
Episode 41 : Apakah Cinta itu nyata?
***
Pengkhianatan dan dendam adalah tujuan hidup Gama, kebencian dan kecemburuan adalah apa yang ia rasakan dalam tumbuh kembangnya.
Penderitaan dan rasa kesepian adalah yang mengisi hatinya, seorang sosok paling ia cintai dan sayangi, dunia nya telah pergi dari dunia ini dengan cara yang mengenaskan.
Dia tidak akan bisa melupakan, tidak! Dia tidak ingin dan tidak akan pernah melupakan bagaimana perselingkuhan dan kekejian ayahnya kepada ibu kandung nya.
Mimpi buruk itu terus saja melekat dalam tidurnya, dia akan menghancurkan mereka, secara perlahan dan secara bertahap, dimulai dari menghancurkan semangat hidup John, kemudian ibu tirinya dan nanti ayahnya.
Satu persatu dari mereka harus mengecap kepedihan hatinya yang membuatnya berjuang sampai sekarang ini.
Akan tetapi ada sesuatu yang berada di luar rencana nya, rencana apik dan tersusun dengan hebat itu seolah terusik oleh sesuatu.
Takdir menyisipkan seorang wanita cantik, seseorang yang harusnya ia siksa sebagai tontonan kepada John untuk merusak mental, seperti mental nya rusak dahulu oleh karena ibu tirinya yang keji memamerkan kemesraan nya di hadapan ibu kandung nya sampai kesehatan ibu kandungnya semakin memburuk.
Akan tetapi, satu hari mengenal wanita ini rencana masih tetap dan utuh, dua hari pun begitu, satu mingu, masih tetap dengan rencana yang sama, satu bulan, dia mulai ragu dan sekarang keraguan nya mulai memuncak.
__ADS_1
Wanita yang memiliki segudang pesona ini seperti sebuah magnet yang selalu menarik mata, hati dan tubuh Gama untuk terus berfokus kepadanya dan melihat dirinya seorang.
Seolah merubuhkan prinsipnya untuk tidak memiliki pernikahan yang lama, karena dia sendiri tidak ingin kasus ayah dan ibunya terulang, dia sadar sepertinya dia menuruni sifat ayahnya yang keji itu.
Gama tidak bisa setia kepada satu gadis, dan dia tidak ingin menikahi satupun diantara mereka agar dia tidak terikat.
Akan tetapi lagi lagi wanita yang menjadi istrinya ini seolah mengubah arah hidupnya secara perlahan.
Gama akan menilai dan melihat dulu, apakah dia bisa setia hanya kepada satu wanita, dan apakah cinta itu nyata? Karena dia belum pernah merasakan nya sekalipun.
Dan dia ingin tahu apakah Cinta yang sudah tidak ia percayai itu akan hidup lagi dalam dirinya.
***
Rani tahu dia tidak akan menggunakan hatinya, akan tetapi tubuhnya seolah menerima dengan senang hati, seolah ada sengatan listrik yang mendebarkan jika lelaki ini menyentuh nya dan dia tidak tahu apa itu.
Dia pura-pura tidur dalam dekapan suaminya akan tetapi sebenarnya jantung nya tidak bisa tenang sejak tadi.
Tanpa ia sadari pagi telah menyingsing, dia bangun dan tidak menemukan Gama di sisinya lagi.
__ADS_1
“YES!” secara tidak sadar kebahagiaan tak terukur langsung menghiasi wajah Rani.
“Pasti dia sudah pergi ke luar negeri! Ha ha ha!”
Dia kemudian hendak turun dari ranjang setelah selebrasi kebahagiaan setelah mengetahui suaminya pergi.
Akan tetapi rasa ngilu di pinggang nya dan kedua pahanya baru terasa sakit sekali pagi ini, dia bahkan tidak bisa bergerak, siapa sangka efeknya dia rasakan malah pagi hari.
“Kenapa sakit sekali, aku bahkan sulit berjalan!” seru Rani terdiam membeku dan memutuskan untuk diam sebentar.
Rasanya sangat pegal, dan saat ingat apa yang membuat pinggang dan pahanya pegal sampai tidak bisa bergerak pipi Rani langsung merah sekali.
“Glek!”
Rani menelan salivanya dan menggeleng kan kepalanya.
“Dasar otak mesum! Apa yang kau pikirkan!”
“Huuuuhhh!”
__ADS_1
Rani seolah duduk seperti sedang yoga sekarang, memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya dan membuang pikiran pikiran mesum yang ada di kepalanya sejak tadi.
***