Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Pertarungan singa betina.


__ADS_3

***


Episode 70 : Pertarungan singa betina.


Saat melihat Lorry, mantan sekretaris Gama yang tiba-tiba di transfer ke bagian tim lain seperti nya memang sedang menunggu Rani sendirian, dan tepat sekali saat Rani ke kamar mandi Lorry memutuskan untuk menghampiri Rani.


Melihat Lorry sudah mendekat dan pura-pura mencuci tangan di sampingnya, Rani menunduk hormat dan hendak pergi ke luar.


Tetapi ....


"Berapa bayaran mu?" tanya Lorry dengan sangat santai, bagaimana pun Lorry adalah sekretaris Gama yang sudah lama mengincar posisi itu, Lorry adalah putri dari pengusaha akan tetapi demi bisa mendapatkan perhatian Gama dia rela bekerja di perusahaan ini.


"Maaf Bu?" Rani menoleh dengan mata memicing, merasa ucapan wanita ini terlalu kasar.


"Iya! jangan pura-pura bodoh, kabar sudah menyebar dan melihat kau tiba-tiba menjadi sekretaris Pak Gama, pastinya kau telah menjual dirimu kepada nya kan?"


Sembari mengusap tangan basahnya menggunakan tisue, Lorry dengan wajah angkuhnya menatap sinis kearah Rani sekarang.


Lalu ia melanjutkan ucapannya ....


"Yang mau aku tanyakan adalah, berapa bayaran mu sehingga aku bisa membayar mu lebih banyak tetapi sebagai imbalannya kau harus pergi dari perusahaan ini!"


"Wanita miskin seperti mu harus melihat sekitar dan mengetahui siapa lawan mu terlebih dahulu, aku tahu belakangan ini ekonomi sedang memburuk karena itulah wanita kelas bawah seperti mu menjual dirinya kepada orang orang kaya, tetapi sayang sekali Pak Gama sudah aku incar sejak dulu, jadi kau pergi saja!"


Ucapan penuh hinaan, sangat meremehkan, bukan hanya harga diri Rani saja yang diinjak akan tetapi latar belakang dan keuangan Rani juga diremehkan oleh anak pengusaha ini.


Lorry menatap Rani dengan tatapan merendahkan, tersenyum menyeringai saat mengatakan ucapan menyakitkan itu kepada Rani.


"Kenapa kau diam? apa kau pikir aku tidak bisa membayar mu? heh kau ...." belum sempat Lorry melanjutkan ucapan nya Rani yang tadi menahan emosi nya sudah tidak bisa lagi menahan nya.


Dia mendekat dengan tatapan yang sangat tajam, "Aku sudah tertindas oleh suamiku sendiri, dan aku tidak bisa melawannya karena dia seperti monster! sekarang wanita sialan ini mau menindas ku lagi? aku tidak mau! aku tidak rela! cukup si monster itu yang tidak bisa ku lawan!"


"Aku hidup dengan manusia mengerikan, ancaman dan gertakan seperti ini sangat kecil untukku!" gumam Rani mengambil keran air dan menyemprotkan ke Lorry.


"AAAHHH!"


Lorry berteriak mencoba menutupi wajahnya dan tubuhnya dari semburan air yang di layangkan oleh Rani.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? dasar Lac*r!" teriak Lorry hendak mendorong Rani dan menampar nya.


Tetapi segera di tahan oleh Rani, lalu ia lempar keran air itu.


"Heh Nona! apakah kau pikir kau lebih kaya dari Pak Gama? apa kau pikir kau bisa membayar ku lebih banyak dari bayaran yang diberikan Pak Gama?" seru Rani menyeringai, mencoba menantang wanita yang jelas-jelas menginjak harga dirinya.


Mata Lorry langsung membelalak.


"Jangan bilang ...."


Lorry langsung bergetar dan mencengkeram tangannya kuat sekali, ucaoan Rani ini seolah mengkonfirmasi jika Rani telah menjadi salah satu wanita Gama.


Wanita mainan Gama terdiri dari beberapa kelas, semua orang tahu akan hal itu, dan jika mainan Gama sudah tidur dengan Gama beberapa kali maka wanita itu akan sangat bangga dan pastinya wanita itu adalah wanita kelas atas yang terpilih.


Ucapan Rani ini seolah mengatakan jika Lorry yang merupakan anak pengusaha dan cantik kalah dengan Rani yang hanya wanita sederhana.


"Ya! Pak Gama sangat menginginkan aku, dia tergila-gila kepadaku! mengingat banyak wanita yang menginginkan nya membuatku menjadi pemenang! untuk apa aku harus pergi dengan uang tak seberapa darimu!"


Rani sangat pintar mendominasi Lorry, sepertinya ditindas beberapa kali oleh Gama membuat Rani beradaptasi dengan kerasnya hidup.


Lorry segera menarik rambut Rani begitu juga dengan Rani ikut menarik rambut Lorry.


"Lepaskan aku!" teriak Lorry.


"Heh, kau yang lepaskan aku!" teriak Rani lagi semakin menarik rambut Lorry dengan sangat kuat.


Pertengkaran mereka sangat bersisik sehingga menarik perhatian semua karyawan, karena pintu kamar mandi di tutup membuat petugas keamanan harus turun langsung mendobrak pintu itu.


"Brak!"


"Brak!"


"Brak!"


Setelah beberapa kali mendobrak akhirnya pintu itu bisa terbuka dan terlihat lah tontonan yang sangat mendebarkan, pertarungan dua wanita yang sedang saling menjambak.


Baju Lorry sudah basah kuyup, rambutnya sudah kribo begitu juga dengan Rani, rambutnya sedikit bengkak tetapi bajunya tidak basah.

__ADS_1


"Kenapa mereka bertengkar? juga kenapa Rani berani sekali melawan Lorry? apakah karena dia beneran simpanan Pak Gama membuat nya menjadi seberani itu?"


"Wah, aku tidak tahu tetapi enak juga melihat Lorry di hajar seperti itu! lac*r seperti dia pantas diberikan pelajaran!"


Banyak karyawan wanita langsung membisik, sebagai langsung yakin jika Rani mendapatkan keberanian melawan Lorry karena sudah menjadi simpanan Gama.


Dan sebagian lagi merasa senang Rani menghajar Lorry menggantikan mereka, bagaimana pun selama ini karena Lorry adalah sekretaris Gama membuat Lorry begitu semena-mena dan sok jadi pemenang.


Apakah mengingat Lorry adalah anak orang kaya membuat Lorry susah sekali di tumbangkan.


Jadi sikap Rani ini benar-benar membuat beberapa karyawan puas.


***


Pertengkaran itu ditonton sebentar karena sangat menghibur melihat wanita bertengkar, sungguh sepertinya singa betina yang kehilangan jati dirinya.


"Lac*r lepaskan aku! kau berani kepadaku?" Lorry yang sudah kelelahan dan sakit sekali mencoba mendorong dan mengancam Rani.


"Kau yang lepaskan aku sialan! kau yang menarik rambut ku duluan! dasar bajingan!" Rani berteriak juga.


Membuat semua orang membelalakkan mata.


Mereka tidak tahu jika Rani sangat keren, begitu vokal dan tidak mau menunduk hanya karena diancam.


"Walaupun Ini sangat seru, tapi sebaiknya kita hentikan saja sebelum Pak Gama melihat, bisa habis kita!" bisik para petugas keamanan dan segera mencoba melerai.


Tetapi para petugas kemanan itu langsung terpental begitu saja.


Sedangkan Gama yang merasa sekretaris seksinya tidak datang-datang membuat nya memeriksa ke kamar mandi.


"Apakah dia menunggu aku di kamar mandi? untuk melakukan itu?"


"Ah, wanita nakal ku menggodaku seharian ini!" serunya mengehentikan semua pekerjaan nya dan melangkah menuju kamar mandi wanita.


Tetapi pemandangan yang ia lihat jauh berbeda dari apa uang ia harapkan.


***

__ADS_1


__ADS_2