
Episode 116 : Eh, ternyata Rani yang menjebak Marian.
***
Hanya dalam beberapa saat, akhirnya Marian sampai ditempat terpencil pinggir kota, dimana dia akan memberikan pelajaran kepada wanita muda kampungan yang telah mempermalukan nya di seantero negeri.
"Haha, wanita kampung, kau terlalu muda dan lemah jika berhadapan denganku! akan ku habisi kau sampai menangis darah!" geramnya memasuki rumah gubuk kosong itu.
Dimana dia akan memberikan pelajaran kepada Rani dengan cara penyiksaan.
"Cklek!"
Dia membuka pintu dengan sangat bersemangat, tak sabar ingin melampiaskan kepuasaan nya karena menghabisi musuhnya.
Tetapi saat ia membuka pintu itu yang dia lihat bukanlah seperti yang ia bayangkan, yang ia bayangkan adalah Rani terikat dan dia siap melancarkan kekejiannya.
Akan tetapi yang terikat bukannya Rani malah para pelayan dan suruhannya yang di mobil lah yang terikat disana.
Menyadari ada yang tidak beres, Marian hendak melarikan diri, akan tetapi saat ia hendak melarikan diri, dia sudah melihat di belakang nya para pelayan dan pengawal rumah Gama yang sudah menjadi teman Rani berjejer menghadang Marian sembari melipat tangan memperlihatkan wajah angkuh seperti Gama.
Diantara mereka wakil ketuanya adalah Bi Mendi dan ketuanya adalah Rani yang menunjukkan wajah sangat meniru suaminya.
Marian melebarkan matanya, dia tersungkur, seharusnya rencananya sudah harus berhasil tetapi ia lupa siapa lawannya.
Rani bukanlah wanita lemah yang suka ditindas dan ditipu, cukup Gama saja yang selalu berhasil menipu nya, jika yang lain maka Rani tidak akan mau mengalah.
***
Flashback dua minggu lalu,
__ADS_1
Saat Rani sakit dan butuh perawatan, dia memang sangat manja dan minta ditemani suaminya terus, tetapi suaminya adalah seorang CEO perusahaan besar, Rani juga seorang pekerja jadi dia harus sadar diri.
Semenjak hari itulah, dia mulai mendekatkan diri dengan Bi Mendi dan para pelayan, karena kebanyakan adalah wanita membuat Rani merasa lebih cepat dekat dan mengenali mereka.
Hubungan antara pelayan dan majikan benar-benar sudah terlihat seperti teman, tetapi tentu saja hal itu dirahasiakan oleh Rani dihadapan suaminya.
Suaminya sangat overprotektif, kecuali dengan Bi Mendi, Gama mengatakan agar Rani tidak boleh dekat dengan siapapun, karena katanya manusia itu lebih mengerikan dari setan.
Kata-kata ampuh Gama beberapa minggu terakhir setelah Rani hamil adalah, "Aku melakukan ini demi istri ku dan anakku, jadi tidak boleh menolak!" kata-kata itu lah yang menjadi kartu as suaminya.
Setelah Rani hamil seolah Gama mendapatkan jawaban ampuh agar Rani tidak pergi kemanapun dan dekat dengan sembarang orang lagi.
Kedekatan Rani dengan para pelayan membuat Rani langsung tahu siapa saja orang baru masuk menjadi pelayan, kebetulan satu minggu setelah itu ada dua orang pelayan yang melamar menjadi pelayan di kediaman Gama.
Gama yang overprotektif karena istrinya hamil tentu saja menyerahkan komando kepada Bi Mendi agar menyelidiki semua orang yang baru menjadi pelayan atau siapapun yang masuk ke rumah.
Kebetulan Rani yang memang sedang hamil muda merasa begitu sensitif, jadi dia langsung tahu apa yang aneh dari kedua orang pelayan itu.
Jadi pekerjaan Rani selama seminggu bukan hanya makan tidur saja, akan tetapi berubah menjadi detektif dadakan, bersamaan dengan para pelayan yang lain, mereka bekerjasama untuk menjebak dalang dari semua nya itu.
Dengan cara pura-pura tidak tahu dan seolah terjebak dalam skenario penjahat yang tidak lain adalah Marian.
Setelah satu minggu ternyata dugaan Rani dan para pelayan yang telah menjadi detektif dadakan itu ternyata benar, kedua pelayan suruhan itu hendak menyerang Rani tadi di ranjang.
Untung saja Rani sudah mempersiapkan dirinya dengan sebuah tombol, jadi saat ia tekan maka pasukannya akan masuk kedalam kamar nya dan menyergap mata-mata itu.
(Pasukannya adalah para pelayan)
Setelah itu ....
__ADS_1
"Bak!"
"Buk!"
"Bak!"
Kedua pelayan yang menjadi mata-mata itu langsung dihajar habis-habisan oleh pasukan Rani.
Dan Rani yang sudah berhasil melakukan rencananya langsung bertindak bagaikan kapten.
Sepertinya kemampuan Gama dalam mengancam membuat Rani bisa melakukan hal yang sama, dia mengancam mata-mata itu dan kedua pria berbadan besar yang ada di luar yang sudah dilumpuhkan oleh penjaga elit yang disiapkan Gama untuk menjaga Rani.
Dan olehkarena rencana apik nya, Rani bisa sampai ke rumah kosong di pinggiran kota ini.
***
Flashback off,
"Ke ... kenapa bisa seperti ini?" teriak Marian benar-benar lupa siapa lawannya sekarang.
Gama mana mungkin meninggalkan Rani sendirian, pasti ada penjaga dimana-mana, apalagi selama ini Gama sudah melatih istrinya itu untuk bersikap seperti Gama sebagai pertahanan diri paling hebat.
"Kau sudah tua tapi sangat menjijikkan! aku tidak percaya kau adalah ibu John, kau seperti nenek sihir yang isi kepala dan hatinya penuh dengan racun!"
"Dengar ya, aku istrinya Gama, aku bukan orang bodoh yang bisa kau jebak dengan cara mu yang kekanak-kanakan!" teriak Rani benar-benar terlihat seperti super Hero.
Aksinya itu di sambut anggukan oleh Bi Mendi dan pelayan yang lain.
***
__ADS_1
Maaf ya jika masih banyak kekurangan, jangan lupa di like dan komen yaa 🤍
***