
Episode 95 : Secercah harapan.
Di kapal pesiar pelelangan,
Malam penuh kemegahan, begitu banyak keinginan tersembunyi, entah itu tujuan bisnis atau bahkan pertunjukan kekayaan yang tiada akhir.
Disinilah Gama, akhirnya melihat langsung ayahnya dan ibu tirinya, terlihat begitu mesra dan seperti keluarga bahagia duduk bersama di tempat sedikit jauh darinya.
Detak jantung nya berdegup begitu kencang, dia ingin menghancurkan kebahagiaan menjijikkan mereka secepatnya, tawa istri ayahnya yang terlihat bahagia.
Kebahagiaan mereka seperti sebuah penghinaan bagi mendiang ibunya yang telah ter-khianati dan menderita bahkan sampai akhir hayatnya.
"Bahkan tidak ada rasa penyesalan sedikit pun di wajahmu itu! bajingan!" geram Gama menatap tajam ke arah dimana keluarga Deffan Yu duduk.
Wajahnya yang memerah dan tatapan yang begitu tajam, nafas yang sudah sedikit berat dan tangan yang mengepal kuat sekali.
Rani tidak akan pernah tahu apa yang dirasakan suaminya sekarang ini, dia tidak akan tahu bagaimana sakitnya penderitaan suaminya, akan tetapi membiarkan suaminya tenggelam terus dalam dendam dan kebencian adalah salah.
Sebagai seorang istri yang sudah menetapkan pilihannya, dia harus bisa mendamaikan hati suaminya secara perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, melangkah secara perlahan, dia akan meraih tangan lelaki yang hatinya sudah hancur oleh kepahitan hidup.
Dan langkah pertama yang harus ia lakukan adalah, membuat Gama semakin mencintai nya, mengalihkan perhatian dan membuat Gama hanya melihat nya seorang, agar tidak ada yang lain lagi dipikirkan oleh lelaki ini, agar dendamnya sedikit demi sedikit terkikis.
Rani meraih tangan suaminya, jemari mungilnya melingkar di sela sela jari suaminya, tangannya langsung terlihat kecil jika dibandingkan dengan tangan lelaki ini.
__ADS_1
Saat Gama begitu berfokus bagaimana mengalahkan ayahnya dalam lelang hari ini sampai emosinya meledak-ledak dan ingin menghancurkan tempat ini, sesuatu yang hangat menyentuh jemarinya dan menggenggam nya.
Gama segera mengarahkan tatapan matanya kearah tangannya dan milik istrinya yang sudah menggenggam erat tangannya, setelah itu ia bisa melihat senyuman istrinya yang berada di dekatnya.
Hanya dalam beberapa saat Gama telah tenggelam dalam kemarahan nya sendiri, dia lupa jika di sisinya ada istrinya.
Rani tersenyum begitu lembut, menggenggam dan seolah memberi tahukan jika apapun yang terjadi Rani akan mendukung nya.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Gama berdetak begitu cepat, berbeda dari kemarahan yang tadi, sekarang ini dia merasa keberadaan nya akhirnya di akui oleh seseorang, hati lembut wanita ini seolah menerimanya apa adanya.
"Ada apa? apakah ada yang mengganggu mu? wajahmu memerah," bisik Rani sedikit khawatir mengapa wajah suaminya terlihat berubah.
"Sayang, apa kau mau tahu?" bisik Gama mendekat dan membisik ke telinga Rani.
Rani yang tidak berpikir hal nakal langsung mengangguk, menantikan jawaban suaminya.
Rani mengira mungkin Gama marah karena berada di tempat yang sama dengan keluarga nya, atau mungkin sakit, akan tetapi jawaban Gama ini membuat sekarang wajah Rani lah yang memerah dan matanya melebar.
Yang bisa ia lakukan hanyalah terdiam kaku, mungkin dia telah membangunkan monster dalam diri Gama, dan dia pasti akan mendapatkan sanksi nya.
Adapun yang dibisikkan oleh Gama dengan senyuman nakalnya adalah, "Aku ingin bercinta denganmu, sepanjang malam sampai pagi, haruskah kita pergi menyelinap ke ruangan pesiar ini? tidakkah akan menyenangkan?"
__ADS_1
Bisikan nakal dan mata yang tajam, nafas yang panas yang membuat bulu kuduk merinding.
Entah kenapa Gama bisa mengatakan hal seperti itu di tempat keramaian seperti ini, seolah yang ia selalu pikirkan hanyalah hak gak nakal saja.
Gama terkekeh nakal, dia merasa terhibur melihat wajah malu istrinya, mungkin malam ini bukan hanya tentang kepentingan pribadi atau rencana licik akan tetapi istrinya yang ada di sisinya ini telah memberikan alasan yang lain.
Kepolosan dan kelembutan hatinya setidaknya akan memberikan secercah harapan dan damai baginya malam ini.
***
Sedangkan John dan Christy yang sejak tadi mengamati apa yang dilakukan oleh Gama dan Rani sedang mencengkeramnya tangan dan meminum banyak sekali sampanye yang ada di atas meja mereka.
"Rani, kenapa kau meraih dan menggenggam tangannya, KENAPA?" John ingin segera berlari kesana, ke tempat dimana Gama dan Rani saling menatap dan tersenyum seolah membicarakan sesuatu.
Kedekatan hubungan mereka membuat hati John memanas, wanita yang seharusnya berada di sisinya, sekarang telah menjadi milik orang lain.
Akan tetapi Deffan yang sudah tahu apa yang sedang terjadi segera menatap kearah putranya dengan tajam.
"Jangan sampai kau melakukan sesuatu yang merugikan!" ancam Deffan Yu pada putranya yang tidak berhenti meneguk minuman, dan mata tajam nya selalu mengarah ke arah mantan kekasihnya yang entah mengapa sepertinya berhubungan dengan Gama Yu.
***
Guys jangan lupa di like dan komen yaa 🤍
__ADS_1
***