Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
John mencari masalah.


__ADS_3

Episode 98 : John mencari masalah.


***


Semuanya berteriak saat melihat apa yang telah terjadi dalam lelang hari ini, dan yang ada di layar adalah tidak lain dan tidak bukan mantan pengusaha yang mengadakan lelang hari ini.


Dia kelihatan sudah berdarah-darah, diikat dan tak sadarkan diri, setelah itu ada bukti slide yang menunjukkan jika lelang hari ini adalah lelang penipuan yang ditujukan untuk memperkaya diri sendiri.


Lalu setelah itu, kejahatan kejahatan keji yang pernah ia lakukan sampai sekarang, ditampilkan begitu nyata di hadapan para undangan dan media.


Jadi semuanya segera tersebar.


Gama menatap dengan serius, tangkapan layar mengenai kejahatan lelaki tua itu, sedangkan Rani, dia sudah menutup matanya dan menekan nya di bagian dadanya, agar Rani tidak bisa melihat apapun.


Ada sesuatu yang membuat Gama penasaran, hanya dalam sekali analisa dia sudah yakin jika pelakunya adalah Ardhan Reiner.


Tetapi untuk apa?


Apa tujuan nya?


Semuanya masih menjadi misteri.


"Ada apa sebenarnya? kenapa orang-orang berteriak?" Rani yang sudah sesak hendak melepaskan dirinya.


"Sayang, diamlah, jangan buka mata dan kita pulang," seru Gama membisik, begitu hangat dan tersenyum.


Dia tidak ingin menunjukkan hal mengerikan yang ada di layar sana.


Rani yang sebenarnya penasaran hanya mengikut saja, dia percaya dengan suaminya, jika dia tidak boleh melihat maka memang sebaiknya jangan dilihat.


Semua undangan sudah heboh, yatch pribadi mereka sudah menunggu di luar kapal pesiar.

__ADS_1


Termasuk dengan Gama, assiten nya sudah menunggu disana sejak setelah berita memberitakan mengenai apa yang terjadi di lelang hari ini.


Gama membuka jas nya, menutupi tubuh Rani menggunakan jas yang kebesaran ditubuh istrinya.


Rani benar-benar tetap menutup matanya, bersandar di tubuh suaminya agar bisa berjalan dengan baik.


Akan tetapi ....


Disaat ada kerumunan diluar, saat Gama hendak membawa istrinya keluar melalui jalur yang lain ....


"Srek!"


John yang sudah sepenuhnya mabuk menarik tangan Rani, memeluknya dan menangis di pelukannya.


Sakit hatinya melihat wanita yang seharusnya berada di sisinya sekarang malah bersandar di bahu lelaki lain.


"Rani, aku merindukan mu! aku merindukan mu, jangan pergi ...." John yang wajahnya sudah memerah karena mabuk, menangis tersedu-sedu.


"John? lepaskan aku!" seru Rani sudah membuka matanya dan mendorong John agar menjauh darinya.


John hanya bisa menggelengkan kepalanya, menolak permintaan Rani.


Dia sudah hampir gila karena merindukan wanita ini, bagaimana dia bisa melepaskan nya saat wanita yang ia inginkan ada di dekapannya sekarang.


John tidak sadar karena ia mabuk, monster seperti yang sedang ia usik, ada sesuatu yang tidak bisa dimaafkan oleh Gama, hatinya yang rapuh itu seperti pisau bermata dua.


Jika saja sesuatu yang berharga di sentuh oleh orang lain maka sisi gelapnya akan memenuhi dirinya, inilah bahaya penyakit psikologis nya, dia akan terlihat seperti orang gila yang sedang marah dan bisa melakukan apapun.


"LEPAS!"


"LEPASKAN ISTRIKU ATAU KU BUNUH KAU!"

__ADS_1


Gama berteriak sampai semua orang yang sedang membisik ketakutan dengan hebat, suasana berubah menjadi sunyi dan tenang.


Rani yang sudah tahu suaminya sudah kambuh dan akan sulit dikendalikan, mencoba sekuat tenaganya melepaskan diri, tetapi John benar-benar tidak membiarkan Rani melarikan diri dari dekapannya.


"Lepaskan aku John! apa kau sudah gila? aku ini kakak ipar mu!" teriak Rani mencoba bersuara agar Gama mendengar, agar setidaknya Gama tahu jika dia tidak berkhianat.


Akan tetapi semuanya sudah terlambat, kemarahan nya tidak akan pernah bisa dia kendalikan mau bagaimana pun.


"Srek!"


Gama langsung menarik dengan kasar tangan istrinya, membuatnya terpental ke belakang, rasanya sangat sakit seolah tulang punggung nya retak karena kuatnya lemparan Gama atas tubuhnya.


Tangan nya juga mengenai botol minuman pecah di luar, entah apa sebenarnya yang terjadi saat lalu di luar sini akan tetapi saat diperhatikan oleh Rani semuanya benar-benar kacau.


Tetapi bukan itu yang harus ia pikirkan, tubuhnya merasakan sakit yang begitu hebat, dia bahkan sulit untuk bangkit, dia masih melihat suaminya yang berdiri dengan nafas yang berat dan tangan yang mengepal, mungkin kali ini dia akan benar-benar membunuh John Yu, adiknya sendiri.


"Ga ... Gama, to ... tolong hentikan," suaranya kecil sekali.


Tubuh lemahnya mencoba meraih Gama, akan tetapi Gama sama sekali tidak melihat, dia saja tidak menyadari jika dia sendiri telah melukai istri yang amat dia ingin lindungi.


***


Guys aku baru vaksin dosis 1, jadi demam dan ga bisa nulis. Maaf ya kalau kata per episode nya jadi lebih sedikit, tapi aku usahakan tetap enak untuk dibaca.


Maaf ya semuanya, kalau udah sembuh akan aku banyakin lagi, biar cepat tamat.


Makasih semuanya, jangan lupa like dan komen.


Sayang kalian banyak-banyak. 🤍


***

__ADS_1


__ADS_2