
Episode 45 : Gama menderita penyakit psikologis.
***
Di kediaman Gama Yu,
Rani masih kesal dan marah sekali bagaimana wanita bernama Christy itu sangat sombong dan begitu menyebalkan.
"Apakah jika kau adalah anak orang kaya maka kau pantas meneriaki suami orang lain jadi pacar mu! sialan! bagaimana caraku memberitahu John? jika Gama tahu aku mencoba menghubungi John maka pasti aku dan John akan di habisi olehnya!"
Rani berpikir begitu keras, mencoba mencari cara agar bisa memberitahu jika Christy bukanlah wanita baik baik.
Disaat yang sama dimana Gama sudah selesai melakukan evaluasi karyawan baru nya sedang berbincang dengan Larissa.
Larissa sungguh adalah seorang wanita yang berpengetahuan luas dan kelihatan dewasa dan anggun saat berbicara, tegas dan juga sepertinya bisa dipercaya.
Oleh karena itu Larissa di perintahkan oleh Gama untuk memegang sebuah proyek yang memang sedang dia rencanakan, dan agar Larissa mulai hari ini bisa berkoordinasi dengan assiten Gama Yu.
Setelah itu Gama memerintahkan Larissa untuk segera keluar dari ruangannya.
"Hanya itu Pak?" sahut Larissa sudah merasa tadi ada lampu hijau jikalau Gama akan meminta nomor ponselnya atau mengajak makan malam.
"Iya, memangnya apa lagi?" ketus Gama langsung serius dengan komputer yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Umm ... ti ... tidak ada Pak, kalau begitu saya permisi dulu," seru Larissa dengan ekspresi rasa penyesalan di wajahnya.
Tetapi Gama sama sekali tidak peduli, dia hanya ingin fokus bekerja dan segera pulang untuk bertemu istrinya.
"Tring!"
Para pelayan yang beberapa dari mereka merupakan mata mata untuk mengawasi Rani juga beberapa dari mereka juga menjaga Rani memberikan laporan mereka siang ini, dengan lampiran sebuah video.
Mata Gama langsung berbinar dan dia menghentikan pekerjaannya, dia secara tidak sabar tersenyum mau melihat apa yang dilakukan istrinya seharian.
"Pasti dia hanya tiduran, ha ha ha! aku tidak sabar ingin mengerjai nya lagi," seru Gama segera membuka lampiran video dan moodnya langsung berubah.
Pertengkaran antara Rani dan Christy memenuhi kepalanya, tetapi fokus Gama bukan lagi di pertengkaran itu akan tetapi saat Rani mengatakan, suamiku.
"Suamiku? kenapa terdengar menggoda dan mesra sekali? aahhhh, istriku dan suamiku, aku memanggil dia istriku, dia memanggil aku suamiku, wah!" seorang Gama yang terkenal gila dalam pekerjaan nya bisa-bisanya menghentikan pekerjaannya hanya karena Rani memanggil nya suamiku di hadapan wanita lain.
Padahal inti masalahnya bukan tentang Suamiku akan tetapi bagaimana pertengkaran hebat antara Christy dan Rani.
Gama sudah tidak bisa mendengar kata lain lagi selain suamiku, bahkan saat Rani membela John pun tidak terdengar di telinga nya, hanya kata suamiku lah yang menggema dan membuat hatinya berdebar-debar.
Wajah Gama langsung merona dan dia segera menghubungi istrinya, tetapi nomornya tidak aktif.
Matanya langsung menyipit, tidak menyerah dia segera menghubungi ponsel kepala pelayan yaitu Bi Mendi.
__ADS_1
"Halo Bi? dimana Rani?" tanya Gama dengan nada yang menekan.
Karena latar belakang masa lalu Gama memang begitu gelap dan dia tumbuh di tengah perselingkuhan, Gama langsung curiga jika Rani pergi entah kemana dan selingkuh.
Gama tidak bisa mengontrol ketakutan dan kecurigaan nya itu, bahkan dokter pribadi Gama kecurigaan dan kecemasan Gama ini adalah sebuah penyakit psikologis yang tidak akan mudah di sembuhkan dan akan semakin parah jika saja Gama merasa perselingkuhan lagi.
"Nyonya Rani, sedang tidur Tuan, kelihatan nya tubuhnya masih kelelahan," jawab Bi Mendi sopan.
Gama menghela nafasnya lega, kekhawatiran nya mulai mereda.
"Apakah perlu saya bangun kan Tuan?" seru Bi Mendi lagi.
"Tidak perlu Bi, biarkan dia istirahat," balas Gama membuat Bi Mendi tersenyum sangat bahagia.
Bi Mendi merasa kedatangan Rani entah mengapa membawa energi dan sisi positif dalam diri Gama, secara perlahan Gama menunjukkan kelembutan yang tidak pernah di lihat oleh Bi Mendi.
"Tenang saja Tuan, saya akan mendukung anda dengan Nyonya Rani, Nyonya Rani adalah wanita baik baik dan anda butuh seseorang seperti dia untuk menyembuhkan hati dan luka anda,"
Bi Mendi sudah lama sekali melayani Gama, menjadi pelayan semenjak ibu Gama masih hidup, jadi bisa dibilang Bi Mendi sudah menganggap Gama sebagai putranya.
Dan karena itulah Gama begitu hormat pada zbi Mendi.
***
__ADS_1