Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Gama marah


__ADS_3

***


Di kantor Gama,


Atasan Rani yang sudah ketakutan ini benar benar tidak mengerti dia melakukan kesalahan apa, padahal dia hanya melakukan pekerjaan nya dengan benar.


Rani memutuskan resign karena pernikahan dan ingin mengurus suami, dan sebagai atasan dia merasa keputusan Rani merupakan keputusan yang sudah ia pikirkan dengan matang.


"Pak, Rani beralasan resign karena ingin mengurus suami dan dia mengatakan dia telah menikah, jadi saya tidak memiliki pilihan lain selain menyetujui permintaan nya."


Atasan Rani itu memberikan alasan se rasional mungkin, dia ketakutan sekali akan segera di pecat dari perusahaan ini akan tetapi setidaknya dia harus memberikan jawaban yang sebenarnya.


"Cih! perempuan pembohong itu! dengar ya, jika kau tidak membuat nya kembali bekerja disini aku akan langsung memecat mu! berani nya kau setuju memecat dia!" geram Gama benar benar marah.


Pulpen yang sedang ada di tangannya hendak menandatangani berkas saja sampai patah karena emosinya.


"Brengsek! wanita itu bahkan berbohong! dia pasti sengaja ingin bertemu dengan lelaki lain atau bertemu dengan John! awas saja jika itu benar, akan ku habisi kau!" geram Gama dengan ekspres mengerikan dan mata yang begitu tajam.

__ADS_1


Karyawan Gama yang merupakan manager umum itu sudah keringat dingin, dia tidak mengerti hubungan apa yang dimiliki oleh Gama dan Rani akan tetapi, dia harus melakukan perintah atasannya ini jika tidak ingin kehilangan pekerjaannya.


"Ba ... Baik Pak, sa ... saya akan menghubungi Nona Rani lagi," serunya sudah gemetaran dan gugup.


Lalu ia segera berlalu dengan wajahnya yang sudah pucat pasi.


Gama memang terkenal menyeramkan dan tidak kenal ampun, akan tetapi kali ini entah kenapa dia diberikan kesempatan, karyawan Gama yang merupakan atasan Rani ini menjadi semakin penasaran ada hubungan apa sebenarnya antara atasannya itu dan Rani.


Setelah ia keluar dari ruangan Gama,


"Brak!"


"Wanita pembohong! jelas jelas dia hanya ingin mencari cara untuk pergi dariku! jika saja aku tahu dia berselingkuh dan berkhianat dariku akan ku patahkan tangannya dan kakinya agar dia tidak bisa pergi kemanapun!" geram Gama mulai menghubungi Rani.


Walau assiten nya sedang mencari keberadaan Rani akan tetapi dia ingin menghubungi nya secara personal.


Rasanya Gama tidak sabaran menunggu laporan baik dari assisten nya maupun bawahan bodohnya yang tadi yang telah menyetujui Rani resign.

__ADS_1


"Tring ... Tring ... Tring!"


Beberapa kali Gama menghubungi Rani akan tetapi Rani tidak mengangkat malahan setelah panggilan ke tiga ponsel Rani sudah tidak bisa dihubungi, nomornya jadi tidak aktif.


"BRENGSEK! BERANI NYA KAU MEMATIKAN PONSEL MU BAHKAN SAAT AKU MENELEPON MU!"


Kemarahan Gama sudah berada di puncak, dalam pikiran nya sekarang Rani pasti sedang bersama dengan John dan mereka sedang menghabiskan waktu bersama


Gama sangat membenci pengkhianatan, dia akan ingat bagaimana ibunya dikhianati sampai meninggal, hatinya akan panas dan dia akan menjadi gila jika saja ada seseorang mengkhianati dirinya.


***


Disaat yang bersamaan, Ardhan yang memang merasakan cinta pada pandangan pertama kepada Rani mencoba serius menginterview Rani, dan sesuai dengan ekpektasi nya Rani adalah wanita yang pintar dan profesional, kriteria sekretaris yang ia inginkan ada di diri Rani.


Setelah selesai interview Ardhan mengajak Rani makan siang bersama, walau awalnya Rani menolak akan tetapi Ardhan benar benar memaksa.


***

__ADS_1


__ADS_2