
Episode 54 : Seorang Gama bisa khawatir juga?
***
Gama sama sekali tidak ingin membawa Rani ke rumah sakit, dia memilih menyuruh Roni agar mendatangkan dokter pribadinya ke kediaman nya saat ini juga.
Setelah beberapa saat sampai lah mereka di kediaman pribadi Gama, dengan penuh kekhawatiran dia menggendong istrinya menuju kamar pribadinya.
“Semoga kau baik-baik saja, jika terjadi sesuatu padamu maka aku tidak tahu harus melakukan apa lagi,” itulah perkataan yang berputar-putar di kepala Gama.
Sebelum dokter pribadinya sampai, Gama sudah terlebih dahulu menanggalkan pakaian basah istrinya dan memakaikan pakaian hangat untuk Rani, tubuh Rani sangat dingin, menambah kekhawatiran Gama yang sudah begitu panik.
Benar saja, setelah Gama selesai mengganti pakaian istrinya, dokter yang sudah Roni telepon tadi telah sampai di kediaman Gama.
“Oh my God! Perang dunia macam apa yang sudah terjadi sampai kau memanggilku bro? Bencana macam apa yang sudah terjadi?” itulah ucapan Ares sang dokter pribadi Gama, sesaat setelah sampai di apartemen Gama.
Ares memang adalah dokter pribadi sekaligus teman Gama satu-satunya.
__ADS_1
“Diamlah! Cepat kau lakukan tanggung jawabmu dan pergi dari sini,” ketus Gama dengan rambut dan pakaian yang masih basah.
“Ada apa ini? Tidak biasanya dia terlihat seperti ini, tapi demi keselamatan jiwa ku yang harus kembali pulang utuh ini, aku harus melakukan sesuai perintah sang Baginda ini,” gumam Ares langsung memeriksa Rani.
Di ruangan yang sama Gama sedang mengawasi Ares memeriksa istrinya itu, Gama sama sekali tidak akan memberikan peluang pada Rani untuk berbagi satu ruangan dengan lelaki manapun termasuk dokter pribadinya sendiri.
Setelah beberapa saat,
“Pak Bro, Nyonya ini baik-baik saja, dia hanya sedikit kelelahan, sepertinya beberapa hari belakangan dia mengalami perubahan besar dalam tubuhnya, ini biasa untuk seorang gadis saat dia belum terbiasa melakukan aktifitas berat dalam tubuhnya, saya sarankan untuk jangan terlalu keras pada tubuhnya, berikan dia waktu agar bisa beradaptasi,” Ares memberikan penjelasan mengapa Rani tiba-tiba jatuh pingsan.
Ares langsung tahu mengapa Rani pingsan, Ares kenal betul dengan Gama, dan pastinya Rani pingsan karena Gama pasti menggagahi wanita ini sampai tubuhnya begitu lemah.
“Dasar berandal! Gadis polos seperti ini pun kau embat juga, kau sama sekali tidak berubah! Terlihat sekali jika tubuhnya lemah tapi masih saja kau gagahi! Dimana nurani mu berandal!” teriak Ares dalam hatinya, dia memang dekat dengan Gama, makanya Gama mempercayakan Ares sebagai dokter pribadinya karena mereka telah berteman sejak sekolah dulu.
“Ehem, sudahlah! Bagus kalau dia tidak apa-apa, urusan aktivitas tubuhnya tidak perlu kau yang urus, itu adalah privasi ku dengan dia, jika kau sudah selesai melakukan pekerjaan mu maka cepatlah kau pergi dari sini!” ketus Gama dengan wajah yang memerah, saat Ares membahas mengenai akibat dari pingsan nya istrinya ini tiba-tiba saja memunculkan flashback tenaga yang ia kerahkan pada Rani.
“Siapa suruh dia memiliki tubuh yang bisa menyenangkan aku? Sebagai seorang lelaki aku sama sekali tidak bisa menahan yang satu itu, dia harus cepat beradaptasi!” gumam Gama masih sempat nya berpikir tentang pelampiasan hasratnya saat ini.
__ADS_1
Ares yang melihat tingkah Gama yang seperti lain dari biasanya ini sedikit keheranan, apalagi saat sampai tadi, Ares bisa melihat kekhawatiran yang sama sekali tidak pernah ada di wajah Gama selama ini.
Ya, selama ini Gama memang seseorang yang begitu egois, tidak pernah berbelas kasih dan merasa khawatir. Tapi sesaat setelah Ares melihat reaksi Gama yang tadi seolah mengkonfirmasi jika Gama juga memiliki perasaan sama seperti manusia yang lainnya.
“Hemm, untuk mengkonfirmasi tebakan ku ini, aku harus menggali informasi yang lebih,” gumam Ares sedang dalam mode berapi-api, saat ini dia sedang melihat hal baru yang langka, dan dia harus mengobati rasa penasaran nya saat ini juga.
“Pak Bro, sepertinya pemeriksaan nya kurang, aku harus membuka bajunya dan memeriksa tubuhnya secara langsung, tadi aku kurang mendengar denyut nadi dari dadanya,” sahut Ares dengan ekspresi yang sok profesional tapi dalam hatinya dia sedang menampilkan ekspresi penasaran bak ilmuan yang sedang menunggu hasil eksperimen nya.
“APA? Jika kau berani melakukan nya aku akan melemparkan mu keluar dari gedung ini, lalu tanganmu yang menyentuh tubuhnya itu akan ku bakar sampai kau minta ampun!” ekspresi membunuh dan aura kegelapan yang tiba-tiba memancar membuat bulu kuduk Ares bergidik.
“Glek!” Ares menelan Saliva nya dengan kasar, dia tidak tahu jika dia telah menggali liang kuburannya sendiri.
“Tapi tidak masalah Ares, hasil yang kau dapatkan pun setimpal, dengan begitu tebakan mu benar, jika gadis ini adalah kunci untuk si tuan arogan ini bisa berubah ke jalan yang benar!” seru Ares dalam hatinya, jika di gambarkan sebagai animasi saat ini Ares merasa dirinya sedang di terangi cahaya surgawi yang menyilaukan, dengan iringan musik dari para malaikat.
“Ampun Bro, saya hanya bercanda, haha!” sahut Ares mencoba berguyon dengan Gama. Tapi candaannya sama sekali tidak membuat Gama bergeming, suasananya pun terlihat semakin kaku dan canggung.
“Haha, ehemm, se ... sepertinya aku harus kembali, kau hanya perlu memberikan vitamin padanya dan saat bangun nanti berikan dia segelas susu hangat, lalu ... lalu berikan dia jeda dan jangan menidurinya dulu!” lambat laun suara Ares berubah menjadi teriakan karena secara perlahan dia sudah beranjak untuk menyelamatkan nyawa yang hampir tidak terselamatkan itu.
__ADS_1
“Huh, akhirnya aku selamat! Haha, tapi bagaimana dengan wanita mainannya yang lain? Wah wah ada drama baru nih, sepertinya sobatku ini sedang melakoni drama percintaan yang rumit, humm! Menarik untuk di ikuti,” gumam Ares merasa puas datang ke kediaman Gama hari ini, karena dia menemukan fakta baru mengenai temannya itu dan Ares akan dengan sangat bersemangat mengikuti perkembangan cerita ini.