
***
Episode 126 : Gama Yu dan Deffan Yu.
***
"Keluarga Yu dan permasalahan keluarga yang mempengaruhi nilai saham perusahaan Yu"
"Calon istri John Yu, ternyata seorang wanita yang suka bergonta-ganti pasangan"
"Istri Deffan Yu merencanakan penculikan terhadap menantunya sendiri"
"Marian adalah ibu tiri mengerikan"
Itu semua adalah judul headline berita yang semuanya membicarakan mengenai keluarga Yu, dan sebagian besar adalah mengenai Marian yang telah ketahuan hendak menculik dan mencelakai menantunya sendiri.
Marian telah menjadi buah bibir di seantero negeri, dia sangat dibenci dan banyak sekali komentar kebencian yang mengarah kepadanya.
Bahkan banyak yang berkomentar jika Marian harus dipenjara karena perbuatan menculik sangat berbahaya dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar jahat.
Kekuatan media sosial memang sangat mengerikan.
Oleh karena itu, Deffan Yu terpaksa harus melakukan konferensi pers untuk menenangkan dan membuat klarifikasi mengenai istrinya.
Lalu setelah itu dia bisa melakukan donasi atau sesuatu yang baik untuk menutupi kesalahan Marian, istrinya.
***
Konferensi pers Deffan Yu yang di siarkan secara langsung di televisi, untuk di tonton oleh seluruh masyarakat,
Deffan Yu sudah memperlihatkan wajahnya yang ramah dan senyuman yang bersahaja, untuk menarik perhatian publik atas semua kebohongan yang akan ia katakan.
Semua kamera sudah tertuju kepadanya, sudah banyak wartawan yang menunggu dan hendak menanyakan pertanyaan yang berhubungan dengan permasalahan keluarga Yu.
Deffan Yu sudah duduk dan siap melakukan klarifikasi,
__ADS_1
"Saya Deffan Yu, ingin memberitahu kepada semuanya, jika permasalahan yang beredar di media sosial mengenai istri saya yang melakukan penculikan terhadap menantunya, Rani, adalah kesalahan dan hoax,"
"Itu hanyalah permasalahan keluarga seperti biasa, akan tetapi ada pihak yang mengambil kesempatan untuk mengadu domba keduanya,"
"Sebenarnya baik Marian ataupun menantu kami berada dalam hubungan yang baik-baik saja, jadi sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan,"
Deffan Yu tersenyum begitu ramah, mencoba melakukan cara terbaik untuk mendinginkan media massa yang memang sedang menyudutkan nama besarnya.
Tentu saja, para saingan bisnis dalam hal ini mengambil andil, memberikan sedikit bumbu agar masalahnya semakin besar tentunya.
Saat Deffan Yu mencoba memberikan klarifikasi yang tidak memberatkan nama baiknya, suara kericuhan tiba-tiba menarik perhatiannya.
"Hei, Tuan Gama sudah datang,"
"Cepat, arahkan kamera kepadanya,"
"Ini akan menjadi berita yang sangat besar,"
Para wartawan yang memang sudah tahu skenario ini, sedang membisik satu sama lain, mereka langsung mengarahkan semua kamera kepaga Gama Yu yang sudah menghadiri tempat itu.
Deffan Yu tentunya sangat terkejut, mengapa Gama Yu ada di gedung ini, kenapa dia bisa datang saat dia sedang melakukan konferensi pers.
***
Gama yang sudah merencanakan ini sejak tadi malam, datang melangkah dengan gagah, dia menatap dengan tajam dan tersenyum menyeringai kearah ayahnya.
Langkah kakinya yang lebar membuat nya dengan cepat sampai di hadapan ayahnya.
Gama tidak mengatakan apapun, tetapi langsung tersenyum dan duduk di sisi ayahnya.
Deffan yang tidak ingin menunjukkan sisi tempramental nya dihadapan semua orang, mencengkeram tangannya demi menahan emosinya.
"Apa yang kau lakukan disini? apa kau mau mencari masalah denganku?" geram Deffan Yu sedikit menekan.
Dia sedikit membisik dengan tekanan tetapi tidak dihiraukan oleh Gama.
__ADS_1
***
Gama langsung menghadap ke semua orang, dimana kamera sudah tertuju kepada nya dan Deffan Yu.
Lalu ia berbicara dengan lantang, "Hari ini aku akan mengungkapkan sesuatu, aku ingin memberitahu dunia agar ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang!"
Itulah kata-kata yang pertama dikatakan oleh Gama Yu sebagai pembuka.
Deffan Yu sedikit terkejut, dia melebarkan matanya dan penasaran sebenarnya apa yang hendak diungkapkan oleh Gama.
"Marian, yang kalian kenal sebagai ibu tiriku adalah dalang dari kematian ibu kandungku!" seru Gama sedikit gemetaran akan tetapi dia sudah bertekad, agar semua orang tahu, agar semua orang bisa menjadikan kisahnya menjadi pelajaran dalam hidup.
Gama melanjutkan ucapannya karena semua langsung heboh dan ricuh, termasuk Deffan Yu yang membelalakkan matanya, tubuhnya bergetar dan sudah tidak bisa menahan dirinya lagi.
"APA MAKSUDMU?" teriak Deffan dengan wajah yang sudah merah padam, dia mengepal tangannya dan dia terlihat gemetaran sekali.
Yang ia tahu, istri pertamanya meninggal karena sakit, bukan karena dibunuh.
Gama yang mendengar teriakan itu langsung melihat dengan tajam kearah ayahnya.
"Harusnya kau lah yang mati bukan ibuku, itulah pemikiran ku awalnya, tetapi demi kehidupan ku yang lebih baik bersama istriku, aku tidak ingin menjadi sama denganmu! aku ingin membalas mu dengan cara yang berbeda, aku tidak ingin mengotori tanganku dengan melukaimu dan keluarga mu itu!" ketus Gama mengepal tangannya kuat sekali.
Sebenarnya dia tidak sudi melepaskan ayahnya, akan tetapi hukuman sosial adalah hukuman paling tepat bagi lelaki tamak dan sombong seperti ayahnya, di masa tuanya dia akan menderita karena dicemooh oleh banyak orang.
Saat semuanya ricuh, video ibunya yang diambil dari masa ke masa itu langsung dengan tampilkan di layar besar, Membuat semua orang bisa melihat.
"Aku Laura, hari ini, suamiku menikah lagi dengan sahabat Ku sendiri, padahal aku sedang hamil anaknya, sepertinya Marian menghasut suamiku untuk mempercayai perselingkuhan yang sebenarnya tidak pernah aku lakukan ....."
Semua pesan itu akhirnya tersampaikan dan dilihat oleh semua orang.
Pesan pilu ibunya tersampaikan dengan sangat baik, sampai hampir semua orang yang ada di gedung menitikkan air matanya.
Gama hanya diam saja, karena tujuannya menunjukkan video ini adalah agar ayahnya melihat sendiri kekejian dan kekejaman nya kepada ibunya.
Juga agar semua orang yang melihat pesan ibunya, bisa lebih pandai memilih teman dan pasangan hidup.
__ADS_1
Deffan Yu yang melihat semua pesan istri pertamanya langsung tersungkur, dia tidak tahu jika ternyata Laura kehilangan nyawanya karena diracun Marian.
Tubuhnya gemetaran dan penyesalan yang tidak bisa ia jelaskan menggerogoti hatinya.