
Episode 107 : Malam ini sudah bisa melakukan nya.
Time Skip 2 minggu kemudian,
***
John Yu masih tidak menyangka bagaimana istrinya membela Gama sebegitu nya sampai menyiram ibunya menggunakan air, semuanya sudah ia lihat di berita.
Seperti seorang yang gila, dia melempar semua barang yang ada diatas mejanya.
"Kau hanya milikku!"
"Kau hanya milikku!"
"KENAPA?"
Dia berteriak sebegitu kerasnya, dia terlihat seperti orang gila, tidak ada yang bisa menggambarkan kekecewaan dan kemarahan di hatinya.
Wanita yang ia cintai selama 7 tahun belakangan ini, hanya dalam sekejap menjadi milik orang lain.
Seolah selama ini yang mencintai Rani hanyalah dirinya seorang, John Yu kecewa sekali bagaimana Rani bisa melupakan cinta mereka hanya dalam sekejap.
"Aku tidak peduli lagi, bahkan jika aku mempertaruhkan segalanya, aku akan merebut mu, hanya aku yang bisa memiliki mu!"
__ADS_1
John benar-benar telah berubah, semua kebenciannya menjadi sebuah obsesi yang mengerikan.
Ketidak relaan dan rasa tidak adil yang berteriak dalam hatinya, dia akan melakukan segalanya, apapun demi merebut Rani, semuanya akan ia lakukan.
Semuanya akan ia lakukan setelah rencana pembatalan pernikahan nya besok, ia akan melakukan acara pernikahan dengan Christy esok hari, dia akan menghancurkan pernikahan itu dan mencari cara agar dia bisa menculik Rani dan membawanya pergi jauh, hanya mereka berdua dan tak ada yang lain.
Semua undangan telah tersebar, tentu saja undangan sampai ke pihak Gama dan Rani, mengenai pernikahan antara John Yu dan Christy.
Saat Rani melihat undangannya pernikahan itu, hatinya sedikit nyeri, bukan karena Rani masih memiliki perasaan cinta kepada John akan tetapi dia tidak rela bagaimana lelaki baik seperti John harus menikah dengan wanita tidak baik seperti Christy Lin.
Rani sudah sembuh total, dia sedang memasak makanan untuk suaminya untuk makan malam nanti.
Selama dia minggu ini semuanya berjalan dengan lancar, Gama telah kembali bekerja di perusahaan nya, kerjasama antara Gama Yu dan Ardhan Reiner terus berlanjut, akan tetapi utusan yang dikirimkan ke perusahaan Reiner bukan lagi Rani.
"Srek!"
Gama menarik pinggang istrinya, memeluknya erat sekali dan bersandar di bahunya.
"Sayang, kau sedang memikirkan apa? kenapa kau memasak dengan wajah melamun? jangan berani ya memikirkan lelaki lain, kau hanya harus memikirkan aku!" Gama sudah pulang sejak tadi, dan tanpa menunggu lebih lama dia segera menjumpai istrinya yang sedang memasak untuknya.
Sikap arogan dan posesif Gama semakin menjadi-jadi sejak Rani hamil, Gama bahkan akan pulang kerja lebih awal untuk bisa terus memeriksa apakah istrinya baik-baik saja dan bertanya seharian ini melakukan apa saja.
"Tidak ada yang aku pikirkan, makanannya sudah matang, aku akan mengatur di meja, tunggu disana ya," Rani segera mengalihkan pikirannya mengenai pernikahan John dan Christy, dia tidak bisa melakukan apapun lagi dan dia bukanlah siapa-siapa bisa melarang pernikahan antara Christy dan John Yu.
__ADS_1
"Hmmm, baiklah," balas Gama dengan menurut, dia langsung menunggu di meja makan sembari berpangku tangan menatap istrinya sedang menyiapkan makanan.
Setelah semua makanan sudah tersedia diatas meja, Gama sudah tidak sabar ingin melahap masakan istrinya yang selalu menggugah selera.
Dengan begitu lahap Gama menyantap masakan istrinya, begitu pula dengan Rani, dia memakan makanan yang ia masak, mereka berdua sedang makan berdua dengan tenang sampai saat Gama membahas masalah ranjang yang membuat Rani terbatuk-batuk.
"Sayang, malam ini kita sudah bisa melakukan nya loh, jangan lupa memakai pakaian yang aku belikan untukmu ya, aku ingin malam ini kita bercinta sepanjang malam, kau tahu kan sudah berapa lama aku tidak melakukan hal itu,"
Gama benar-benar bisa dengan santai mengatakan hal itu disaat Rani sedang membelalak dan tidak menyangka suaminya akan membahas hal itu disaat makan seperti ini.
"Uhuk ... Uhuk!"
Rani langsung terbatuk membuat Gama panik dan melangkah kearah Rani yang sedang duduk.
Dia berikan air minum dan menepuk pundaknya pelan, "Ck, kau seperti anak kecil, makan saja bisa tersedak, kau memang tidak bisa hidup tanpa aku," ketus Gama tersenyum puas.
Dia suka ketika dia dibutuhkan oleh istrinya, walau hanya hal sekecil ini.
"Kenapa kau bisa membahas hal itu saat makan sih? dasar mesum!" geram Rani dengan wajahnya yang menggemaskan itu.
Hal itu malah semakin membuat Gama bersemangat mengerjai istrinya.
"Ho? kau menggodaku lagi? mau lakukan diatas meja makan? aku sih tidak masalah ya," bisik Gama sudah tersenyum begitu nakal dan menyeringai kearah istrinya.
__ADS_1
***