Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Ciuman panas


__ADS_3

Episode 30 : Ciuman panas


***


"Macet sialan! aaaaaa!" Rani berteriak dalam hatinya saat dia kena macet menuju kantor suaminya, dia sudah takut jikalau Gama akan sungguh sungguh menghukum dirinya.


Bagaimana pun Gama adalah seseorang yang tidak bisa ia tebak, apalagi sikap kejam nan arogannya yang mengerikan, tidak menutup kemungkinan jika Gama akan sungguh sungguh melakukan hukuman yang dia katakan.


Setelah satu jam lewat lima menit, akhirnya Rani sampai di kantor suaminya, dia berlari sekencang mungkin sampai tidak lagi melihat sekitarnya.


Dia sudah ngos-ngosan, sesampainya di depan ruangan Gama, dia segera mengetuk pintu itu.


"Masuk!"


Terdengar suara Gama yang lantang dan tegas dari dalam.


"Glek!"

__ADS_1


Rani menelan salivanya sebelum ia akhirnya memasuki ruangan itu.


"Tuan," seru Rani memasuki ruangan itu dengan wajahnya yang kelihatan lelah sekali, bagaimana tidak dia berlari dari halte busway sampai ke kantor ini karena takut kena hukuman dari lelaki buas mengerikan ini.


Mata tajam Gama melihat kearah Rani dan dia langsung menatap kearah jam tangan nya, dia kemudian tersenyum menyeringai, "Kau telat 60 menit, apakah kau tahu artinya? artinya kau akan aku hukum selama 60 jam di ranjang melayaniku tanpa jeda!" senyuman nakal dana bahasa yang menekan, bagaimana mungkin orang se mengerikan lelaki ini, itulah yang ada di benak Rani sekarang.


"Tuan, tadi macet, juga aku sedang ... umm ... itu sedang ada di rumah ibuku, jadi membutuhkan perjalanan lebih lama hingga sampai kemari,"


Jawab Rani memutuskan untuk berbohong mengenai dia sedang mencari kerja baru untuk mengumpulkan uang agar dia bisa mengembalikan uang diberikan Gama kepada keluarganya.


"Aku tidak boleh mengatakan yang sebenarnya, bisa bisa dia mengamuk lagi, jika dia marah dia sangat mengerikan aku tidak mau melihat nya lagi!" gumam Rani sebenarnya memiliki trauma sendiri saat melihat orang marah.


"Heh! gadis pembohong ini!" geram Gama meletakkan pulpen yang tadi ia gunakan untuk menandatangani berkas.


Ia sekarang sepenuhnya tertuju kearah istrinya yang sedang tertunduk hormat di hadapannya.


"Sayang, kemari lah!" perintahnya seolah tidak menggubris kebohongan Rani barusan.

__ADS_1


Dia mengodekan menggunakan telunjuk jarinya agar Rani segera datang mendekat.


"Ta ... tapi Tuan,"


Rani yang merasakan sebuah tekanan yang tidak biasa membuat nya hendak menolak, tetapi tentu saja dia tidak akan bisa menolak, jadi saat dia bertemu pandang dengan Gama yang melihat nya dengan begitu tajam, Rani segera menurut dan datang mendekat.


Dia melangkah dan berhenti di dekat Gama, tidak terlalu dekat karena dia masih terlalu takut untuk berdekatan dengan monster hidup ini.


"Srek!"


Akan tetapi tangan kokoh Gama segera menarik Rani sampai terjerembab di pangkuannya.


Lalu tanpa aba-aba dia segera melahap dan ******* bibir Rani yang terus saja ia pandangi sejak tadi.


Rani sampai sedikit sesak apalagi suaminya ini segera menahan belakang kepalanya agar Rani tidak bisa kabur dari cengkeraman nya.


"Sayang, bibir mu ini harus diberikan hukuman karena telah berbohong, berbohong lah terus maka aku akan menghabisi mu setiap waktu, kau suka kan gigitan ku?" bisik Gama tersenyum menyeringai begitu nakal namun juga begitu mengerikan disaat yang bersamaan.

__ADS_1


Gama memberikan waktu beberapa detik untuk Rani menarik nafas, sampai Gama mencium panas bibir istrinya lagi.


__ADS_2