Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Aku ingin bercinta denganmu sekarang!


__ADS_3

Episode 48 : Aku ingin bercinta denganmu sekarang!


***


"A ... APA? Tuan jangan begini, bagaimana jika ponsel ku di sadap oleh orang? dan juga aku pernah mendengar di televisi jika ponsel kita atau laptop pasti di sadap oleh orang, jika tubuhku dilihat oleh orang bagaimana?"


Dengan cepat otak Rani berproses untuk menolak permintaan aneh Gama yang membuat Rani kelabakan.


Gama memicingkan matanya, Gama adalah ahlinya dalam teknologi apalagi teknologi terbarukan, dan jika adapun orang yang menyadap ponsel Rani ya tentunya adalah dirinya sendiri.


Akan tetapi ucapan Rani ada benarnya juga, walau persen kemungkinan nya sedikit akan tetapi siapa yang tahu.


"Ck! jawaban mu tidak bisa aku bantah! ah, aku sangat ingin kamu sekarang, dikemudian hari jika aku mau pergi melakukan perjalanan bisnis, kau ikut aku saja, aku bisa gila jika menahan ini terlalu lama!"


Gama kesal sendiri sembari duduk di kasur ia tetap melihat lurus kearah layar ponselnya.


Namun semakin ia melihat wajah Rani yang polos itu semakin membara gairah yang ia rasakan, sampai sampai nafasnya menjadi panas.

__ADS_1


"SIALAN!"


"Sayang, kau pasti lelah, tidur lah, ingat besok aku menghubungi mu awas kalau tidak kau angkat! juga jangan pernah dekat dengan lelaki manapun apalagi John dan Ardhan, jika aku melihat mu bersama mereka walau sedetik aku sungguh akan mencelakai mu dan mereka berdua!" kecurigaan dan ketidakpercayaan Gama memang menguasai dirinya.


Penyakit bawaan karena tumbuh diantara perselingkuhan dan pengkhianatan membuat dirinya selalu was was, apalagi sekarang ada satu wanita yang seolah mengubah sesuatu dalam diri Gama, jadi Rani bisa dibilang seperti kunci apakah Gama akan mempercayai kebohongan yang ia namakan cinta itu.


Rani hanya bisa tersenyum kaku mendengar ancaman suaminya, entah bagaimana tetapi Rani seolah sudah terbiasa dengan ancaman dan kegilaan suaminya yang tak ada habisnya ini.


"Baiklah Tuan," seru Rani tersenyum tulus.


"Tidak tidak Gama! kau harus bisa tetap tegas, jangan langsung melembek dan jatuh kepada nya, siapa tahu senyuman ini hanya perangkap!" geram Gama menggelengkan kepalanya dan segera menatap layar dengan ekspresi wajah penuh keangkuhan.


"Selamat malam, tunggu aku pulang," ketus Gama sedikit gugup dan mengakhiri video call nya.


"Brak!"


Gama langsung menjatuhkan dirinya ke atas kasur dan melihat langit langit kamarnya.

__ADS_1


"Haahhh!" dia menghela nafasnya panjang.


"Aku benar-benar menginginkan nya, lebih dari siapapun, apakah aku sudah gila? apakah aku bisa mempercayai nya? atau kah jika aku mempercayai nya aku akan dilukai?" pikirannya melayang jauh akan tetapi satu hal yang ia tahu.


Sekarang ini dia sangat ingin memeluk dan bercinta semalam suntuk dengan istrinya, sepertinya percintaan yang ia lakukan selama tiga ham penuh itu bukannya berefek kepada Rani akan tetapi kepada dirinya sendiri.


Dia memejamkan matanya dan mengingat rasa istrinya, tubuh yang mungil namun pas ditangan, hangatnya tubuh Rani saat ia genggam dan bagaimana ia menyesap bagian bagian sensitif istrinya.


Wajah istrinya yang kelelahan tetapi memerah bagaikan buah Cherry yang ingin ia santap.


"Wanita penggoda yang menggairahkan, aku benar-benar gila karena mu!" geramnya segera bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan melakukan pelepasan karena sang adiknya sudah bangun sejak tadi.


Walau pun gairahnya tengah memuncak, sangat mengejutkan jika Gama sungguh menolak para wanita penghibur tadi dan tidak ada penyesalan sedikitpun dalam dirinya.


Sedikit demi sedikit, tanpa Gama sadari Rani telah memberikan sebuah alasan baru dalam hidup Gama.


***

__ADS_1


__ADS_2