Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Jangan menangis Rani


__ADS_3

***


Setelah beberapa saat Gama keluar dari kamar mandi, dia terlihat begitu santai, malahan wajahnya terlihat bahagia dan puas, dia sama sekali tidak merasa telah melakukan kesalahan, menurutnya dirinya melakukan hal yang memang semestinya dia dapatkan.


Di atas kasur dia menemukan jika Rani sudah tertidur terlelap, untuk hal ini Gama tidak akan mengganggu Rani, Gama mengerti jika Rani sangat kelelahan melayani nya tadi, apalagi saat tadi adalah kali pertama bagi Rani untuk melakukan itu.


“Kenapa kau harus menjadi kekasih anak manja itu? Jika kau bukan kekasihnya mungkin aku tidak akan memperlakukan mu seperti ini, tapi jika kau bukan kekasihnya mungkin kita tidak akan pernah bertemu, jika kau di suruh memilih, kau memilih yang mana? Apakah hatimu ini masih dimiliki olehnya?” bisik Gama mengusap dengan lembut wajah sayu istrinya.


Tubuhnya yang juga kelelahan akibat terlalu banyak mengerahkan energinya barusan memutuskan untuk ikut mengistirahatkan tubuhnya, berada di sisi istrinya, berdua saja mampu membuat Gama merasa tenang dan melupakan segala kegiatan harian nya yang dipenuhi rencana licik dan hal-hal lain.


Malam yang sunyi yang menyembunyikan banyak rahasia dilalui oleh kedua insan yang sedang kelelahan itu, perjalanan mereka masih panjang, pertemuan mereka yang dilandaskan oleh dendam memberikan banyak tanda tanya, kepercayaan yang sangat tipis dan kebencian yang mendarah daging menjadi dasar patokan hubungan rumah tangga yang kemungkinan akan merubah hidup mereka.


***

__ADS_1


Rani yang sengaja bangun sangat cepat saat ini merasa jika pinggangnya nyeri dan kurang nyaman, mata sendu, wajah yang lesu tercermin jelas dari pantulan yang ia lihat dari cermin yang ada di hadapan nya.


Saat ini Rani sudah berada di kamar mandi, di lihatnya tubuh polos yang memperlihatkan tanda-tanda biru yang sangat banyak. Rasanya masih perih dan tidak nyaman, tubuhnya yang ia jaga telah hancur, serasa tidak berharga di mata monster itu.


“Jangan menangis Rani, dia tidak pantas kau tangisi, kau hanya perlu berjalan terus, badai akan segera berlalu, tunggu lah waktumu dan hiduplah, bukan untukmu tapi untuk orang-orang yang menyayangi mu,” Rani meringis menangisi dirinya yang terlihat menyedihkan.


Sebagai seorang wanita baik-baik yang baru saja kehilangan harta berharga nya secara tidak adil, apalagi diperlakukan dengan sangat kasar membuat Rani terpukul, harga dirinya sama seperti debu dihadapan Gama, seorang monster yang ingin sekali di hancurkan olehnya tapi tidak mampu.


Untuk seorang mangsa yang sudah di beli seperti Rani hanya bisa menunggu waktu, diam menyembunyikan rasa sakit dan derita yang di alami, berpura-pura semuanya baik-baik saja, terus berjalan dan tetap menunggu.


Hari ini dia akan pergi ke luar dan mencari pekerjaan lagi, dia harus sebisa mungkin menghabiskan waktunya di luar dan menghindari Gama.


Sesuai dengan rencana nya, Rani sudah pergi dari rumah besar yang sudah seperti neraka bagi Rani itu jam enam pagi, dia sama sekali tidak memakan sarapan paginya, yang ingin dilakukan Rani hanyalah ingin cepat pergi dari neraka penyiksaan ini.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Gama bangun dari tidur nya, dengan mata yang masih terpejam tangan nya meraba ke samping, dia tidak merasakan tubuh istrinya di kasur itu. Matanya tiba-tiba terbuka, ekspresinya sudah berubah.


“Apa yang ku harapkan sebenarnya? Apakah aku mengharapkan dia berada di sisiku setiap pagi? Kau sudah gila Gama! Iya, kau pasti sudah kehilangan kewarasan mu!” decak Gama tidak suka dengan perasaan nya.


Bagaimana tidak, dalam diri Gama yang terdalam, dia merasa tidak senang saat tidak melihat Rani berada di sisinya, seolah tubuh dan perasaan nya menginginkan Rani berada di dekatnya sepanjang waktu.


Gama mengusap dengan kasar rambutnya, dia ingin menyadarkan bayangan yang membuatnya tidak nyaman itu, masih banyak yang harus di lakukan jadi gama tidak punya waktu yang lebih hanya untuk memikirkan sesuatu yang tidak penting seperti itu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2