, bagaimana pun dia dan Leonardo sedang berunding bagaimana caranya menenangkan publik agar semua kasus ini bisa cepat terselesaikan.
Saat Deffan mengangkat panggilan itu, wajahnya menjadi masam dan begitu muram, di bagian sampai melempar ponselnya membuat semua orang terkejut.
Wajahnya yang sangat marah dan matanya yang begitu tajam membuat John bertanya-tanya, apa yang membuat ayahnya begitu murka dan marah kali ini.
***
Hari ini tiga episode dulu yaa.. sebenarnya mau update banyak tapi tangan tak sanggup lagi menulis. Maaf 🤍
__ADS_1