Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Hanya boneka mainan!


__ADS_3

Episode 40 : Hanya boneka mainan!


***


"Haaahhh!"


Rani yang tengah kelelahan dan lemas dan merasa malu juga aneh dengan dirinya sendiri karena terlalu menikmati sentuhan dan dorongan Gama Yu, suaminya mencoba bangkit dan membersihkan dirinya yang penuh keringat.


Dia akhirnya sadar betapa hebatnya seorang lelaki dewasa berpengalaman saat ada diatas ranjang.


Akan tetapi hati nya tetap kosong, dia mungkin menikmati sentuhan dan dekapan lelaki itu, mungkin tubuhnya seolah terjatuh kedalam keinginan lelaki itu.


Akan tetapi Rani tahu hatinya tetap rapuh dan lelaki itu tetap menghancurkan hatinya dari dalam.


Rani segera beranjak menuju kamar mandi, dia melihat pantulan dirinya di depan cermin, dia lihat banyak sekali tanda biru di sekujur tubuhnya, matanya yang sayu dan dalam, lagi lagi dia harus merasakan hal ini.


Dia melihat dan menyentuh kaca yang memantulkan wajahnya yang kelelahan, "Walau dia suamiku, walau seharusnya dia memang wajar melakukan nya, tetap saja aku tidak merasa senang, dia tidak mencintai aku dan hanya tertarik kepada tubuh ku! apakah aku hanya wanita pemuas saja? dia jelas jelas mengatakan dia hanya tertarik tetapi tidak mencintai ku!"

__ADS_1


Rani menangisi kepedihan hidup nya, tetapi Rani tahu ada harga yang harus ia bayar untuk fasilitas dan bantuan yang diberikan oleh Gama kepadanya dan keluarga nya.


Dengan mengusap air matanya sampai kering karena dia adalah anak pertama yang menjadi tumpuan keluarga, Rani membersihkan dirinya dengan baik, lama sekali dia berendam di dalam bath tub, sekitar satu jam dia mandi dan akhirnya dia keluar dari dalam kamar mandi.


Mengenakan pakaian longgar yang cukup untuk menutupi seluruh lekuk tubuhnya, dia tidak ingin menaikkan gairah suaminya lagi, dia terlalu lelah dan setiap kali Gama meniduri nya maka rasanya akan terasa sakit di hatinya.


Karena Rani tahu dirinya hanyalah wanita yang dimanfaatkan untuk tujuan Gama Yu.


"Cklek!"


Rani membuka pintu


Saat terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, pandangan Gama segera tertuju kepada Rani yang sengaja memakai pakaian besar dan longgar, mungkin takut gairah Gama akan naik lagi jika mengenakan baju tidur biasa.


Gama menyeringai dan terkekeh pelan, "Wanita yang sangat imut tetapi kerasa kepala!"


"Sayang, kemari lah!"

__ADS_1


Sembari menepuk kasur empuk yang dimana bed cover nya telah tergantikan sejak saat Rani mandi, Gama meminta agar Rani segera datang dan duduk di sisinya.


Rani menurut bak boneka, melangkah tak berdaya menuju arah monster yang Rani tahu akan menerkam nya suatu saat.


"Srek!"


Saat Rani sudah dekat dan hendak naik keatas ranjang, tangan kokoh itu menarik Rani dan mendorong nya sampai terjatuh ke pelukannya.


Dada Gama bidang sekali, jadi jika Rani dalam pelukannya maka tubuh Rani akan seperti tertelan oleh lelaki ini.


"Kau wangi sekali sayang, aku suka," bisik nya meletakkan majalah bisnis yang tadi ia baca ke meja dekat ranjang nya.


Lalu ia membaringkan tubuhnya dan mendekap Rani.


Lama sekali Gama terdiam, memejamkan matanya dan memeluk istrinya lekat sekali sampai ia mengajak Rani berbincang lagi.


“Sayang, besok aku akan pergi ke laur negeri, selama satu minggu, aku akan mengawasi mu jika kau berani mengkhianati ku dan mencoba bermain api dengan ku, aku tidak akan lagi memberikan kesempatan kepadamu seperti sekarang ini,” ucap Gama memang akan pergi ke luar negeri melakukan urusan bisnis.

__ADS_1


Mungkin alasannya menghabisi Rani malam ini juga adalah agar Rani ketagihan dengan tubuhnya dan mungkin akan merindukan nya nanti.


***


__ADS_2