Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Mengundurkan diri?


__ADS_3

***


Masih di kantor Gama,


Roni yang mendengar ucapan atasannya itu memahami sepenuhnya perasaan atasannya ini, menjadi seorang anak yang ditinggalkan dan menanamkan dendam yang begitu dalam baginya tentu saja merubah karakter anak itu, sama seperti Gama yang sudah berubah menjadi seorang monster yang tidak memiliki hati, satu-satunya yang di inginkan Gama hanyalah mengalahkan ayahnya dengan angkuh dengan meriah, dia ingin membuat keluarga ayahnya dan ibu tirinya itu menderita.


“Baik Bos, aku sudah menyiapkan segala yang di butuhkan untuk meeting besok, oh ya Bos, saya menerima kabar jika Nyonya Rani telah mengundurkan diri,” sahut Roni memberikan informasi mengenai Rani yang sudah mengundurkan diri dari perusahaan Bos nya itu.


“Apa? Mengundurkan diri? Kenapa kau tidak memberitahukan ini padaku lebih awal? Siapa atasannya, suruh menghadap ke hadapan ku sekarang! Beraninya dia memberikan ijin padanya untuk pergi! Dan untuk mu, aku ingin kau menyeret dia kesini bagaimana pun caranya!” decak Gama merasa tidak senang saat mengetahui jika Rani sungguh ingin menghindarinya.


“Kau akan menyesali perbuatan ceroboh mu ini Rani, berani nya kau pergi dari perusahaan ku seenaknya!” decak Gama kembali merasakan amarah itu. Amarah yang tidak menyenangkan, seolah hatinya gundah, seolah Gama ingin sekali mengendalikan Rani dan membuat Rani menurut padanya dan berhenti kabur dan menghindar.


Roni masih tenang menyanggupi permintaan atasannya, segera dia pergi berlalu menuju ruangan nya, sama seperti Gama, dia yang menjadi assiten pribadi seorang pemilik perusahaan tentu nya memiliki banyak pekerjaan yang harus di lakukan.

__ADS_1


***


Rani yang memang sejak dari subuh pergi ke taman yang kemarin ia kunjungi, saat ini sedang duduk di kursi panjang memegang sebuah laptop dan mulai mencari pekerjaan lagi melalui situs online.


Hari ini dia tidak bertemu dengan pria tampan itu lagi, hari ini dia hanya sendirian, duduk di sebuah bangku dekat pepohonan yang letaknya berada di tengah kota.


Tring ... Tring ... Tring


Saat mengangkat telepon itu, Rani sangat senang, ternyata ada sebuah perusahaan yang besar memanggil nya untuk interview hari itu juga, menurut informasi HRD yang menghubungi Rani mengatakan jika kekosongan posisi yang sedang Rani lamar dibutuhkan sangat cepat. Oleh karena itu, Rani di minta untuk melakukan interview hari itu juga.


Dengan hati yang berdebar karena bahagia, Rani langsung menghentikan semua kegiatan yang sedang ia lakukan dan pergi menuju perusahaan yang memanggil nya itu.


Kali ini, Rani tidak boleh kehilangan kesempatan emas ini, perusahaan yang memanggil Rani adalah salah satu perusahaan yang sangat besar dan terkenal, jarang sekali perusahaan ini membuka lowongan, tapi dengan tiba-tiba saja Rani di panggil untuk melakukan interview di perusahaan itu, membuat Rani merasa sangat bahagia.

__ADS_1


Tidak perlu waktu lama, Rani sudah sampai di sebuah gedung besar yang menjulang tinggi, untung saja pakaian yang ia kenakan hari ini adalah pakaian semi formal yang bisa dikenakan di setiap situasi, jadinya Rani tidak memerlukan banyak waktu hanya untuk pulang dan mengganti pakaiannya.


Sama seperti pelamar pada umumnya, di tempat itu sudah ada beberapa kandidat yang juga di berikan kesempatan untuk interview seperti Rani.


Rani saat ini menunggu giliran nya untuk melaksanakan interview dengan direktur perusahaan itu, Ya, memang posisi yang sedang dibutuhkan perusahaan itu adalah seorang assisten direktur.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2