
Episode 51 : John tidak akan melakukannya.
***
“Aku tidak bisa hidup tanpa mu Rani, jika kau tak datang kesini sekarang juga, aku rasa kau tidak akan bisa melihatku selamanya, karena hidupku tak berarti tanpa mu,”
Itulah pesan yang dikirman oleh Christy, sembari mengirimkan foto dermaga di dekat mereka, sekarang ini skenario makan malam mereka memang sedang makan romantis di tepi pantai.
“Haha, habislah kau Rani, inilah balasan saat kau berani membentak aku!” geram Christy segera menghapus pesan yang telah terkirim dari ponsel John dan meletakkan nya lagi.
***
Disaat yang sama di kediaman Gama,
“Tring!”
__ADS_1
Rani melihat ada pesan masuk kedalam ponselnya, dan saat ia melihat pesan itu jantung Rani langsung dipenuhi ketakutan, jatungnya berdegup kencang sekali, dia takut jika John akan melakukan hal bodoh dengan cara menenggelamkan dirinya kedalam laut.
Tanpa bisa berpikir panjang, dia hanya tidak ingin hal buruk terjadi kepada John, hubungan mereka memang sudah berakhir tetapi hati mereka masih terikat mengingat berapa lama mereka berpacaran selama ini.
“Tidak, John ….” Seru Rani langsung beranjak pergi, sekarang ini dia langsung memanggil taksi menuju tepi pantai.
Hanya ada satu tepi pantai yang memilik dermaga seperti itu di kota mereka, jadi Rani langsung tahu dimana lokasinya.
***
Dan Gama yang sudah menerima pesan itu juga, sedang dalam perjalanan menuju kediamannya, tadi dia sudah tersenyum begitu lebar dan hendak memberikan kejutan kepada istrinya, tetapi saat tahu lokasi Rani sudah menuju kearah tempat yang ada di pesan itu, wajahnya menjadi sangat menyeramkan.
Sepertinya kali ini Rani benar-benar dalam masalah karena ulah Christy, karena ketidakrelaan Christy sampai ia harus menjebak Rani.
Gama adalah seseorang yang sangat mengerikan, apalagi saat seseorang seperti Rani berencana mengkhianatinya, akibat trauma juga kebenciannya di khianati membuatnya tidak akan bisa menahan dirinya.
__ADS_1
Sedangkan Rani yang memang percaya dengan pesan itu terburu-buru, dia ketakutan sekali, bahkan tangannya sampai dingin, takut terlambat ke sana dan malahan John sudah tak ada dan tenggelam.
Rani menggelengkan kepalanya dan menenangkan dirinya, “Tidak … Tidak, John bukan lelaki seperti itu, dia pasti tidak akan melakukannya, tidak mungkin!” geram Rani mencoba mempercayai ucapannya sendiri.
Sampai sekiyar 1 jam perjalanan, akhirnya Rani sampai d pantai yang ia tiuju, dia langsung berlari masih menganakan pakaian rumah biasa, angin dingin menerpa tidak ia rasakan yang ia ingin cepat lakukan hanyalah sampai di dermaga itu segera dan menyelamatkan John.
Dari kejuan dermaga itu sudah terlihat dan benar saja ada lelaki berbadan tegap mengenakan jas dan setelan lengkap menghadap kearah pantai, melihat luatan yang luas tanpa melihat kearah rani yang masih sedikit jauh.
Dengan nafas terengah engah, Rani berlari sekuat tenaganya, dia memanggil John.
“John ….”
Teriaknya sudah sampai di arah dermaga, tetapi John seolah tidak mendengar, mata Rani sedikit menyipit, karena malam dan lampu dermaga yang sedikit remang-remang membuat penglihatan Rani kurang jelas, tetapi entah kenapa lelaki itu seperti bukan John.
“John ….” Seru rani lagi melangkah mendekat, mencoba memanggil John lagi agar melihat kearahnya.
__ADS_1
Tetapi saat lelaki itu membalikkan badannya, alangkah terkejutnya Rani melihat siapa lelaki yang ada di hadapannya.
***