Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Hukuman untuk Marian


__ADS_3

Episode 128 : Hukuman untuk Marian


***


Saat Marian sampai di ruangan penyidik itu, Marian memilih bisu dan tidak menjawab satu pertanyaan pun.


"Aku tidak ingin menjawab apapun, aku akan menunggu suamiku membawakan pengacara!"


Marian masih begitu sombong dan percaya diri jika Deffan masih ingin membelanya.


"Brak!"


Petugas penyidik itu langsung memukul meja dengan sangat kuat.


"Heh! Nona, jika kau masih tidak mau menjawab jangan salahkan kami akan melakukan kekerasan, jika mulutmu tetap tertutup maka kau akan merasakan kengerian!" geram penyidik itu membuat Marian ketakutan sekali.


Akan tetapi dia masih yakin, tidak mungkin penyidik ini berani menyentuhnya karena dia adalah istri seorang pengusaha terbesar yaitu Deffan Yu.


Ruangan penyidik itu merupakan ruangan kaca tembus pandang, jadi yang meminta keterangan bisa mendengar apa yang dikatakan petugas dari luar.


"Bagaimana?" teriak petugas yang sedang meminta keterangan dari Marian, karena dia sedari tadi sudah menahan dirinya untuk tidak melakukan kekerasan.


"Aku sudah dapatkan kabar dari Deffan Yu, katanya kita bisa melakukan apa saja para nya," seru rekannya dari luar membuat Marian terkejut setengah mati.


Matanya melebar dan dia marah sekali, "APA? TIDAK MUNGKIN!" teriaknya masih begitu sombong.


Akan tetapi penyidik wanita yang sedang meminta keterangan langsung itu menyeringai, dia sudah menahan kemarahannya sejak tadi.


"Brak!"


Dia menarik rambut Marian dan menghempaskan nya ke atas meja, "Bajingan, jika kau masih sombong disini, kau akan mati sebelum mengatakan apapun! kau dengar!" teriaknya membuat Marian membelalak dan tak menyangka, hidupnya bisa seperti ini.

__ADS_1


Merry yang melihat Marian diperlakukan seperti itu semakin takut, jika gilirannya ditanyai, Merry bersumpah akan mengatakan kejujuran.


Jika memang benar, Marian membayar nya untuk memberikan racun kepaga Laura setiap hari.


Lalu, penyiksaan Marian oleh penyidik itu pun dimulai, demi mendapatkan kebenaran dari pembuatan keji yang dilakukan.


***


Setelah pembalasan Gama usai, masyarakat sangat marah, mereka menghujat Deffan Yu dan juga Marian, menuntut agar Marian dikenakan hukuman seberat-beratnya.


Ternyata keputusan Gama Sangat tepat, sanksi sosial bagi ayahnya lebih ampuh, pasti ayahnya akan menderita seperti ibunya selama sisa hidupnya.


Tidak peduli mengotori tangan, pembalasan secara halus seperti ini ternyata jauh lebih memberikan dampak.


Sebelum Gama kembali pulang, dia mampir ke makam ibunya dulu.


***


"Ibu aku datang lagi, tetapi sekarang berbeda dari yang sebelumnya, hatiku menjadi ringan sekarang, aku memutuskan untuk melupakan kenangan pahit, bukan karena aku ingin melupakan mu, akan tetapi aku ingin hidup Bu,"


"Aku ingin hidup bahagia seperti yang aku inginkan, aku sudah memiliki istri dan anak yang belum lahir, jadi aku harus berjuang dalam hidupku dan melupakan masa lalu ku,"


"Tapi tenang saja Ibu, aku sudah memastikan ayah dan Marian mendapatkan hukuman yang setimpal, aku tidak akan mengotori tanganku dan menjadi kriminal."


"Aku tahu Ibu akan sangat sedih jika aku melukai salah satu dari mereka karena kejahatan mereka, begitu juga dengan istriku Bu, dia tidak ingin aku melukai siapapun, dia sangat cantik dan baik hati kan?"


"Aku sangat mencintai nya, cinta yang dulu tidak aku percayai karena kisah mu dan ayah, sekarang aku percaya jika cinta sejati itu ada,"


Gama berbicara panjang lebar, hampir semua ucapannya menceritakan tentang Rani, bagaimana Rani mengubah dirinya secara perlahan.


Bagaimana Rani membuatnya percaya akan cinta sejati yang ia kira tidak ada.

__ADS_1


Setelah dia berbicara panjang lebar, dia akhirnya memutuskan untuk pulang bertemu istrinya.


"Ibu, aku pulang dulu ya, nanti aku, istriku dan cucumu akan datang kesini berjiarah bersama," seru Gama.


Untuk pertama kali nya dalam hidup, dia tersenyum melihat makam ibunya, dia tersenyum mengingat ibunya dan dia tersenyum bercerita dengan ibunya.


Penderitaan nya sudah lalu, kehidupan penuh rasa sakit dan dendam nya telah ia hapus, sekarang hatinya hanya penuh kehangatan yang diisi oleh keluarga kecilnya.


***


Di kediaman Gama Yu,


Rani sudah mengetahui segalanya, dia menonton di telivisi bagaimana suaminya memutuskan membalaskan dendam nya dengan cara yang diinginkan oleh Rani.


Dia sangat bangga, sampai sampai dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi.


Rani segera berdiri, dia memilihkan baju paling cantik yang ia suka, "Setidaknya aku harus memberikan hadiah kepada suamiku, karena aku adalah hadiah terbaik maka aku adalah hadiahnya, ha ha ha!"


Rani tertawa terbahak-bahak, dia sepertinya telah ketularan penyakit narsis dari suaminya.


Akan tetapi dia melihat baju pengantin polos di lemarinya, dia jadi ingat pernikahan paling menyedihkan yang ia rasakan saat lalu, Rani tersenyum dan bernostalgia.


Dia mengambil gaun polos berwarna putih itu, "Siapa sangkar pernikahan ku sangat membahagiakan, berbeda dari acara pernikahan ku yang menyedihkan, haha," Rani sedikit tertawa.


Dia mengingat bagaimana dia hancur saat menikahi Gama, akan tetapi malah sangat bahagia bersamanya.


Rani akhirnya sadar, jika cinta bukan sekedar ucapan saja, akan tetapi sikap dan perilakunya Gama semuanya menunjukkan cinta, yang membuat Rani tersentuh dan akhirnya membuka hatinya.


Saat mengingat kenangan itu, Rani akhirnya memiliki ide brilian di kepalanya.


***

__ADS_1


__ADS_2