Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Perasaan yang tidak dikenali


__ADS_3

***


Episode 69 : Perasaan yang tidak dikenali.


Di kantor Gama Yu,


Mendengar ucapan super nakal dan bagaimana lelaki ini menggenggam erat pinggangnya membuat Rani sampai harus menahan nafasnya, dia sudah tahu ada yang mencurigakan mengapa Gama menginginkan dirinya menjadi sekretaris nya secara tiba-tiba.


"Pak, ini di kantor, tolong lepaskan saya!" ketus Rani mencoba melepaskan dirinya.


Lelaki ini sungguh tidak mengenal tempat sama sekali.


"Pak? kau memanggilku Bapak? sungguh sekretaris yang sangat sopan, semakin menggodaku saja," goda Gama semakin merasa gairahnya membara.


Semakin wanita ini menolak dan mendorong semakin kuat keinginannya untuk menangkap dan menghabisinya, seperti monster buas yang menginginkan mangsanya setiap saat.


"Menggoda? saya tidak menggoda Pak, saya kesini mau bertanya dimanakah mejaku, karena Bapak secara tiba-tiba menjadikan saya sebagai sekretaris mu," balas Rani sama sekali tidak mengerti mengapa jalan pikiran Gama sebegini ekstrim nya.


Rani masih mencoba melepaskan eratan genggaman tangan atasannya yang merupakan suami nya ini.


"Sayang, kau sudah duduk sekarang bukan? seperti yang kau katakan aku adalah atasan mu jadi terserah ku dimana mejamu, dan aku ingin kau duduk di pangkuan ku sekarang, mau protes?" bisik Gama menyeringai, dia memeluk Rani dari belakang sekarang.


Gama mensejajarkan duduk Rani dengan tubuhnya, agar Gama tetap bisa bekerja sembari memeluk istrinya.


"Hehe, aku memang jenius menjadikan nya sekretaris ku, dengan begini setiap aku lelah dan rindu padanya aku tinggal memeluknya seperti ini, ha ha ha! Gama kau memang paling hebat!"


Gama masih memuji dirinya sendiri, seperti berdiri diatas singgasana karena bangga atas dirinya menjadikan istrinya yang keras kepala ini menjadi sekretaris nya saja.


Dekapan hangat dan tubuh bidang suaminya ini benar-benar membuat tubuh Rani menjadi kecil, detak jantungnya terdengar oleh Rani, dan hangat tubuhnya menyentuhnya begitu lembut.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Rani langsung memikirkan hal yang mesum saat merasakan hal itu, apalagi saat salah satu tangan suaminya ini memeluk pinggang nya dan yang satu lagi memeriksa layar komputer untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang masih belum usai.


"Rani! apa kau gila? memikirkan hal mesum saat dia memeluk mu! apakah kau sudah menjadi mesum juga dan telah terkontaminasi oleh si monster ini! hu hu!"


"Siapapun cepat lah tolong aku, aku kira aku tidak akan bisa melepaskan diri!"

__ADS_1


Seperti biasa batin Rani akan berteriak dan meminta tolong untuk keselamatan dirinya yang tidak pernah bisa ia selamatkan sendiri.


Tetapi diamnya Rani karena memang tidak memiliki kekuatan apapun untuk menolak lelaki super dominan ini membuat suasana menjadi sangat hangat dan tenang.


Detak jantung mereka sedang saling beradu, pipi merah Rani yang sedari tadi mencoba menyadarkan dirinya sendiri terlihat begitu menggemaskan, jika saja Gama melihat wajah Rani yang sekarang maka bisa di jamin Gama tidak akan memiliki tenaga yang cukup lagi untuk menahan dirinya.


Gama melanjutkan pekerjaannya, dia sesekali bersandar di atas kepala Rani, lalu serius bekerja menggunakan komputer canggih nya.


Wangi mint, dan nafas hangat nya sungguh sejak tadi membuat Rani geli dan semakin berdebar-debar.


Dia tidak tahu apa yang sedang ia rasakan tetapi Rani merasa kurang nyaman dengan apa yang sedang bergejolak dalam dirinya.


"Ini berbahaya, jantungku pasti sebentar lagi akan lebih kuat dari suara keyboard komputer nya, ada apa denganku sebenarnya? apakah aku sudah gila? tidak pernah aku merasa terbakar seperti ini, wangi tubuhnya semakin lama semakin membuat aku pusing!"


"Rani, kau harus membersihkan pikiran mu yang telah terkontaminasi ini, pura-pura saja pergi ke kamar mandi, agar bisa berpisah darinya sebentar!" gumam Rani dalam semangat juang tinggi untuk menyelematkan diri sendiri dari perasaan yang tidak ia kenali.


"Pak ...."


"Hmmm?" Gama menjawab seadanya karena dia sedang serius mengerjakan sesuatu di layar komputer nya sembari nyaman sekali menyandarkan dagunya di kepala Rani.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Saat istrinya mengatakan mau ke kamar mandi pikiran gila nan liar Gama langsung terbakar sampai tangannya yang tadi bergerak cepat mengetik di keyboard berhenti tiba-tiba.


Dia menyeringai dan membisik di telinga istrinya.


"Ke kamar mandi? kau mau ku temani dan kita lakukan disana? pasti sangat mendebarkan bukan?"


Ucapan itu membuat Rani terbelalak dan harus menahan nafasnya karena tidak tahan lagi dengan tingkat kemesuman suaminya ini yang berada di level tertinggi itu.


"Kyaaa!" Tanpa disadari Rani berteriak kecil dan berdiri secepat kilat.


"Hah!" Nafasnya yang berat itu sungguh kelihatan sekali membuat dadanya bergerak ke depan dan ke belakang.


"Glek!"


Rani menelan salivanya dengan berat.

__ADS_1


Lalu tanpa menoleh kearah Gama, dan tetap menunduk karena tak mau menunjukkan seberapa merah wajahnya sekarang Rani langsung menduduki dan pergi ke kamar mandi untuk mendinginkan kepalanya yang panas itu.


"Ti ... tidak usah Pak, saya bisa sendiri!" ketus Rani salah tingkah dan tanpa menunggu aba-aba dari Gama dia sudah melarikan diri seperti angin.


"Pfft!"


"Ha ha ha!"


"Istriku lucu sekali, wajahnya merah dan membuatnya semakin cantik! menggodanya sedikit sudah membuat yang dibawah ini tak mau tidur!"


"Aku masih ada meeting, tunggu sampai di rumah lalu bisa menghabisinya!"


Gama tertawa kecil, dia merasa senang bagaimana istrinya selalu ada disekitar nya seperti ini, kerinduan selama satu minggu penuh akhirnya bisa ia puaskan sekarang ini.


***


"Ah ... aku malu, aku malu, aku malu! kenapa mulutku menutup rapat saat dia menggodaku? kenapa? kenapa aku seolah tunduk kepadanya? kenapaaaaa?"


Rani berteriak untuk dirinya sendiri, melangkah penuh kekecewaan besar terhadap dirinya sendiri ke kamar mandi.


Rani mencuci tangan dan membasuh wajahnya karena dia merasa sangat panas sekali, dia melihat cermin dan menatap pantulan dirinya sendiri.


Bayangan Gama yang mengenakan kaca mata sembari bekerja sangat serius di dekatnya membuat jantung Rani tak bisa tenang.


Ketampanan lelaki ini menggoyahkan dirinya dan darahnya seperti mendidih.


"Kenapa sih dia bisa tampan sekali, kenapa jantungku berdegup secepat ini? apa aku sakit?" ketus Rani belum juga merasa tenang dengan jantungnya yang berdegup kencang itu.


"Cklek!"


Saat Rani belum usai dengan kegundahan hati dan perasaan yang menggebu-gebu tak ia kenali, seseorang memasuki kamar mandi khusus wanita itu dan sengaja menguncinya.


Rani melihat jika wanita itu adalah sekretaris Gama yang baru saja ia gantikan yaitu Lorry, sepertinya Lorry marah bagaimana mungkin seorang Rani bisa menggantikan nya secepat kilat.


Seolah mengkonfirmasi jika Rani telah berhasil menggoda Gama Yu dan menjadi simpanan nya.


Tentu saja Rani yang tiba-tiba jadi sekretaris Gama membuat semua karyawan wanita di kantor itu menjadi musuh Rani sekaligus.

__ADS_1


__ADS_2