
Warning : Dibawah ini akan ada adegan dewasa, jika tidak suka adegan dewasa tinggal skip aja ya dan tolong jangan bilang kenapa banyak adegan dewasa nya, adegan dewasa ini perlu dibuat untuk menunjukkan keintiman mereka.
Khusus yang umurnya belum dewasa tolong dilewatkan episode ini juga.
Terimakasih
Author Joy
***
Episode 76 : Malam menggairahkan.
Di dalam kamar Gama dan Rani,
Malam yang sudah larut, bulan yang sedikit mengintip ke dalam kamar luas dimana ada dua insan sedang merasakan kenikmatan duniawi.
Pendingin ruangan sudah tidak mampu lagi menahan panas yang terjadi karena gesekan dan hentakan tubuh mereka berdua.
Gama sudah tahu ini sejak awal, saat dia tidur dengan banyak gadis sebelumnya, saat dia belum menikah dan bertemu Rani, dia tidak mendapatkan kepuasan yang melegakan seperti yang ia dapatkan dari tubuh istrinya.
Ada sesuatu yang berbeda dari hubungan ranjang yang ia lakukan dengan Rani, seolah tidak akan ada lagi yang bisa memuaskan nya selain istrinya sendiri.
Kepuasan yang belum pernah ia rasakan, kelegaan gairah menggebu yang selalu ada dalam dirinya, semuanya dipuaskan oleh istrinya, walau Rani belum pandai melakukan adegan ranjang tetapi hanya dengan itu saja Gama sudah puas sekali.
Apalagi jika nanti Rani sudah terbiasa dan bisa melakukan hal ini dengan baik, maka Gama pasti akan lebih terpuaskan.
"Sayang, aku merasa sangat enak, apa kau juga?" ditengah hentakan dan esapan jari mungil Rani, Gama sedang menunggangi Rani yang ada di bawahnya.
Gama terlihat sangat seksi saat melakukan itu, apalagi tatapan matanya yang selalu tajam wajah tampannya yang menggoda dan tubuh bidangnya yang seolah bisa melakukan apa saja.
"Hah .... jangan tanya itu, aku malu," Rani menutupi wajahnya dengan salah satu tangannya karena sekarang wajahnya benar-benar merah seperti tomat matang.
Gama menyeringai, dia menurunkan tubuhnya dan mengecup leher istrinya.
"Aku sangat menantikan saat kau sudah terbiasa, kita akan banyak melakukan hal ini sampai kau mengakui jika ini memang enak," bisik Gama sekarang melahap bibir Rani juga.
Ritme yang teratur juga permainan yang benar-benar berpengalaman, Rani dibuat pusing dan tak berdaya.
__ADS_1
Dia mencengkeram pundak Gama dan terkadang mencakar nya jika Gama sudah mulai bermain dengan tenaga yang besar.
"Sayang, aku mau sampai ...." geram Gama dengan suara yang menekan.
"Ah ... ah," erangan Rani semakin terdengar jelas, tidak bisa menahan suara nya lagi seperti tadi.
Tubuhnya menegang dan seolah ingin melarikan diri, Gama menahan pinggang istrinya sampai akhirnya hentakan terakhir Gama akhirnya sampai di puncak nya.
"Hah, aku puas sekali, kau memang yang paling cocok dengan tubuhku!" ucap Gama sembari membaringkan tubuhnya sejenak.
Sedangkan Rani yang dimana dia sudah malu level dewa sekarang hanya bisa meringkuk dan menutupi wajahnya.
Dia tidak bisa membayangkan apa yang baru saja terjadi padanya, suaranya yang terlalu kuat dan menggoda, juga bagaimana malam ini Gama mempermainkan tubuhnya benar-benar terasa berbeda.
Hal itu membuat Rani malu setengah mati tetapi juga tidak bisa ia pungkiri, lelaki ini terlalu hebat dalam urusan ranjang, mungkin itu salah satu alasan mengapa banyak gadis menempel padanya.
Gama menatap istrinya yang menurut wajahnya malu malu dan keringat yang membasahi tubuhnya.
Matanya memperhatikan setiap inci tubuh istrinya, matanya yang tajam dan dalam, "Ah, aku pasti sudah gila, aku ingin dia lagi!" geram Gama menyeringai.
"Sayang, ayo sekali lagi baru kita mandi dan tidur ...." bisikan seperti bisikan iblis yang terdengar dekat sekali di telinga Rani membuat Rani membelalak dan terkejut.
Dia membalikkan tubuhnya dan melihat tatapan mengerikan nan buas suaminya.
"Tidaaakkk! aku akan encok!"
Rani menggeleng kan kepalanya mencoba menolak, tetapi tentu saja tidak akan berhasil.
Dan akhirnya terjadilah pembibitan panas nan memusingkan selama tiga kali berturut-turut, padahal tadi Gama mengatakan jika hanya akan melakukan nya sekali lagi.
Rani sudah tak mampu melakukan apapun lagi, bahkan Gama harus memandikan Rani agar mereka bisa tidur dengan nyaman.
"Dasar monster! katanya sekali lagi, apanya yang sekali lagi sialan!" geram Rani sudah pasrah saat Gama memandikan nya di bath tub sembari menyeringai dengan puas.
***
Waktu akhirnya berlalu,
__ADS_1
Pagi setelah olahraga panas melelahkan itu, Rani sampai harus tidur di rumah dan tidak, masuk kerja, yang dimana membuat Gama senang, karena tidak ada pekerjaan urgent Gama juga meliburkan dirinya, dia mengerjakan hal seperlunya di dalam ruangan pribadi nya.
Dia ingin bermalas-malasan dengan Rani hari ini di rumah.
***
Pagi itu di kediaman John Yu,
Deffan Yu, John Yu dan Marian juga Christy sedang makan pagi bersama, entah bagaimana caranya bagi Christy bisa berada di kediaman John sepagi ini, padahal tadi malam dia sedang melakukan pemuasan diri dengan lelaki bayaran di hotel.
"Christy, makanlah yang banyak," seru Marian senang mengetahui jika wanita cantik, putri dari Leonardo akan menjadi menantunya.
Dengan begini putranya akan semakin memiliki kekuasaan dan pasti tidak akan kalah dari Gama Yu, yang selama ini dikenal khalayak ramai jika John Yu tidak akan bisa mengalahkan Gama Yu.
Christy yang memang harus tetap bersandiwara tersenyum lebar sekali.
"Terimakasih Tante," balas Christy memakan makanan yang diberikan oleh Marian.
John yang melihat merasa sangat muak, John sedang menyelidiki mengenai Christy dan dia sudah menemukan beberapa hal menjijikan yang membuat John muak.
John tidak akan mau menikah dengan Christy tetapi juga tidak mau kehilangan kesempatan bekerja sama dengan perusahaan ayah Christy, jadi John akan menjatuhkan Christy sampai rencana pernikahan mereka gagal total.
"Menjijikkan! senyumannya membuat ku ingin muntah! tunggu tanggal mainnya!" geram John tetap makan seperti biasa.
Dia akan menjalani sandiwara ini, tetapi hatinya tidak akan pernah bisa melupakan Rani, dia akan menjadikan Rani kembali menjadi miliknya apapun yang terjadi.
Cinta pertama nya itu harus kembali kepadanya.
***
Keanehan dan ke posesifan Gama semakin menjadi-jadi, Rani belum tanu sebabnya karena apa akan tetapi setelah dua hari sejak malam panas nan menggebu-gebu itu, Rani akhirnya tahu jika dia mendapatkan kesempatan untuk menjalankan proyek besar dengan perusahaan Reiner.
Permintaan itu khusus di request oleh Ardhan Reiner sehingga Gama tidak bisa menolak.
Jadi Rani akhirnya mengerti mengapa Gama ingin Rani segera mencintai Gama, itu semua karena harga dirinya yang terluka karena tidak bisa menolak Ardhan.
Begitulah yang ada di pikiran Rani, padahal sebenarnya semua itu terjadi karena Gama memang benar-benar cemburu buta, dan tidak ingin istrinya berdekatan dengan lelaki lain selain dirinya.
__ADS_1
***