
Episode 47 : Aku ingin mencium mu sekarang!
***
Akhirnya setelah berjuang dengan sekuat tenaga, Rani bisa sampai di ranjang nya dan mengambil ponselnya.
Dan benar saja udah banyak panggilan tak terjawab dari sang suami aneh nya.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Panggil video muncul lagi membuat Rani terperanjat dan segera mengatur pernafasan nya untuk mengangkat panggilan itu.
"Ha ... Halo?"
Rani segera mengangkat dan tersenyum kaku, mencoba agar Gama tidak terlalu membentak nya.
"HALO?!"
Tetapi tetap saja wajah kemarahan dan suara menggelegar Gama menghiasi layar telepon nya.
__ADS_1
"Kenapa kau suka sekali mengabaikan panggilan dariku, apakah kau meremehkan aku!" ketus Gama baru saja melihat istrinya di layar dan jantungnya sudah berdegup kencang sekali.
Dia merindukan istrinya ini, Gama tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata akan tetapi seharian yang ia pikirkan hanyalah Rani, bahkan dia tidak selera dengan wanita secantik apapun lagi.
"Ti ... tidak Tuan, tadi ponsel ku ada di atas meja dekat kasur, lalu aku sedang makan dan tidak memerhatikan panggilan darimu,"
Rani segera menjelaskan kronologi kejadian yang tengah terjadi, dia tidak ingin kena marah, mood nya sudah kurang bagus karena kedatangan Christy Lin tadi siang, jadi dia menjelaskan secara lugas dan jelas kali ini.
"Hmm, sekali lagi kau harus memegang ponsel mu, jika aku menghubungi mu kau harus langsung mengangkat, mengerti!" seru Gama sedikit tersenyum sekarang, entah apa yang membuat perubahan ekspresi itu akan tetapi Rani tak perduli.
"Iya Tuan, mengerti," balas Rani ingin segera mengakhiri panggilan ini dan mengakhiri pembicaraan nya dengan Gama.
"Heh, kan dia ini hanya memikirkan hal mesum saja!"
"Eh tapi tunggu ... tunggu, ada nasi di pinggiran bibirku?" ketus Rani panik dan melihat dengan jelas wajahnya yang juga ada dalam layar dan dia lihatlah jika memang benar ada nasi di pinggiran bibirnya.
"Ck, ini semua karena dia! dia membuat ku takut dengan ancaman mengerikannya jadi tidak memerhatikan jika ada nasi disini!"
Rani ngedumel sendiri, merasa kesal karena selalu ketakutan dengan lelaki mengerikan ini.
__ADS_1
Hanya dengan melihat istrinya dari layar ponselnya sudah membuat Gama merasa panas, hanya Rani yang bisa membuat dirinya seperti ini, seolah tidak pernah terpuaskan dan gairahnya selalu meledak-ledak.
Padahal jika ia mau, bisa saja para wanita penghibur tadi melayani nya sampai puas tanpa ia susah payah merayu seperti yang ia lakukan terhadap Rani, akan tetapi Gama tidak memiliki gairah dan keinginan kepada wanita wanita itu, dan Gama sendiri pun bingung.
"Sayang, apakah kau sudah mandi?" tanya Gama sekarang matanya sudah dalam dan ekspresi nya sudah membuat Rani bergidik merinding.
"Su ... sudah tadi," jawab Rani cepat singkat padat berisi.
Gama tersenyum nakal, lalu mata tajam nya sekarang mencoba melihat kearah buah dada istrinya.
"Sayang, kau tahu aku sangat menginginkan mu sekarang, sangat ingin sampai aku seperti nya akan meledak karena ini!"
"Jauhkan ponsel mu sedikit sampai memperlihatkan seluruh tubuhmu, dan bukalah bajumu, aku ingin melihat mu tanpa pakaian, aku ingin memeriksa apakah tanda yang sudah aku berikan masih menempel atau sudah sedikit memudar,"
Ucapan nakal itu sungguh dikatakan oleh Gama membuat Rani terbelalak dan membisu tidak bisa memproses apa yang baru saja ia dengar.
Bagaimanapun ini semua hal baru baginya.
***
__ADS_1