Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Apakah kau keberatan?


__ADS_3

Episode 94 : Apakah kau keberatan?


Di kapal pesiar pelelangan,


***


Saat Gama akhirnya tidak bisa menahan dirinya untuk menjauhkan Rani dari setiap sentuhan tak sengaja lelaki lain, membuat Gama tidak bisa menahan dirinya untuk mengungkapkan semuanya.


Baginya sudah tidak ada lagi yang harus disembunyikan.


Gama sudah sangat yakin dengan wanitanya, sudah tidak akan ada lagi yang akan membuatnya jatuh cinta seperti Rani mengubah arah hati dan hidupnya, seperti cahaya yang terang dan redup meneranginya dari keterpurukan dendam yang menjadi alasannya hidup selama ini.


Saat sudah berada di yatch menuju kapal pesiar, Gama tidak melepaskan tangan Rani sedikitpun, “Mulai hari ini hidupmu akan berubah drastis, aku sudah mengumumkan hubungan kita, apakah kau keberatan?” dengan wajah yang sok angkuh dan mata nya yang menyelidik, hendak mengetahui apa yang dipikirkan Rani saat dia akhirnya mengungkapkan hubungan mereka ke media.


Rani yang menatap lurus kearah lautan yang bersinar seperti kristal di malam hari hanya tersenyum, dia sudah tahu pasti ada konsekuensi menjadi istri seorang hebat seperti suaminya, awalnya kenapa Rani tidak ingin hubungan mereka diketahui publik karena dia sama sekali tidak memiliki keyakinan dengan suaminya dahulu.


Hubungan awal yang salah merapuhkan kepercayaan Rani saat itu, akan tetapi sekarang dia yakin, sama seperti Gama yakin dengan pilihannya, Rani juga yakin dengan keputusannya.


Dia menoleh kearah suaminya, tersenyum sangat manis, matanya yang bulat dan indah, bahkan lebih indah dari pemandangan laut yang terlihat seperti kristal, “Aku pasti akan bermusuhan dengan wanita di negeri ini, bukankah itu tugasmu melindungi aku jika ada yang ingin berbuat jahat padaku?”

__ADS_1


Jawaban yang membuat Gama tidak bisa mengukur seberapa besar kebahagiaanya sekarang ini.


Jantungnya tidak berhenti berdetak begitu cepat, wajahnya yang memerah, tubuhnya yang terpaku melihat senyuman indah istrinya, jika tidak ada acara malam ini sudah dipastikan Rani akan dihabisi sampai pagi.


“Sayang, kau menggodaku bahkan disini, kau memang nakal, wanita nakal yang menjadi kepunyaan ku seorang!” ketus Gama memeluk istrinya dari belakang, bersama menatap pemandangan lautan malam yang terlihat semakin menakjubkan karena atap yang menaungi mereka adalah bintang yang terlihat bersinar begitu terang.


Setelah beberapa saat, akhirnya Gama dan Rani sampai di kapal pesiar milik seorang pengusaha yang melelang hasil hasil lukisannya malam ini untuk dia donasikan ke berbagai panti sosial.


Nomor meja VVIP sudah ia dapatkan di dalam undangan, Gama menggenggam tangan Rani erat sekali, walau sudah banyak orang luar yang tahu hubungan Rani dan Gama akan tetapi para elit, artis dan model terkenal yang juga ikut lelang belum tahu, jadi banyak yang sedang berbisik bisik mencari tahu identitas wanita yang ada di sisi Gama Yu.


Terlebih dari itu semua, sepasang mata pilu yang merindukan sosok wanita ini begitu menyakiti nya, hanya melihat wanita yang seharusnya menjadi miliknya digenggam oleh lelaki lain sudah cukup menghancurkan hatinya sampai berkeping-keping.


"Harusnya aku yang menikahi nya!"


"Harusnya aku yang menggenggam tangannya!"


Geram John bahkan tidak bisa berpura-pura untuk tidak melihat, dia kentara sekali saat melihat Rani duduk dan saling menggenggam tangan dengan Gama Yu.


"Deg!"

__ADS_1


Saat Rani menoleh kearah Gama, John bisa melihat mata Rani, mata itu bukanlah mata seorang yang membenci, melainkan adalah tatapan lembut yang begitu tenang.


Seolah ada pedang menghunus jantung nya, "Kau masih mencintai aku kan Rani? tidak mungkin 7 tahun hubungan kita kau lupakan begitu saja kan Rani? aku mohon tunggu aku sebentar lagi, jangan melupakan aku!"


John mengepal tangannya kuat sekali, dia merasa aneh dengan tatapan Rani, seolah sudah ada yang berubah dengan wanita yang ia cintai itu.


***


Disaat yang berbeda,


Ardhan Reiner yang berekspresi paling gelap dan suram malam ini sedang menghisap rokok besar nya, matanya tertuju ke pusat panggung, ada sesuatu yang ia lakukan malam ini.


Dan dia ingin melakukan nya secara meriah dan mengejutkan, dia sudah menunggu momen seperti ini sejak lama.


***


Guys mulai besok aku akan crazy up lagi yaa, Episode nya juga akan aku banyakin katanya per episode.


Terimakasih 🤍

__ADS_1


__ADS_2