
Episode 87 : Rani bermimpi buruk.
***
Setelah beberapa saat dalam perjalanan ....
Akhirnya Gama dan Rani sampai di kediaman Gama, Gama menggendong Rani dengan sangat hati-hati, dia tidak ingin Rani terbangun karena nya.
Bisa dirasakan oleh Gama saat menggendong Rani jika suhu tubuhnya belum juga membaik.
Gama meletakkan Rani di atas ranjang, keringat yang membasahi dahi nya di usap oleh Gama, Rani yang terlihat sangat dan pucat sekali entah kenapa membuat hatinya sakit.
Dia mengingat bagaimana ibunya juga dulu sakit dan saat itu Gama tidak bisa melakukan apa-apa.
Malam itu Gama meminta kepada Bi Mendi untuk menyiapkan wadah berisi air es, dia ingin setidaknya suhu tubuh istrinya ini bisa kembali normal.
Gama terlihat khawatir sekali, sejak tadi dia bahkan tidak bisa tidur karena melihat Rani terlihat kesakitan sekali, seolah dia sedang bermimpi sesuatu yang sangat mengerikan.
Mimpi yang sama seperti yang ia mimpikan sebelumnya, dia melihat ada dua orang yang kelihatan gelap tak bisa dikenali oleh Rani.
Yang ia lihat dalam mimpi itu hanyalah jika tubuhnya penuh luka dan tanda biru, rasanya perih sekali dan yang lebih parah dia bahkan tidak bisa menangis karena terlalu takut.
__ADS_1
"Jangan ...." tangisan lirih dan pelan, Rani yang bermimpi itu menggelengkan kepalanya, dan tangisannya berderai tak berhenti.
Tubuhnya gemetaran dan wajahnya semakin pucat, kelihatan ketakutan hebat.
Tentu saja Gama semakin panik, dia mengusap wajah istrinya dan memeluknya erat sekali.
"Sssttt .... sayang, tidak apa, aku ada disini, jangan takut ...." suara yang gemetaran dan nafas yang sedikit berat.
Dia memeluk istrinya yang menangis dalam tidurnya, mendekap tubuhnya sampai tubuh Rani tenggelam semuanya dalam pelukannya.
Tangannya tidak berhenti menepuk pundak istrinya, ada hal yang baru saja diketahui oleh Gama sekarang ini, melihat seseorang yang kita sayangi sakit sungguh menghancurkan hati.
"Seandainya aku bisa menggantikan mu yang sedang sakit ini, akan aku lakukan, aku tidak bisa melihat mu menderita seperti ini sayang, jangan menangis lagi," Gama tidak tahu lagi apa yang harus ia lakukan.
Mengatakan hal hal aneh, dan kelihatan ketakutan sekali, yang Gama tahu hanyalah ingin memberikan kehangatan dan memberitahukan Rani jika dia ada disini dan melindungi nya.
***
Di sisi lain, Rani yang masih bermimpi begitu buruk tetap gemetaran ketakutan.
"Sakit ..."
__ADS_1
"Jangan lagi ..."
"Aku bersalah, aku minta ampun,"
Kata-kata itu terus saja terdengar, begitu lirih dan terdengar menyedihkan sekali.
Gama mengecup dahi istrinya. "Ada apa sebenarnya? kenapa wajah mu begitu menderita, apakah ada yang kau sembunyikan dariku? apakah kau pernah menderita juga seperti aku?" Gama tidak akan meninggalkan istrinya ini.
Dia mengganti balutan es yang di dahi istrinya, memeluknya erat jika Rani tiba-tiba menangis dan terjaga semalaman hanya untuk memastikan istrinya kembali tenang.
Malam itu begitu aneh tetapi juga menakutkan bagi Gama, hanya satu yang ia inginkan, dia ingin istrinya bangun dan sembuh.
Mulai hari ini dia akan lebih protektif, dia akan menjaga kesehatan tubuh istrinya, hatinya begitu sakit jika melihat wanita nya ini kesakitan dan dia tidak bisa melakukan apapun.
Seolah mengingatkan Gama mengenai ibunya, dia tidak ingin hal itu kembali terjadi lagi.
***
Halo guys aku lagi ada 4 novel yang ongoing sekaligus, jadi crazy up nya aku buat bergiliran, nah Minggu ini jadwal Novel Boss Playboy yang crazy up.
Tapi Minggu depan, novel ini akan kembali crazy up lagi yaa.. maaf ya sedikit isi novel nya, lagi nabung episode soalnya.
__ADS_1
Terimakasih jangan lupa berikan masukan nya yaa.. 🥰