
Episode 56 : Aku mau susumu.
***
Berbagai rumus pembalasan sedang berkeliling di pikiran Rani seperti bintang, dia merasa tidak adil jika Gama dengan mudahnya bisa berbaikan dengannya.
“Apakah dia bersikap baik karena merasa bersalah padaku? Huh! Tentu saja, tadi malam dengan seenaknya berlaku kasar dan mendorong aku ke laut! Aku yang hanya wanita malang ini masih saja di tindas oleh si monster ini! Sepertinya pelajaran yang cocok untuknya adalah mendiaminya! Hmmm! Benar sekali, aku yang hanya memiliki harga diri yang tinggal secuil, harus ku pertahankan!” gumam Rani dalam mode pembalasan dendam, dia merasa sikap baik dari suaminya ini adalah bentuk penyesalan atas perbuatan jahatnya tadi malam.
“Sayang, apakah kau sudah baikan?” kelembutan suara yang tidak biasa itu membuat Rani merinding, apalagi saat tangan Gama menyentuh dahinya seperti memeriksa suhu tubuh Rani.
“Bertahan Rani! Jangan terlena! Dia memang tampan tapi arogan! Bayangkan saja dia sebagai monster!” gumam Rani mempertahankan mode diamnya, dia ingin menunjukkan pada Gama jika dia sangat marah.
“Kruyuk!” suara perut Rani yang tiba-tiba berbunyi memecah keheningan itu sesaat.
__ADS_1
“Sialan! Aagghhh! Bahkan perutku pun tidak mengijinkan ku berlagak keren di hadapannya! Huhu, kenapa perutku harus berbunyi di saat-saat seperti ini?” Rani merasa jika sampai saat ini keadaan bahkan tubuhnya tidak membiarkan dirinya membalas Gama, seolah Gama memiliki keberuntungan setara dewa.
“Hahaha, kau sangat menggemaskan sayang, kau ingin mendiami ku tapi perut mu berbunyi,” Gama langsung memeluk Rani dengan gemas, dia merasa jika istrinya ini sangat lucu.
***
“Sayang, apakah susunya sudah kau habiskan? Sebentar lagi Bi Mendi akan membawakan makanan, sembari menunggunya aku juga ingin minum susu,” bisik Gama yang saat ini sedang memeluk istrinya.
“Susunya sudah kuhabiskan, kau bisa membuat yang baru!” ketus Rani masih merasa kesal dengan semuanya, dengan Gama, keadaan juga perutnya yang tiba-tiba berbunyi membuyarkan semuanya itu.
“TIDAK! Aaaggh! Bagaimana ini? Bagaimana cara menolaknya? Kenapa hubungan ini berat sebelah? Aku tidak terima!” teriak Rani yang lagi-lagi hanya bisa bergumam dalam hatinya, tidak berani mengutarakan yang sebenarnya.
“Hahahaha, wajahmu sangat lucu, merah seperti tomat, aku hanya bercanda, lagian jika aku melakukannya sekarang aku tidak yakin bisa menahan diriku, aku harus menunggu sampai tubuhmu sehat,” sahut Gama masih memeluk istrinya dengan lembut.
__ADS_1
“Masalah tadi malam ...” belum sempat Gama melanjutkan omongannya, ketukan pintu langsung membuyarkan percakapan itu.
“Hmm, sayang sepertinya itu Bi Mendi, nanti kita lanjutkan obrolannya,” Gama mengecup pipi istrinya dan beranjak membukakan pintu kamarnya.
***
Sesuai dugaan Gama, saat ini Bi Mendi sudah membawakan makanan untuk disantap oleh Rani.
Rani yang sudah tidak bisa menolak permintaan Gama saat ini sudah menghabiskan makanannya, disamping itu dia juga merasa kelaparan.
“Sayang, hari ini aku meliburkan diri dari perusahaan, aku ingin mengajak mu ke suatu tempat,” sahut Gama bersikap begitu manis dan lembut, jika dibandingkan dengan sikap tadi malam perbedaan nya bagaikan langit dan bumi.
Rani yang hanya tidak ingin mendapatkan masalah saat ini menuruti permintaan suaminya, dia tahu, untuk sekarang ini dirinya sama sekali tidak boleh membahas mengenai perpisahan, yang paling penting saat ini adalah menjauhi masalah dan menunggu waktu yang tepat untuk membahas perihal perpisahan itu.
__ADS_1
Ya, Rani sangat yakin jika dia dan Gama harus berpisah.
***