Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Gama berubah drastis.


__ADS_3

Episode 46 : Gama berubah drastis.


***


Semenjak Gama sampai dia bahkan belum sempat beristirahat, Gama memang terkenal sangat gila kerja dan serius sekali jika dalam mengurus pekerjaan nya.


Setelah selesai beberapa data yang sudah ia kembangkan sendiri, akhirnya dia memilih untuk pergi ke hotel dan mengistirahatkan dirinya sebentar.


"Ah, aku rindu Rani, apakah aku terlalu keras padanya? dia pasti masih merasa sakit pinggang," Gama berbicara sembari melihat jalanan kota yang sudah gelap.


Entah kenapa seharian ini yang dia pikirkan hanya Rani seorang, bahkan saat ia bekerja pun Rani tetap terbayang di kepalanya.


Semakin ia pikirkan maka semakin kesal juga diri nya, mereka sesal mengapa John yang pertama bertemu wanita secantik Rani.


"Harusnya aku yang pertama!"


Ketusnya malah kesal sendiri, membuat supir yang sedang mengemudikan mobil jadi kebingungan mengira apakah atasannya ini sudah diambang kegilaan atau tidak.


Setelah beberapa saat dalam perjalanan ...


Gama sudah sampai di hotel yang sudah disiapkan khusu oleh pemilik hotel untuk Gama.


Pemilik hotel yang mengetahui Gama akan menginap langsung menyediakan sendiri ruangan kelas terbaik di hotel nya.


Gama ingin langsung membersihkan dirinya dan ingin menghubungi istrinya sampai dia terlelap, akan tetapi saat ia memasuki ruangan dia melihat ada beberapa wanita cantik nan seksi di ruangan itu.


Matanya yang tajam dan ekspresi yang langsung suram, dia melangkah dan melonggarkan dasinya.


"Tuan Gama, anda pasti lelah, mari kami bantu untuk mandi ...."


Para wanita itu sangat cantik, mungkin mereka adalah yang teratas dan termahal di kelasnya, mereka langsung menggoda Gama semenjak Gama masuk kedalam kamarnya.


Suara tawa genit mereka terasa panas ditelinga Gama, ingin sekali dia membuang para wanita ini langsung dari atas gedung hotel.

__ADS_1


"Aku hitung sampai tiga, jika kalian belum keluar aku akan mematahkan lengan dan tangan kalian!"


Gama langsung membentak para wanita itu dengan tatapan nya yang sangat tajam, Gama sudah tahu pasti siapa yang menyiapkan para wanita ini.


Yang menyiapkan pastinya pemilik hotel karena saat Gama menginap pasti para wanita kelas atas akan di suguhkan kepadanya.


"Tu ... Tuan Gama, tidak bercanda kan?" tanya salah seorang gadis penghibur itu sudah ketakutan setengah mati.


"Heh!" Gama menyeringai mengerikan, dia kemudian mulai menghitung.


"Satu ...."


"Dua ...."


Saat melihat Gama begitu serius dengan ucapannya, para wanita cantik itu langsung bergegas pergi, terburu-buru karena takut sekali melihat senyuman mengerikan dan tatapan tajam Gama.


Sesampainya di luar hotel,


"Bukannya seharusnya dia suka di layani oleh kita? kenapa dia berubah drastis?"


Para wanita penghibur itu bertanya ke sesama mereka keheranan akan tetapi mereka tetap pergi daripada mendapatkan kengerian Gama.


***


Di dalam hotel Gama,


"Cih, mereka semua menyebalkan, tidak ada yang lebih cantik dari istriku! bau mereka menyengat dan membuat aku ingin muntah!" ketus Gama sembari menjatuhkan dirinya ke ranjang dan mulai menghubungi istrinya menggunakan video call.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Sekali dia hubungi tidak diangkat juga, dua kali di hubungi tidak diangkat juga, sekarang Rani tengah serius makan dan menonton siaran kesukaan nya yaitu Spongeboob.


Sampai sampai Rani tidak memperhatikan jika Gama sudah menghubungi sejak tadi.

__ADS_1


***


"Nyonya Rani ...."


Bi Mendi datang mengejutkan Rani yang sudah selesai makan dan tengah tertawa melihat betapa lucunya tontonan yang sedang ia tonton.


"Eh iya Bi, ada apa?" tanya Rani menurunkan volume film yang ada di televisi.


"Maaf Nyonya, tetapi Tuan Gama ingin berbicara," balas Bi Mendi menyodorkan ponselnya.


Mata Rani langsung terbelalak dan terbatuk saat mendengar nama suaminya itu.


Dia segera menaruh ponsel itu di telinga nya dengan sedikit khawatir.


Dan benar saja saat ia mengatakan halo, bentakan seperti guntur langsung menggelegar di telinga Rani.


"JIKA KAU BELUM MENGANGKAT PANGGILAN VIDEO DARIKU AKAN KU HABISI KAU SIANG DAN MALAM NONSTOP SAMPAI KAU TIDAK BERJALAN!"


ancaman itu langsung menusuk Rani dan membuat nya gemetaran, dia langsung mengembalikan ponsel Bi Mendi dan susah payah pergi ke ranjang nya untuk mengambil ponselnya yang ada di atas meja tepi ranjang.


"Ahh, pinggang ku sakit sekali, tetapi demi keselamatan hidup, aku harus segera sampai di ranjang!" teriak Rani menggebu-gebu menahan sakit pinggang nya dan melangkah bagaikan siput ke arah ranjang yang tidak jauh darinya.


"Apakah perlu saya bantu Nyonya?" tanya Bi Mendi sedikit terkekeh melihat betapa lucunya wanita yang menjadi istri Gama ini.


"Terimakasih Bi, tetapi aku bisa kok, hehe." balas Rani berjuang begitu keras hanya untuk bisa sampai di ranjang.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu ya Nyonya," seru Bi Mendi tersenyum dan akhirnya keluar dari kamar Tuan nya.


***


Guys sebenarnya dari kemarin author lagi sakit, jadi ga bisa update banyak, maafkan ya nanti kalau udah sembuh akan update banyak, terimakasih sudah membaca karya aku semuanya.


Lope you sekebon.

__ADS_1


__ADS_2