Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Malam Panas


__ADS_3

Episode 63 : Malam panas.


*Warning : yang belum dewasa jangan dibaca ada adegan ranjang dan yang tidak suka adegan ranjang bisa di skip episode ini. Terimakasih*


***


Rani dan Gama kembali ke kediaman besar milik Gama, semuanya nampak tenang dan biasa saja, tetapi bagi para pelayan apalagi Bi Mendi, hari ini terlihat luar biasa, karena wajah Gama terlihat tenang dan tidak marah seperti tahun tahun sebelumnya.


“Sayang, apakah kau bahagia?” suara lembut itu begitu jelas terdengar di belakang telinga Rani.


Tangan nakal Gama dan bibirnya sama sekali tidak bisa berhenti mengganggu Rani.


Gama memeluk dan mengecup leher Rani berulangkali, sekarang sudah malam, mereka saat ini berada di kursi sofa di dalam kamar pribadi Gama.


Setelah makan di restoran mewah, Gama memang langsung membawa Rani pulang, dia lebih suka menghabiskan waktu bersama Rani berduaan saja di kediaman nya. Karena dengan begitu dia bisa leluasa melakukan apa saja.


“Aku, aku bahagia,” balas Rani dengan wajah yang datar, sama sekali tidak ada kebahagiaan di wajah itu, yang ada hanyalah ekspresi tertekan.


Bagaimana pun, dia tahu jika hari ini Gama melakukan hal aneh terhadap nya, bersikap lembut namun tetap terselip kearoganan yang besar.


Rani seperti seorang yang tak bisa menolak, dia harus berpura-pura senang jika tidak maka lelaki ini akan menggila.


Rani masih ingat apa kata Bi Mendi tadi siang, entah kenapa kata-kata itu menyentuh hatinya akan tetapi membuat ia takut disaat yang bersamaan.


Seolah sebuah beban berat sedang ia pikul sekarang.


“Kalau begitu apakah tubuhmu sudah baikan? aku ingin kau menyenangkan ku dengan tubuhmu, aku sudah menahan ini selama satu minggu,” bisik Gama yang sama sekali tidak bisa melihat ekspresi Rani yang sedang ia peluk erat itu.


“Apa? mau melakukan itu lagi? dasar monster, aku tidak mau! Ayo Rani, berfikir lah, cari cara untuk menolak permintaan si arogan ini tanpa menyinggung harga dirinya,” gumam Rani sudah panik saat dengan tiba-tiba Gama memintanya untuk melayani nya malam ini.


Tangan Gama lagi-lagi sudah menggerayangi tubuh istrinya dari dalam baju, dia memberikan sentuhan lembut disetiap jengkal tubuh Rani yang ia jamah.

__ADS_1


Gama suka menyentuh dan menjamah tubuh hangat istri nya, dia memejamkan matanya untuk bisa merasakan kehangatan itu lebih intim lagi.


“Sayang, apa kah kau tahu? tubuhmu sangat menarik, karena kau sangat sensitif, hanya di sentuh seperti ini sudah membuatmu ingin, tenang saja sayang aku akan memuaskan mu,” bisik Gama tersenyum nakal saat menemui jika tubuh istrinya sudah bergetar hebat menerima setiap sentuhan yang ia lancarkan.


“Aku yakin, sebentar lagi kau akan jatuh kedalam pelukan ku, dan akan ketagihan dengan aroma tubuhku,” gumam Gama sangat yakin, dia yakin jika yang menginginkan Rani bukan hanya dirinya, Rani juga sesungguhnya menginginkan Gama terlihat dari respon tubuh yang tidak bisa di bohongi.


"Ngomong apa sih dia ini? memalukan, lalu kenapa yang seolah malu disini hanya aku, kelihatan sekali dia memiliki pengalaman yang banyak dengan wanita! kenapa aku jadi kesal ya?" geram Rani tetap mencoba menahan rasa malunya yang tak tertahankan itu.


Tetapi sentuhan jemari suaminya, belum menyentuh bagian sensitif akan tetapi tubuhnya memang sudah bergetar dan terhentak seperti terkena sengatan listrik.


Jemari hangat suaminya yang mengusap pundaknya dan pahanya ini seperti membuatnya pusing dan ketagihan.


“Ahhh, kenapa tubuhku jadi panas, bukankah seharusnya aku menghentikan tangannya? Lalu apa ini? Mengapa aku terbawa dan terlena, tubuhku seperti bukan milikku, tubuhku benar-benar merespon sentuhan lelaki ini, rasanya aneh tapi membuatku melayang,” Rani yang tanpa sadar mengikuti permainan Gama, matanya terpejam dan suara-suara geli terdengar dari mulutnya.


Malu yang tidak tertahankan saat mengeluarkan suara-suara itu membuat wajah Rani memerah, lalu ditutup lah mulutnya dengan kedua tangannya, agar Rani tidak akan mengeluarkan suara yang memalukan itu lagi.


Mendengar suara kecil namun sangat menggoda itu semakin membakar gairah Gama sampai ke ubun-ubun.


“Sayang, keluarkan saja, disini hanya ada kita berdua, aku suka saat kau mendesah di bawahku,” bisik Gama dengan nakalnya sudah menanggalkan pakaiannya sendiri sembari memberikan senyuman nakal yang begitu buas.


Lalu setelah itu secara perlahan namun pasti, ia juga menanggalkan pakaian yang menutupi tubuh istrinya.


“Ahh, tidak, tidak, aku tidak boleh kehilangan diriku lagi di hadapannya, cepatlah sadar Rani, kau harus menolaknya,” gumam Rani berusaha sebisa mungkin untuk menolak sentuhan yang semakin lama semakin liar.


“Woah, kau memang sangat sensitif, kali ini aku akan mengajarimu teknik baru, jika kau kelelahan katakan padaku, akan segera ku hentikan,” bisik Gama memberikan gigitan tipis di buah dada istrinya, memberikan sengatan yang membuat Rani telah lupa diri secara total.


"Ahhh ... Tuan," teriakan kecil dan cengkeraman tangan kuatnya ke kursi sofa membuat suasana semakin menggairahkan dan terlihat sangat seksi.


"Hah!" sembari memberikan esapan dan gigitan tipis matanya yang tajam itu memperhatikan ekspresi Rani yang memejamkan matanya yang telah sepenuhnya kehilangan dirinya karena kehebatan Gama memainkan tubuh istrinya ini.


Tidak tahan ia melihat wajah menggoda dan ekspresi istrinya yang semakin menggairahkan dirinya itu.

__ADS_1


Dengan gairah yang menggebu-gebu, wajah Gama segera naik ke atas dan menghadapkan wajahnya dengan wajah merah Rani yang terasa panas.


"Sayang ...." dengan nafas yang berat dia mengecup bibir istrinya, begitu lembut sampai Rani tak mengerti mengapa ciuman bisa segila ini.


"Panggil aku dengan nama ku," bisiknya lagi menyesap telinga Rani mencoba membangkitkan gairah Rani sampai ke puncak.


"Ga ... Gama ..." suara tipis dan kecil, gadis polos yang telah tenggelam dalam kegilaan adegan ranjang yang sedang diajarkan oleh suaminya.


Hal itu membuat Gama semakin bersemangat lagi.


Saat mendengar istrinya memanggil namanya dengan menggoda seperti itu, Gama bangkit dan menggendong istrinya, mereka pindah ke atas kasur agar tubuh Rani merasan nyaman.


Gama membuat Rani duduk di pangkuannya dengan kaki terbuka, ciuman panas sedari tadi tidak lepas dari bibirnya, kali ini Gama benar-benar dalam mode serius untuk menghabisi istrinya.


Sama seperti sebelumnya, dia tidak tahu jika melakukan hubungan intim bisa sebegini menyenangkan, bagi Gama dulunya melakukan hubungan intim hanya untuk melepaskan dahaganya saja dan hanya sebuah olahraga menyenangkan semata.


Akan tetapi dengan Rani, ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan Gama, bahwa dahaga yang tak bisa ia jelaskan terpuaskan sampai ke level tertinggi.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana

__ADS_1


***


__ADS_2