Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Gama Yu dan Ardhan Reiner


__ADS_3

Episode 32 : Gama Yu dan Ardhan Reiner


Di ruangan meeting,


Gama datang dengan pembawaan nya yang memang berwibawa dan tegas, dia segera datang menyambut Ardhan Reiner dan menyalami tangannya dengan percaya diri.


Ardhan tentu saja menyambut Gama dengan tangan terbuka dan senang hati, bagaimana pun Gama Yu adalah seorang CEO yang memiliki cara pandang dan ambisi yang melebihi dari saingannya yang lain.


Ardhan tahu bagaimana tegas dan bagaimana Gama membangun perusahaan nya sejak ia muda, jadi Gama sudah memiliki pengalaman yang mumpuni dan kemampuan yang tidak bisa terelak lagi.


Dalam meeting ini, pihak Ardhan maupun pihak Gama memang terlihat ramah dan terbuka akan tetapi sebenarnya mereka sama sama menilai, apakah kedepannya pihak yang satu bisa memberikan dampak baik dan menguntungkan di masa depan.


Perusahaan Ardhan Reiner memang berfokus ke dunia hiburan, seperti casino, agensi artis dan penyanyi, bar bahkan ada beberapa hotel mewah yang merupakan milik perusahaan Reiner, jadi bisa dibilang jika dalam dunia malam dan dunia hiburan maka perusahaan Reiner adalah yang paling unggul.

__ADS_1


Sedangkan perusahaan Gama Yu, lebih ke bidang teknologi dan IT, perusahaan Gama Yu bahkan memproduksi dan berinovasi dalam teknologi terbarukan yang akan memimpin dunia digital, jadi perusahaan Gama adalah alah satu perusahaan paling di perhitungkan saat ini, karena keberadaan nya yang tidak bisa disingkirkan.


Akan tetapi karena perbedaan bidang usaha dan kemampuan kedua perusahaan adidaya ini, Ardhan ingin tahu dan ingin menilai mengapa perusahaan teknologi terbarukan seperti Gama mau berkerja sama dengan perusahaan nya.


Meeting akhirnya dimulai, karena pihak Gama adalah yang mengusulkan kerjasama ini maka pihak Gama sudah menyuguhkan presentasi yang akan membuka mata Ardhan jika hubungan kerja sama ini akan menjadi hubungan kerjasama yang paling menguntungkan.


Presentasi itu dimulai dengan teknologi hologram yang segera memenuhi ruangan, dimana semua gambar dan presentasi Gama bisa dilihat nyata berada di antara mereka.


Hologram itu menunjukkan teknologi yang sedang di tawarkan oleh Gama, dan juga menunjukkan apa yang akan dicapai saat kerjasama ini terjadi.


Gama membawakan presentasi itu dengan sangat baik, bahkan Ardhan sampai terkagum-kagum karena baru kali ini ada sebuah presentasi yang dimana produk yang ditawarkan bisa dilihat secara langsung melalui hologram, bahkan cara kerja, dan struktur nya bisa dilihat dari hologram yang bergerak gerak sejak tadi.


Melihat keuntungan dan kerjasama yang sepertinya akan melebarkan sayap perusahaan nya, Ardhan tentu saja sudah menyalakan lampu hijau.

__ADS_1


Akan tetapi dalam dunia bisnis, seorang pemimpin tidak boleh terlihat terlalu tergiur karena akan mempengaruhi ke rasio untung yang akan dibagi.


"Sudah saya duga anda memang sehebat yang dikabarkan, tidak diragukan lagi anda memang jenius, akan tetapi saya ingin membawa produk ini untuk saya diskusikan dengan eksekutif saya, jika anda bisa memberikan saya waktu satu Minggu, saya akan membawa kabar baik,"


Ardhan tersenyum dan segera menjabat tangan Gama yang hanya dalam beberapa saat langsung ia kagumi dan akui kemampuannya yang hebat itu.


Ternyata lelaki ini bisa sukses sebabnya karena memang pribadinya jenius juga memiliki wibawa dan ketegasan seorang pemimpin.


Gama segera menyambut tangan Ardhan dengan bangga, Gama tahu sebenarnya kerjasama ini akan terjalin hanya saja Ardhan ingin mengulur waktu sedikit lebih lama agar menentukan rasio untung antara mereka nantinya.


Setelah beberapa jam meeting akhirnya sudah saatnya Ardhan Reiner kembali, akan tetapi Gama segera menawarkan agar di hantarkan sampai lobby perusahaan.


"Tuan Ardhan, saya dan istri saya akan mengantarkan anda, kebetulan istri saya datang ke perusahaan saya hari ini," Gama langsung menyatakan tujuannya.

__ADS_1


Seperti menyelam dua tiga pulau terlewati, begitulah kira kira rencana Gama hari ini, dia akan menunjukkan jika Rani yang sepertinya Ardhan tengah tertarik kepadanya agar sadar jika wanita itu sudah menjadi miliknya tanpa harus mengatakan nya dengan cara kasar.


***


__ADS_2