Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Selamat malam cintaku.


__ADS_3

Episode 124 : Selamat malam cintaku.


***


Malam hari di kediaman Gama Yu,


***


Saat membuka selimut dan hendak naik ke ranjang, senyuman tersipu-sipu dan wajah yang memerah itu benar-benar terlihat begitu jelas.


"Cinta pertama, inikah rasanya cinta pertama, kenapa begitu menyenangkan dan mendebarkan, ahh! aku bahagia sekali," serunya dengan suara yang kecil.


Gama naik keatas ranjang dan memeluk nyaman istrinya yang sedang hamil muda, tangannya ia letakkan di perut rata istrinya.


"Hei, aku tahu kau belum jadi apa-apa, tapi wanita ini hanya milikku, walau kau adalah anakku, tetapi aku tidak akan mengalah kepadamu, jika kau berani mencuri semua perhatian dan cinta istriku maka siap-siaplah aku jadi saingannya terberat mu!" ketus Gama benar-benar serius.


Saat anaknya masih dalam kandungan saja dia sudah menantang dan siap menjadi lawan utama anaknya jika saja anaknya berani mengambil perhatian dan cinta istrinya.


"Ahhh, nyamannya," seru Gama lagi benar-benar merasa hangat dan nyaman, apalagi saat Rani yang sudah tertidur terlelap itu membalikkan tubuhnya dan memeluknya dengan nyaman juga.


Bagi Gama, istrinya ini tertidur seperti bayi, wajahnya lucu sekali dan enak untuk dilihat, dia suka memandangi wajah istrinya sampai ia tidur terlelap seperti sekarang.


"Selamat malam cintaku, jangan lupa mimpi indah," bisik Gama mengecup dahi istrinya dan memejamkan matanya, memastikan tubuh Rani dia peluk dengan benar agar istrinya ini tidur dengan nyaman.


***


Waktu akhirnya berlalu, sudah pagi dan matahari sudah bersinar memasuki kamar yang diisi oleh dua insan yang sedang berbaring.


"Umm, tanganku lelah, jangan lagi ...."


"Dasar mesum! kau sengaja kan hanya ingin melakukan itu saja!"

__ADS_1


Rani sedang mengigau, entah apa yang sedang ada di dalam mimpinya tetapi sudah pasti itu adalah Gama Yu yang meminta hal nakal saat Rani masih belum bisa melakukan hubungan intim.


"Ahhh, jangan ...." ketus Rani tiba-tiba terbangun dan matanya langsung sedikit menyipit saat mentari langsung menyambut.


"Ahh, ternyata hanya mimpi, si suami mesum itu bahkan memasuki mimpi ku setiap malam, apakah dia tidak bosan ...." belum selesai Rani menyelesaikan ucapannya.


Saat ia melihat ke sisi sebelahnya, dia langsung tersenyum kaku, melihat jika sejak tadi Gama yang tidur memang selalu bertelanjang dada itu.


"Glek!"


Rani menelan salivanya dengan kasar, dia sedikit gugup saat melihat suaminya sedang tersenyum nakal saat ia mengatakan ucapan itu.


"Se ... selamat pagi, hehe," Rani mencoba mencairkan suasana dan mengalihkan pembicaraan, dia hendak beranjak karena dia merasa lelaki ini hendak menerkamnya pagi ini.


Namun saat Rani mencoba mundur perlahan-lahan, Gama langsung menarik tubuhnya hanya dalam sekali hentakan, dan mereka langsung berhadapan dalam jarak yang sangat dekat sekarang.


"Sayang, aku tidak tahu jika kau selalu memimpikan aku setiap malam, apa saja yang kau mimpikan tentang aku? hmm? coba katakan dengan jelas," bisik Gama menyeringai begitu nakal di telinga Rani.


"Glek!"


Lagi-lagi Rani menelan salivanya dengan kasar, dia tiba-tiba gugup dan wajahnya sudah merah padam.


"Aku ... em, itu, aku bermimpi tentang bagaimana kau sedang meminta ku untuk memasak, makanya tangan ku pegal dalam mimpi, hehe," Rani berbohong.


Tetapi Rani adalah pembohong yang buruk, jika dia berbohong maka wajahnya akan memerah dan suaranya akan gemetaran, juga senyumannya akan semakin canggung.


"Srek!"


Dalam satu hentakan, Gama langsung mencengkeram kedua tangan istrinya, dan Gama sudah ada diatas tubuh istrinya sekarang.


"Pembohong, jelas-jelas kau bermimpi hal mesum di pagi hari begini, kau memang nakal, pagi hari sudah meminta melakukan itu, tapi apa boleh buat, aku sebagai suami yang perhatian tidak boleh menolak dong," goda Gama sungguh bisa mempermainkan kata-kata, dan membuat seolah-olah Rani lah yang meminta untuk melakukan olahraga panas mereka.

__ADS_1


"Hah? tapi kan aku tidak minta, aku bahkan tidak melakukan apapun ...." belum sempat Rani mengatakan protesnya, Gama langsung melahap bibir istrinya.


"Sssttt, diamlah sayang, aku tahu kau sebenarnya nakal, tenang saja aku tetap suka kok," bisik Gama tetap membuat Rani kalah dalam perdebatan yang begitu tidak berfaedah ini.


Saat Gama membisikkan kata-kata itu, sudah tidak ada lagi ruang bagi Rani untuk mengucapkan jawabannya lagi, bibirnya sudah dilahap habis-habisan oleh Gama.


"Ummm, ma ... masih pagi, bukankah kau harus ke kantor," keluh Rani mencoba menghindari kegiatan super melelahkan yang akan ia rasakan.


Gama tentu menyeringai semakin nakal, saat ciuman nakalnya sedang berlangsung, tangannya sudah membuka baju yang sedang dikenakan oleh istrinya.


"Justru karena masih pagi sayang, kita harus melakukan nya, jangan takut, aku akan pelan-pelan, agar kau tidak terlalu kelelahan," Gama mulai menurunkan ciuman nya, sekarang dia sedang bermain di leher istrinya dan meninggalkan banyak tanda kepemilikan disana.


Rani yang memang memiliki perasaan aneh jika disentuh oleh suaminya segera menggelengkan kepalanya, dia tidak munafik sebenarnya dia juga menginginkan nya.


Karena bagaimanapun, Gama sungguh pandai dalam melakukan hubungan panas itu membuatnya selalu melayang dan merasakan kenikmatan duniawi.


Akan tetapi dia masih hamil muda, tidak bagus jika melakukan nya dalam jangka waktu yang sering, apalagi ia tahu suaminya ini memiliki gairah yang sangat besar, tidak cukup baginya melakukan sekali, apalagi jika sudah dimulai maka dia tidak akan bisa dihentikan sama sekali.


Rani segera melepaskan tangannya, menarik wajah suaminya ke hadapan wajahnya, dia sudah melihat wajah memerah suaminya yang sedang dalam gairah yang sangat besar.


"Sayang, aku masih hamil muda, tidak boleh sering melakukan nya, nanti akan berbahaya ke bayi kita," dengan mata yang berbinar-binar, dan wajah yang memelas, Rani mencoba memberikan pengertian kepada suaminya.


Saat mendengar itu, Gama memejamkan matanya sejenak, lalu ia langsung duduk dan melipat tangan.


"Belum lahir saja dia sudah mengganggu ku, dia benar-benar lawan yang sangat berat kali ini!" geram Gama seperti sedang ngambek.


*Gama membicarakan mengenai anaknya yang belum lahir*


***


__ADS_1


__ADS_2