Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Rani hanya mengidam disayang suami.


__ADS_3

Episode 105 : Rani hanya mengidam disayang suami.


***


Di sisi lain,


Ardhan Reiner disaat yang sama juga terus menyelidiki mengenai Rani, dia sudah menerima laporan jika Rani masih dirawat secara berkala di rumah sakit.


Matanya yang dalam itu, melihat foto pernikahan antara Rani dan Gama Yu.


"Saat ini aku hanya ingin kebahagiaan mu, aku terlalu takut menginginkan hal lebih, aku takut kau menghilang lagi, jadi aku akan mengawasi mu, menjagamu dari jauh, saat lelaki yang sepertinya sangat kau cintai itu melukai mu, aku tidak akan lagi menahan diriku!"


Ardha berbicara sendiri, dia melihat semua laporan mengenai Rani, dan dia memang benar adalah Bulan yang ia kenal.


Ardhan tidak ingin Rani mengingat apapun tentang masa lalu, dia tidak ingin wanita bercahaya yang cantik itu terluka jika mengingat kehidupan macam apa yang mereka lalui saat lalu.


Ardhan akan menyimpannya sendiri dan mengamati Rani dari jauh, walaupun begitu, walau hanya bisa mengamati dan menjaga dari jauh, Ardhan merasa ini adalah kado paling hebat dari Tuhan.


Dia benar-benar tidak menginginkan apapun lagi kecuali kebahagian wanita itu, dia sudah pernah hidup dalam kegelapan dan tidak ada tujuan hidup, sekarang dia menemukan nya lagi, setidaknya Ardhan hanya ingin memastikan wanita itu akan benar-benar bahagia selama sisa hidup nya.


***


Setelah malam itu, pagi hari pun menyingsing, Rani ingin segera pulang saja, dia tidak mau berada di rumah sakit berlama-lama.


Setiap ibu hamil memang mengidam dengan cara yang berbeda-beda, dan Rani benar-benar hanya ingin dekat dan selalu disayang suami nya.


Rani tidak terlalu mengidam hal aneh, dia hanya lebih sensitif dan menuntut Gama untuk lebih memperlihatkan rasa sayangnya.


Tentu saja Gama dengan senang hati melakukan itu, tanpa Rani mengidam pun Gama sudah berlebihan menunjukkan rasa sayangnya.

__ADS_1


"Sayang, gendong aku ke mobil yaa, aku tidak mau pakai kursi roda," dengan wajah yang menggemaskan, Rani melihat kearah Gama.


Membuat jantung Gama hampir copot, di sisi lain Gama bahagia sekali, tetapi juga kesal karena dokter mengatakan dia harus menahan adegan ranjang setidaknya sampai tulang punggung istrinya benar-benar pulih.


"Glek!"


Gama menelan salivanya, sudah berapa kali adik kecilnya bangun dan mengeras karena Rani, dan dia tidak bisa melakukan pelepasan karena keadaan istrinya ini.


"Ini menyiksa ku!" ketus Gama dengan wajah yang memerah dan tangan yang dikepal karena menahan gairah yang sangat besar.


Saat mendengar kata-kata itu, linangan air mata langsung membasahi pipi Rani.


Hatinya yang sedang sensitif karena hamil muda membuat nya selalu berpikir aneh.


"Sayang, ada apa lagi? kenapa menangis? apakah aku mengatakan hal yang salah?" Gama sedang berjongkok di depan kursi roda istrinya, mencoba bertanya dengan lembut.


"Kau tidak mencintai aku lagi, kau bilang ini menyiksa ku, kau tersiksa selama bersama ku begitu? itukah yang mau kau katakan?"


Rani benar-benar mengambil serius kata-kata suaminya, benar-benar sangat sensitif dan perasa, Rani mengidam hal yang sangat aneh seperti nya.


"Haahhh!"


Gama menghela nafasnya dalam-dalam, dia harus super duper sabar, dia tahu jika istrinya sedang mengidam, hanya saja Gama memang sangat bergairah jika melihat dan bersentuhan dengan istrinya, jadi terkadang Gama terlihat sedang kesal tetapi sebenarnya itu hanyalah ekspresi saat menahan gairahnya.


"Sayang ...." Gama berbicara dengan sangat lembut, dia mengusap rambut istrinya dan demi menghindari sekitar mendengar apa yang dikatakan oleh Gama, Gama sekarang sedang membisik.


Bagaimana pun disana ada Ares beserta suster, bahkan ada ibu mertuanya yang sudah bagaikan nyamuk menonton adegan unyu nan romantis dari kedua sejoli yang sedang dimabuk asmara.


Telinga Ares dan yang lain langsung membesar seperti gajah, mencoba mendengar apa yang dibisikkan oleh Gama.

__ADS_1


"Sayang, kau membangunkan adik kecilku, kau menyiksa ku karena aku harus menahan nya, kau terlalu menggoda sampai aku hampir gila, bukan karena aku tidak mencintai mu," bisik Gama membuat pipi Rani segera memerah, tapi dia kelihatan malu malu kucing.


Dia melebarkan tangannya dan kembali tersenyum malu.


"Ooh, kalau begitu gendong aku," balas Rani malu malu membuat semua orang di ruangan semakin penasaran apa yang dibisikkan oleh Gama Yu.


Hanya Sheryl yang terlihat tidak terlalu penasaran dan malah bangga pada menantunya yang kelihatan sangat mencintai istrinya itu.


"Menantuku memang paling hebat!" seru Sheryl mengangkat jempol dan tertawa membuat Ares dan para suster itu sekarang beralih pandangan dari Gama yang sedang menggendong istrinya kearah ibu mertua Gama, yaitu Sheryl.


***


Disisi yang lain,


Kemarahan Marian setelah membaca berita-berita mengenai dirinya yang dipermalukan di acara lelang saat lalu semakin geram.


Dia melempar surat kabar, memang banyak sekali kabar yang berdebar mengenai lelang malam itu, bukan saja mengenai pasangan fenomenal Gama Yu dan Rani, kematian mantan pengusaha yang mengadakan lelang, juga bagaimana seorang istri dari Deffan Yu dipermalukan di depan banyak orang.


Marian merasa sangat terhina, dia bersumpah akan membalas Rani seribu kali lipat, dia juga semakin membenci Gama, dia akan berusaha membuat John lebih unggul dari anak itu.


Kebencian Marian terhadap Gama belum usai, sekarang kebencian nya malah merembes ke istrinya yaitu Rani.


"Dasar monster, sama seperti ibumu, kalian sangat menyebalkan dan menjijikkan!" geram Marian sudah memiliki rencana untuk memberikan Rani pelajaran yang setimpal.


***


Guys kalau udah dikasih crazy up gini jangan lupa di like ya guys, biar makin semangat akunya, banyak diantara kalian yang ga like loh.. hehe..


Sebelumnya terimakasih, ditunggu sarannya 🤍

__ADS_1


__ADS_2