
***
Episode 86 : Gama terlalu berlebihan.
Gama membawa Rani ke rumah sakit milik ayah sahabatnya yaitu Ares, disana Gama dan istrinya langsung dilayani dengan profesional.
Setelah memeriksa keadaan Rani, dokter itu memberikan laporan jika Rani tidak perlu dirawat inap karena dia hanya demam biasa yang akan sembuh jika tidur semalaman, obat yang diberikan pun hanyalah vitamin saja.
Hal itu membuat Gama geram tentunya, dia sudah khawatir sekali, bahkan tadi Rani tidak bangun dan kelihatan pucat sekali.
Tidak mungkin Rani hanya sakit biasa, pasti ada sesuatu.
“Tuan Gama, pasien sama sekali tidak sakit parah, jika di istirahat sebentar saja sudah sembuh,” sahut dokter itu sesaat setelah memeriksa Rani.
“Kau sok tahu! Tadi aku melihat jika wanita ku pucat sekali, dia bahkan keringatan, aku ingin dia diperiksa dengan benar, lakukan pemeriksa seperti menggunakan X-ray atau ronsen atau apalah itu namanya, aku khawatir jika ada yang salah dalam tubuhnya, jika kita mengetahui nya dari awal kan bisa langsung di sembuhkan!” sahut Gama masih bersikukuh jika Rani sedang tidak baik-baik saja dan hanya bisa di sembuhkan dengan hanya istirahat saja.
Saat mendapati pernyataan itu, Rani dan dokter itu secara spontan langsung saling bersitatap. Mereka berdua seperti sedang memberikan dukungan satu sama lain karena sedang menghadapi sikap tidak wajar dari Gama.
“Sabar pak dokter, aku mengerti perasaan mu,” gumam Rani memandangi dokter itu dengan pandangan penuh kasihan.
__ADS_1
Begitu pula dokter itu memandangi Rani dengan wajah penuh kasihan pula.
Sekarang ini Rani sudah sadar betul, pasrah dengan sikap berlebihan suaminya, siapa yang bisa tidur jika seseorang begitu berisik di sisinya seperti Gama.
“Gadis muda ini sungguh kuat bisa menerima perlakuan aneh dari Tuan Gama ini. Aku respect padamu gadis muda,” gumam dokter itu sembari melaksanakan apa yang Gama katakan tadi.
Sungguh saat ini akibat wajah pucat dan demam kecil Rani membuat Rani harus melaksanakan prosedur kesehatan yang begitu panjang.
Mulai dari pemeriksaan X-ray, ronsen juga beberapa pemeriksaan yang lain yang sebenarnya sangat tidak penting.
Tetapi harus dilakukan karena Gama memerintahkan seperti itu.
Kepalanya juga masih pusing.
Saat ini Rani terlihat seperti seseorang yang sedang mengidap penyakit keras, padahal dia hanya demam saja, dan itu sudah terjadi setiap tahun walau Rani tidak tahu penyebab nya apa.
“Kau diam lah, sebentar lagi hasilnya keluar, kau harus berterimakasih padaku untuk ini, kau itu wanita ku, kau istriku, kau harus sehat, bagaimana mungkin kita bisa melaksanakan olahraga panas yang menggebu-gebu untuk mendapatkan anak jika kau sakit, juga kau tidak boleh sakit jika tidak aku akan gila!" sahut Gama dengan jawaban cocoklogi yang tidak masuk akal itu.
“Ha? Permisi? Tuan muda yang terhormat, jawaban yang sangat bijak sekali ya.” geram Rani memalingkan tubuhnya dan menyilangkan tangannya.
__ADS_1
Rani yang masih pusing dan lemah itu memutuskan untuk tidur saja, sampai pada akhirnya pemeriksaan keluar dan Gama melihat jika istrinya baik baik saja.
Belum pernah Gama sebahagia ini menerima hasil pemeriksaan seseorang, seolah ketakutan nya sedikit terobati dengan fakta bahwa istrinya benar-benar hanya demam ringan saja.
Dia mengusap rambut istrinya, Rani sudah tertidur lagi, jadi dia menggendong istrinya untuk ia bawa pulang.
Dia tidak ingin membangunkan Rani, agar Rani cepat sembuh.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
__ADS_1
Kalian bisa DM dan tanya2 disana