Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Aku memikirkan mu seharian.


__ADS_3

Episode 82 : Aku memikirkan mu seharian.


***


Sesampainya Rani di mobil, ciuman panas dan menuntut langsung menyambut nya.


Gama menggigit pelan bibirnya dan lehernya membuat Rani sedikit merasa nyeri.


"Umm .... hah, kenapa ini? kenapa kuat sekali? aku kehabisan nafas," ketus Rani pada Gama yang masih menciumnya dengan sangat buas.


Gama yang mendengar itu segera melonggarkan ciumannya, dia memegang rambut Rani dan dia menempelkan dahinya dia dahi Rani, mereka sangat dekat sekarang.


Nafas terburu-buru Gama saat menciumnya terasa lebih panas dan menggebu-gebu dalam jarak ini.


Rani bisa melihat wajah super tampan suaminya yang sedikit kemerahan.


"Sayang, aku cemburu! aku tidak suka membayangkan kau berbicara dengannya, juga tidak suka kau berbagai ruangan yang sama dengannya, aku bisa gila karena ini!" teras Gama masih dalam jarak yang sangat dekat menatap mata Rani dalam dalam.


Gama begitu berterus terang dengan perasaan nya, tidak malu-malu seperti kebanyakan orang.


"Jadi kau memikirkan itu sejak tadi? makanya kau bergegas kesini?" tanya Rani entah kenapa dia merasa menjadi semakin dihargai dan dibuat spesial oleh lelaki ini.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Rani berpacu tak karuan, tak berani matanya menatap langsung mata Gama yang tajam dan menawan itu.


"Iya! aku gelisah sejak tadi, tidak melihat mu di dekat ku! apa kau tidak memikirkan aku? apa hanya aku yang memikirkan mu?" ketus Gama sekarang sudah menekan dan tatapannya menjadi semakin buas.


"Apakah jika aku bilang aku sangat serius dengan pekerjaan sampai aku lupa, apakah aku akan dihabisi di tengah jalan ini?" gumam Rani langsung waspada, dia harus pandai membaca situasi saat ini.


"Umm ... itu, emmm, i ... iya aku juga memikirkan mu kok," Rani tiba-tiba gugup, pipinya memerah dan seperti baisa senyuman kaku nya yang tidak bisa ia sembunyikan.


"Huh! tentu saja kau harus memikirkan aku! kau kan memang wajib mencintai hanya aku seorang!" ketus Gama segera melepaskan Rani dan melajukan mobilnya untuk makan siang bersama.


Setelah itu akhirnya mereka makan siang bersama, dan karena Ardhan Reiner sedang sakit, Rani tidak diijinkan kembali ke perusahaan itu, jadi harus menemani Gama di kantor nya.


***


Di rumah sakit,

__ADS_1


Tidak terasa malam akhirnya menyapa, Ardhan yang memang pingsan karena kelelahan dan kurang tidur itu akhirnya siuman, mimpi buruk tak berujung nya akhirnya berkahir.


Mimpi yang sama selama bertahun-tahun, memberikan rasa sakit yang seolah baru setiap hari nya.


Hatinya masih berdenyut sakit sekarang ini, bayangan masa lalu yang terus menghantuinya terlihat jelas di kepalanya.


Yang ia lakukan hanyalah menutup matanya dengan kedua tangan, meneteskan air matanya karena wajah yang selama ini samar-samar di mimpinya terlihat begitu jelas.


Dan semuanya berhubungan dengan bagaimana dekatnya interaksi antara dia dan Rani tadi pagi.


"Cklek!"


Assisten Ardhan, satu-satunya rekan yang tersisa untuk Ardhan memasuki ruangan tempat atasannya dirawat, membawakan resep obat yang baru ia tebus atas saran dokter.


"Pak, apakah anda baik-baik saja?" assisten nya bertanya dengan pelan dan dengan wajah yang kelihatan khawatir sekali.


Bagaimana pun sudah lama dia menjadi asisten dan tangan kanan Ardhan, dia sudah menganggapnya sebagai saudara sendiri.


"Aku baik-baik saja, terlebih dari itu bisakah kau menyelidiki mengenai Rani? aku penasaran sekali kenapa setiap kali melihat nya hatiku terasa ngilu, dan selalu saja membuat aku mengingat mimpi samar samar ku,"


Assisten Ardhan yang mendengar perintah itu sedikit terkejut, sebenarnya tidak ada yang tahu masa lalu seorang CEO terkenal Ardhan Reiner, masa lalu kelam dan rahasia hidupnya terkunci rapat.


Tetapi dia tetap harus menyanggupi perintah atasannya, "Baik Pak, akan segera saya laksanakan," balasnya hormat dan sopan.


Setelah itu dia memberikan obat untuk Ardhan konsumsi dan sesuai perintah Ardhan dia kembali melakukan pekerjaannya yang masih menumpuk di perusahaan.


"Apakah aku gila? membayangkan orang mati yang selalu aku lihat itu adalah Rani? tetapi jika dia adalah Rani apa yang harus aku lakukan?"


Ardhan merasa gundah dan risau sekali, memikirkan mengapa Rani bisa secara tiba-tiba mengacak-acak hatinya juga pikirannya.


Terlalu aneh jika dikatakan hanya sebatas cinta pada pandangan pertama, walau Ardhan tidak bisa memungkiri bahwa dia sangat menginginkan wanita itu entah karena apa.


Padahal selama ini tidak ada yang bisa membuatnya seperti itu.


***


Disaat yang sama,


Christy semakin menjadi gila, dia meminum banyak sekali sampanye dan dia sedang berada di hotel bersama lelaki bayaran nya yang perawakan tubuhnya mirip seperti Gama.

__ADS_1


Pandangan nya semakin buruk dan buram, dia melihat lelaki tak memakai pakaian ini sebagai Gama.


"Gama, kau datang sayang? aku sangat mencintai mu, kenapa kau tidak pernah melihat kearah ku?"


"Aku bahkan rela melakukan segalanya demi dirimu, apa ini semua karena istrimu yang menjijikkan itu?"


"Haruskah aku melenyapkan nya untuk mu? agar kau kembali kepadaku?"


Seperti orang gila dan benar-benar terobsesi dia langsung menyerang lelaki itu, melakukan hubungan badan sepuasnya dan membayangkan dia sebagai Gama.


Christy tidak akan pernah terima, harga dirinya sebagai wanita kelas atas kalah dengan gadis biasa tak punya apa-apa seperti Rani.


***


Di kediaman Gama,


Gama tidak mengenakan apapun selain celana tipis, begitu juga dengan Rani yang baru saja ia habisi beberapa ronde hanya menggunakan kaus putih longgar tanpa dalaman.


Gama mengusap perut istrinya, "Sayang, apakah belum ada bayi disini? aku sangat ingin memiliki anak bersama mu," bisik Gama mengecup pundak istrinya yang sedang ia peluk erat, dimana di pundak itu banyak sekali tanda kepemilikan yang ia cetak sejak tadi.


"Anak tidak bisa dibuat semudah itu!" ketus Rani masih sedikit kesal, selalu saja tubuh nya di habisi tanpa ampun, dan tanpa merasa Gama akan memeluknya erat dan berbicara hal hal nakal.


"Hmm, benar juga sayang, itu artinya aku harus bekerja lebih keras memasukkan punyaku kan ke punya mu? agar proses nya lebih cepat," bisik Gama begitu nakal sampai membuat Rani merinding dengan ucapan super nakal itu.


"Aduh, jika kau meladeni nya Rani, kau hanya akan berakhir pingsan, sabar sabar! pura pura tidur lah, jangan jawab ucapan super nakalnya itu!" geram Rani mencoba menguatkan dirinya dari ucapan super duper nakalnya.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana

__ADS_1


__ADS_2