
Episode 96 : Para orang elit.
***
Di kapal pesiar pelelangan,
Malam itu setelah semua undangan menghadiri tempat lelang.
Disana untuk pertama kalinya Rani melihat orang orang kaya yang berada dalam level yang berbeda, dari pakaian, tas, sepatu dan perhiasan yang mereka gunakan adalah barang barang yang langka dan terlalu mahal untuk dimiliki.
Di sisi lain, Ardhan yang terus-menerus seolah berfokus dengan jalannya lelang sedang di hubungi oleh bawahannya.
“Pak Ardhan, kami sudah bergerak, sekitar lima menit lagi semuanya akan tuntas?” lapor assiten Ardhan yang juga ikut menyelinap ke kapal pesiar itu.
Mereka saling berkomunikasi menggunakan sebuah chip kecil yang sudah terpasang di telinga Ardhan.
Misi Ardhan malam ini adalah untuk membalaskan dendam yang telah ia rencanakan, menghabisi para bajingan berdasi dan berwajah ramah satu persatu dalam diam.
Selama ini, sudah banyak dari mereka dihabisi diam-diam oleh Ardhan, orang-orang yang dulu berkaitan dengan panti asuhan semuanya mati satu persatu.
Lelang hari ini adalah sebuah lelang kelas atas yang dibuat oleh seorang mantan pengusaha yang sudah pensiun dan mewarisi nya kepada anaknya, lelaki tua ini juga memiliki sindikat ilegal dibelakangnya untuk memperkuat posisi keluarga nya, dia akan menggunakan hasil dari lelang untuk membekali diri dan memperkaya diri, untuk mendanai sindikat ilegal yang masih berjalan secara diam-diam.
Orang awam yang tahu lelang hari ini pasti mereka mengira hasilnya akan di donasikan untuk yang membutuhkan, karena begitulah tujuan awalnya memang, tetapi semua itu hanyalah pembodohan.
Ardhan sudah tahu hal ini, karena sudah lama dia mengincar penyedia lelang hari ini, entah bagaimana caranya akan tetapi yang mengadakan lelang, lelaki tua yang melelang lukisan yang sebenarnya juga bukan lukisannya memiliki campur tangan dengan panti asuhan dahulu.
__ADS_1
Akhirnya lelang dimulai, seorang presenter yang terkenal membawakan jalannya lelang, memberikan penawaran dan spesifikasi atau keterangan lukisan yang sedang dilelang.
Mata Rani sejak tadi membelalak saat para elit menawarkan lukisan yang terlihat seperti lukisan biasa saja dengan nominal fantastis, sepertinya bisa membeli rumah yang besar sekali.
Mulutnya sejak tadi menganga, matanya mengikuti arah angka yang sedang diucapkan oleh para elit.
Sebenarnya Rani belum tahu saja, jika mereka rela merogoh kocek yang fantastis bukan karena kebaikan hati atau sekedar ingin membagi.
Disana sini ada media yang meliput, mereka ingin menunjukkan kesenjangan kekayaan antara mereka dan yang lain.
Jika para pengusaha ingin menunjukkan taring maka para istri akan menunjukkan kekayaan suaminya dengan mengatakan harga fantastis yang sebenarnya tidak masuk akal.
"Gila! kenapa bisa terjual dengan harga yang sangat sangat mahal sih? apakah uang mereka tidak habis-habis?"
bisik Rani pada suaminya sembari mendekat kan wajahnya.
"Pfftt!"
Gama tertawa kecil, "Sayang, itu belum apa-apa, lihat saja dan nikmati, ini hanyalah permainan semata, coba perhatikan lagi, tidak ada yang benar-benar baik dalam hal ini, jika ingin berdonasi harus dilakukan secara diam diam, kau itu memang terlalu polos, setiap orang di ruangan ini memiliki kepentingan dan ketamakan masing-masing, mereka itu monster!" bisik Gama membuat Rani melebarkan matanya.
Rani yang mendengar pembicaraan yang dikatakan oleh Gama memerhatikan lagi para orang elit yang menawarkan dengan harga fantastis, dia akhirnya paham apa yang dikatakannya oleh suaminya.
Disaat salah satu menawarkan lebih tinggi dari yang lain, wajah mereka akan terlihat seperti sedang di hina, jadi mereka terus menawarkan sampai harga yang tidak masuk akal.
Jadi tujuan mereka bukan untuk berdonasi akan tetapi untuk saling unjuk gigi, dan mendominasi yang lain, ketamakan mereka akan terpuaskan jika saja salah satu memenangkan lelang malam ini.
__ADS_1
Setelah beberapa lukisan terjual dengan harga yang tak masuk akal, akhirnya masuk ke sesi terakhir lelang, dimana setelah ini mantan pengusaha yang mengadakan lelang akan datang dan mengucapkan terimakasih nya.
"Akhirnya kita sampai di ujung acara, ini adalah lukisan abstrak yang memiliki makna yang sangat dalam, jika melihat gradasi warna dan cara melukis, bisa dibilang makna lukisan ini akan berbeda tergantung mata yang melihat, jadi ...." belum selesai presenter itu menyelesaikan ucapannya.
"1 Miliar dolar!"
Suara John Yu yang sudah sedikit mabuk langsung terdengar menggelegar, membuat semua orang terkejut dan melebarkan mata.
1 Miliar dollar sebagai pembuka terlalu besar dan sepertinya budget mereka sudah habis jadi sudah tidak bisa menawarkan yang lebih tinggi lagi.
Padahal sesi terakhir adalah sesi paling ditunggu, dimana yang paling terkahir adalah barang paling spesial dan paling utama dilelang malam ini.
"Woah woah, Tuan John dari keluarga Yu, langsung memberikan harga pembuka yang fantastis, apakah ada yang bisa menyaingi nya?" presenter yang memang memiliki tugas untuk memanasi yang lain sedang mencoba mendapatkan harga paling besar, Agar bonusnya juga semakin besar.
***
Sedangkan disisi yang sama,
Saat lelang itu berjalan sejak tadi, Ardhan sudah tidak ada di mejanya, seolah dia lenyap dalam sekejap, entah dimana dia sekarang.
***
Guys jangan lupa di like dan Komen yaa, terimakasih banyak 🤍
***
__ADS_1