
Episode 29 : Dasar lelaki Arogan!
***
Di perusahaan Reiner,
Setelah makan siang itu usai, Rani hendak kembali pulang, sedangkan Ardhan Reiner yang merasakan cinta pada pandangan pertama itu lupa hendak memberikan kontrak kerja yang harus ditandatangani oleh Rani.
Bagaimana pun Rani sudah pasti diterima di perusahaan nya, bukan saja karena Rani dinilai cocok mengemban tugas yang akan ia berikan, akan tetapi Ardhan merasa dia ingin semakin dekat dan mengenal Rani hari demi hari mereka bersama nanti nya.
Saat berjalan pulang, Rani memeriksa ponsel nya dan menyadari jika ponselnya telah kehabisan baterai, untung saja ada power bank yang sudah ia persiapkan dan segera ia pasangkan ke ponselnya.
Bagi pencari kerja mempersiapkan hal hal seperti power bank memang harus dilakukan untuk kepentingan mendadak seperti ini.
Saat ia sudah sampai di lobby perusahaan dan hendak berjalan menuju busway terdekat, Rani terkejut sekali melihat betapa banyaknya panggilan tak terjawab dari suami kejamnya.
Jantung nya sedikit was was saat melihat panggilan tak terjawab itu.
"Ada apa dengan lelaki ini? kenapa banyak sekali penggilan darinya?" gumam Rani dimana jantungnya sedang berdegup kencang tidak tenang.
Firasat nya mengatakan ada hal aneh yang sedang terjadi dan akan menimpa dirinya.
__ADS_1
"Tring ... Tring ... Tring!"
Baru juga sebentar Rani memerhatikan ponselnya, panggilan dari Gama sudah datang lagi.
"Glek!"
Rani menelan salivanya karena takut dan gemetaran.
Tetapi dia tahu jika dia tidak mengangkat panggilan itu maka habislah dirinya.
"Haaahhh!" Rani mengatur pernafasan nya dan berjalan ke tempat yang sedikit sepi di sekitaran lokasi busway dekat perusahaan Reiner.
"Ha ... halo?" jawab Rani dengan suara yang gemetaran dan gugup sekali.
Rani harus menjauhkan ponselnya dari telinganya sebentar.
"JIKA KAU TIDAK DATANG KE KANTOR KU SEKARANG! AKAN KU HABISI KAU! AKU TUNGGU LIMA MENIT!" geram Gama langsung mematikan panggilan itu setelah memberikan ancaman mematikan pada Rani.
Rani langsung membelalak dan tegang, "Lima menit? mana mungkin aku bisa sampai disana dalam lima menit? aaaaa! ada apa dengan si arogan ini! kenapa tiba-tiba marah dan mengancam sih? aku salah apa lagi!" teriak Rani benar benar kesal sekali sampai sampai semua orang yang ada di sekitar nya segera memperhatikan nya.
"Tring!"
__ADS_1
Belum sampai disitu, ada pesan yang masuk ke ponsel nya lagi.
"Coba saja kau telat aku akan menghabisi mu di ranjang selama ber jam jam, satu menit artinya satu jam, hitung saja berapa jam kau akan pingsan di ranjang nantinya!"
Itulah pesan yang dikirimkan oleh Gama pada Rani yang membuat Rani langsung kelabakan dan berlari mencari busway yang akan membawanya dengan cepat ke kantor milik Gama.
"Bajingan mesum! bilang saja kau sengaja kan? mana mungkin aku bisa sampai dalam lima menit! perjalanan tercepat saja bisa memakan waktu 45 menit! sialan sialan!" geram Rani langsung naik kedalam busway yang syukur nya langsung datang tepat waktu.
Yang diharapkan oleh Rani sekarang adalah agar jalanan tidak macet dan membuat hidupnya semakin susah saja.
***
Disaat yang sama di kantor Gama,
"Pak, jadi apakah kami perlu menjemput Nyonya Rani sekarang?" tanya Roni pada atasannya ini yang sedang senyam senyum begitu jahat namun juga nakal menegang ponselnya.
"Tidak perlu! dia akan datang sendiri kesini!" seru Aron memang sudah memberikan peringatan kepada Rani.
"Baiklah Pak, bagaimana dengan permintaan Nona Christy yang ingin menghabiskan malam dengan anda apakah saya setujui Pak?" tanya Roni lagi untuk menyesuaikan jadwal atasan nya.
"Ck! dia kira dia siapa! ingin menghabiskan malam dengan ku! tidak tahu diri! batalkan, malam ini aku sudah memiliki rencana yang lebih baik!" ketus Gama dengan memicingkan matanya seolah tidak suka mendengarkan nama wanita itu.
__ADS_1
Bagi Gama tidak boleh ada wanita yang sok memiliki hak untuk mengundangnya.
***