
Episode 34 : Aku mau kamu!
***
Saat mendengar ancaman itu Rani bergetar ketakutan dia terdiam dan bibirnya bergetar hebat karena menahan ketakutan.
"Apa yang kau inginkan dariku sebenarnya Tuan? apakah kau pikir dengan menyakiti aku kemarahan mu akan lebih terlampiaskan? sebenarnya aku salah apa terhadap mu?" suaranya pelan sekali, bergetar dan dan seperti membisik saking takutnya.
Gama Yu terdiam sejenak, dia juga bingung sebenarnya dia mau apa dari wanita ini, seolah kata kata berpisah dan hanya ucapan berpisah belaka sudah membuat nya hampir gila dan ingin mengurung istrinya ini.
Lalu dia menatap Rani lagi, dia memusatkan dirinya dan dia mendekatkan dirinya semakin dekat membuat Rani seperti sesak.
Posisi mereka saling berhadapan, sedangkan tangan Gama bertumpu pada dinding lift pribadinya, tinggi tubuh mereka membuat Rani seolah tenggelam dalam dekapan suaminya ini.
"Apakah kau mau tahu sekarang aku mau apa?" bisik nya pelan, seperti seorang predator hendak memangsa buruan nya, hal itu membuat dada Rani sedikit sesak dan buku kuduknya merinding.
__ADS_1
Ingin rasanya dia menghilang karena tekanan lelaki ini membuat nya seperti kekurangan oksigen.
Sesaat kemudian Gama melanjutkan bisikan yang menekan dan terasa panas di telinga Rani, hal itu sontak membuat darah Rani seolah mendidih.
"Aku mau kamu sayang, kau membuat aku merasa jika kau memang hanya boleh menjadi milikku, karena kau telah membuatku berpikir seperti ini maka jangan harap bisa melepaskan diri dariku," senyuman mengerikan dan pelukan yang semakin erat, tangan kokoh nya seolah memastikan tubuh Rani tidak bisa melarikan diri.
Gama sekarang telah memeluknya, dan wajah mereka berhadapan.
Rani bingung dengan ucapan aneh suaminya ini, entah apa maksud dari ucapan itu akan tetapi ekspresi dan perlakuan suaminya ini terlihat seperti dia sedang menekankan hak miliknya juga sekalian menggodanya.
"Maksud Tuan?" tanya Rani mencoba memperjelas apa sebenarnya maksud dari ucapan suaminya ini.
"Maksud ku adalah aku mau kau malam ini, jadi tunggu aku pulang, sebelum kita bercinta aku ingin membawa mu makan malam agar perut mu kenyang dan kau tidak akan pingsan dibawah ku!" ketus Gama menyeringai dan seolah tidak malu dengan ucapan nakalnya.
Tangan Gama menggenggam tangan Rani, membawanya ke dalam ruangan pribadinya lagi karena masih ada beberapa hal yang harus ia urus disana, jadi dia akan menahan Rani sampai mereka pulang dan makan malam nanti.
__ADS_1
Saat mendengar ucapan nakal Gama Yu, kepala Rani seolah meledak dan wajahnya menjadi Semerah tomat, Rani tidak menyangka lelaki ini bisa mengatakan ucapan se nakal itu dan terlihat masih santai saja.
Dan yang lebih mengejutkan Rani adalah bahwa sikap Gama ini seperti bom waktu yang tidak tahu kapan meledak, bisa-bisanya dia marah sekali tadi akan tetapi sekarang kemarahan itu seperti lenyap dan bahkan bisa memikirkan hal hal dewasa yang di inginkan oleh Gama.
"Lelaki yang sangat mengerikan!" hanya itulah gambaran yang cocok untuk pribadi Gama Yu yang bagaikan bom waktu ini.
***
Disaat yang sama,
John yang begitu patah hati, tidak bisa menerima bagaimana sekarang Rani, seseorang yang sangat ia cintai menjadi kakak ipar nya.
Dia bahkan sampai mabuk mabukan, dia mengemudikan mobil sekarang saat mabuk, patah hati yang sangat menyakitkan membuat nya seperti orang gila.
"Rani, kenapa? kenapa takdir begitu perih? kembali lah padaku!" keluhnya mengemudikan mobilnya tanpa arah.
__ADS_1
Dia tidak akan pernah menerima kenyataan bahwa kekasihnya itu telah menjadi kakak ipar nya sekarang.
***