Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Malam panas (II)


__ADS_3

Episode 64 : Malam Panas (II)


***


Di dalam kamar Gama,


Gama membaringkan Rani diatas ranjang, dia melihat dengan leluasa keindahan tubuh istrinya yang tak ada duanya.


Tetapi sesaat kemudian dia memicingkan matanya, "Apakah John sudah pernah melihat ini? milikku ini? membayangkan nya sudah membuat ku gila!"


Lagi-lagi Gama mengingat John, bagaimana kedua nya telah menjalin hubungan selama 7 tahun, apakah benar jika John tidak pernah melihat tubuh istrinya ini.


"Sayang! dengar ya, mulai hari ini yang bisa kau perhatikan dan lihat hanya boleh aku seorang! juga di hatimu, yang ada di hatimu hanya boleh aku seorang!" geram Gama tiba-tiba memanas emosinya.


***


Semua perasaan yang dirasakan oleh Gama terasa baru, dia belum pernah merasakan perasaan seperti ini kepada siapapun, perasaan egois dan ingin memiliki wanita ini hanya untuk nya seorang.


“Kenapa kau tiba-tiba marah? Aku salah apa?” tanya Rani mencoba menutupi wajahnya karena masih malu.


Semua yang ia lakukan bersama suaminya ini terkesan sangat nakal dan seperti bukan dirinya saja.


“Aku marah karena aku sangat menginginkan mu, jika saja aku melihatmu berselingkuh sekali lagi saja mungkin aku sendiripun tidak akan tahu apa yang bisa aku lakukan!’ bisik Gama mulai melakukan hubungan panas yang sudah ia nanti selama satu minggu penuh.


Rani yang mendengar itu tentu saja terbelalak, lelaki ini seperti dua mata koin, keduanya berbeda, bisa-bisanya disaat ia merayu dia juga mengancam disaat yang bersamaan, sungguh aneh memang.


***


Disaat yang sama di kediaman Ardhan Reiner,


Seperti biasa, dia akan menghabiskan waktu sampai larut malam hanya untuk bekerja, Ardhan memiliki masa lalu yang kelam, sebuah kehidupan yang tidak ingin ia ingat selamanya, akan tetapi hal itu membawa mimpi buruk kepadanya setiap hari.


Dia sedang mematung di depan meja kerjanya, di hadapan layar komputer, selama satu mingguan ini dia ingin melupakan wajah Rani dan perasaannya yang pastinya tidak akan pernah sampai, mau bagaimana pun ternyata wanita yang ia taksir sudah memiliki suami.


Tetapi siapapun tahu jika Gama bukanlah lelaki yang setia, walau hubungan natara Ardhan dan Rani bisa dibilang belum masuk kedalam tahap apapun, akan tetapi Ardhan sungguh merasakan cinta pada andangan pertama, dia tidak bisa mengeluarkan wanita itu dari hatinya.

__ADS_1


“Tring … Tring … Tring!”


Ardhan sedang menghubungi asistennya.


“Halo Pak?”


“Besok kita akan ke perusahaan Gama Yu, siapkan berkas-berkasnya kita akan mulai melakukan kerja sama dalam skala besar dengan perusahaannya,”


Ucapan Ardhan ini begitu yakin, disamping dia ingin egois tetapi dia juga memang sudah ingin menerima kerja sama ini sejak pertama melihat presentasi Gama, akan tetapi dia mengulurnya hanya untuk nilai perbandingan pembagian keuntungan nantinya.


Juga kali ini, Ardhan memiliki rencana agar dia bisa bertemu dengan Rani lagi, mungkin dia tidak akan bisa memiliki wanita yang sudah menikah itu, akan tetapi setidaknya dia ingin dekat dan berteman, hanya ingin hal sesederhana itu.


***


Sedangkan di sebuah barr malam,


Christy yang sudah cemburu buta dan tidak bisa berpikir rasional mabuk mabukan di dalam bar, dia ketakutan saat lalu melihat mata Gama, akan tetapi dia tahu jika Gama tidak bisa melakukan apapun kepadanya untuk saat ini karena dia masih dibutuhkan.


“Padahal aku sudah rela menjadi hanya mainan mu saja, tetapi kenapa kau tidak bisa menghbsikan waktumu bersamaku sedikit saja, semuanya hanya karena gadis kampungan itu!”


***


Kembali ke kediaman Gama Yu,


Sudah sekitar satu jaman Gama melakukan olahraga panas dengan istrinya, semakin ia rasakan semakin ketagihan dan ingin lagi dan lagi, seolah tidak ada puasnya, wajah Rani, eksperinya suaranya dan bahkan rasa tubuhnya begitu menggairahkan dan menggoda Gama.


Rani yang sudah tidak bisa berpikir jernih hanya bisa pasrah, dia mencoba melarikan diri tetapi tangan Gama akan langsung menangkap dan menancapkan batangnya dalam dalam, sampai terdengar suara er@ngan nikmat yang memenuhi ruangan.


“Aku bisa gila! Jika dia terus melanjutkan ini besok aku tidak akan bisa berjalan!” geram Rani sudah lelah sekali, keringat sudah membasahi tubuh mereka, dan udara panas yang tidak bisa didinginkan oleh pendingin ruangan membuat suasana semakin mendebarkan.


Gama menyeringai melihat istrinya kenikatan di bawahnya, dia memang pandai dan berpengalaman jadi dia cukup puas dengan apa yang ia alkukan ini.


“Sayang, hukuman mu sebenarnya harus dilanjutkan sampai pagi, akan tetapi besok aku ada pekerjaan penting di kantor, walau kau masih mau tapi untuk malam ini sampai disini saja dulu ya,” bisik Gama mengecup dahi istrinya yang benar benar sudah kelelahan itu.


Lalu setelahnya Gama menggendong istrinya ke dalam kamar mandi,

__ADS_1


“Aku bisa mandi sendiri,”


“Diam lah, jangan melawan ini bagian dari hukuman karena kau berani berselingkuh!” ketus Gama mencubit pelan pipi menggemaskan istrinya.


“Ais, kenapa sih aku tidak bisa melawan dan menolak? aku malu sekali tetapi jika aku melawan pasti kengeriannya akan melahapku lagi, dan kenapa dia selalu saja mengatakan seolah aku menginginkannya padahal jelas-jelas dia yang mau!” ketus Rani meledak ledak dalam dirinya.


“Jangan lakukan itu lagi ya, aku lelah!” ketus Rani mencoba memperingati Gama agar tidak melakukan hal itu lagi.


“Iya sayang,” balas Gama dengan senyuman nakalnya.


Lalu dengan arogannya Gama mandi bersama istrinya, dan sepeeti yang dugaan Rani, Gama tetap melakukan hal itu di kamar mandi satu ronde, dan Gama berasalan jika Ranilah yang menggodanya dengan tubuhnya makanya sampai melakukan hal itu lagi, sungguh lelaki yang tidak bisa dilawan.


"Kau bilang tidak akan melakukannya lagi?" ketus Rani sedang bersandar di tubuh suaminya, saking lelahnya yang mengeringkan rambut Rani tadi adalah Gama.


"Hehe, siapa suruh kau menggodaku terus sayang, sekarang juga aku masih mau jika kau tetap bermanja-manja seperti ini," bisik Gama membuat mata Rani melebar karena terkejut.


"Srek!"


Rani langsung bersembunyi dalam selimut, "Gila! lelaki ini apakah memiliki energi tak terbatas, bahkan setelah semua yang ia lakukan dia masih mau!" geram Rani tidak mau lagi sekali lagi memancing gairah suaminya.


walau sebenarnya Rani juga tidak mengerti mengapa dia bisa memancing gairah suaminya padahal dia tidak melakukan apapun.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana

__ADS_1


__ADS_2