
Episode 28 : Makan siang bersama.
***
Makan siang di ruangan pribadi Ardhan,
Awalnya Rani menolak tawaran ini karena sebenarnya kurang etis jika ada calon karyawan ditawarkan oleh seorang CEO makan siang bersama.
Akan tetapi Rani tidak bisa menolak karena sebelumnya mereka sebenarnya sudah pernah bertemu dan berbincang bersama.
Juga kelihatan nya Ardhan adalah lelaki yang baik dan mungkin hanya kesepian saja sampai meminta untuk makan bersama dengannya.
"Ah, aku turuti sajalah, lagian aku juga tidak memiliki teman makan bersama," gumam Rani mengambil sisi positif dari makan siang mereka ini.
***
Ardhan sudah menyiapkan banyak makanan siang itu, dipersiapkan oleh beberapa bawahannya di dalam ruangannya yang sudah seperti sebuah rumah mewah karena luasnya.
__ADS_1
Mereka berdua duduk di sofa dan makan bersama, Rani makan dengan begitu lahapnya, karena makanan itu begitu enak sampai sampai dia tidak sadar jika ponselnya telah mati karena kehabisan baterai dan dia sudah dalam masalah besar karena suaminya sedang mencari cari dirinya.
"Hehe, kau makan lahap sekali," seru Ardan suka melihat cara makan Rani yang tidak jaim dan makan begitu lahap.
"Umm, ma ... maaf Pak, apakah aku terlihat tidak sopan?" balas Rani mengehentikan makanannya sejenak dan mengatur cara duduknya dengan sopan.
Jika Rani sedang makan memang dia merasa seperti dunia ini hanya miliknya seorang, dia suka sekali makan, jika ditanya apa hobby nya maka Rani pasti akan menjawab jika makan adalah hobby nya.
"Jangan panggil aku Bapak jika diluar pekerjaan, sekarang kan sedang istirahat, aku ingin kau menganggap aku sebagai teman mu, aku tidak bisa menjelaskan nya tetapi saat pertama kota bertemu aku sudah infin dekat dengan mu," sahut Ardhan benar benar berterus terang dan tanpa ada yang di tutup tutupi.
"Uhuk ... uhuk!"
"Tenang saja Rani, tidak perlu takut aku mengatakan ini bukan untuk membuat mu takut dan tidak nyaman, aku hanya ingin berterus terang dan ingin berteman dengan mu, itu saja," seru Ardhan lagi menimpali ucapannya agar membuat Rani tenang.
"Haahhh!"
Rani mengatur pernafasan nya dan menjadi lega.
__ADS_1
"Jadi teman toh, hehe, baiklah Pak, eh Ardhan," seru Rani tersenyum begitu manis membuat Ardhan merasakan debaran aneh yang ia rasakan tempo lalu.
Keduanya menjadi akrab dengan cepat, mungkin karena Rani sopan dan Ardhan memiliki sikap dan tutur kata yang baik membuat Rani menjadi tidak memikirkan hal aneh terhadap lelaki ini.
***
Disaat yang sama bukan hanya Gama saja yang mencoba keras menghubungi Rani akan tetapi mantan atasan Rani juga menghubungi dirinya.
Jika dia tidak segera membawa Rani kembali maka dia akan dipecat dan keluarga nya akan terlantar jadi dia akan melakukan apapun untuk membawa Rani kembali ke perusahaan Gama Yu.
***
Hanya menunggu beberapa saat Roni, assisten nya sudah datang membawa laporan mengenai pencarian Rani yang segera di perintahkan oleh Gama untuk segera di cari tadi.
"Tuan, saya sudah mendapatkan lokasi Nyonya Rani, beliau sedang ada di perusahaan Ardhan Reiner, sepertinya beliau melamar disana," Roni segera memberikan laporan terkini yang diminta oleh Gama yang sudah kelihatan amarahnya itu.
"Ho? Reiner? cecunguk itu!" geram Gama yang memang sudah mengenal Ardhan Reiner, seorang tuan muda yang memiliki banyak luka dan rahasia dalam hidupnya.
__ADS_1
***