
Episode 115 : Marian menjebak Rani.
***
Disaat yang sama,
Marian yang sedang syok mengetahui jika Christy ternyata bukan wanita baik-baik sejak tadi tidak berhenti mencibir namanya, tetapi sekarang keberadaannya sedang menghilang dari ruang tamu dimana John Yu dan ayahnya sedang menunggu kabar dari Leonardo Lin mengenai kejadian hari ini.
Karena bagaimanapun perusahaan Leonardo Lin yang base nya ada di luar negeri itu masih dibutuhkan oleh John Yu dan Deffan Yu, jadi mereka masih menunggu secara seksama.
Sampai sekarang belum diketahui siapa penyebar video asusila itu, John melakukan rencananya dengan begitu mulus sampai tidak meninggalkan jejak sama sekali. John yakin, karena kesalahan bukan dari dirinya tetapi dari Christy Lin, maka perjanjian kerjasama mereka akan tetap berjalan lancar dan mulus.
Dengan begini akan lebih banyak kesempatan bagi John untuk merebut Rani, dia benar-benar akan semakin kuat dan mengalahkan Gama Yu, yang kata orang tidak akan pernah bisa ia kalahkan itu.
Disisi lain,
Marian yang sedang menerima panggilan dari suruhannya mengenai rencananya terhadap Rani sedang berbicara di ruangan pribadinya sekarang.
“Apakah kalian sudah berhasil menjadi pelayan disana?” bisik Marian dengan matanya tang begitu licik, sifatnya yang angkuh dan tamak memang sama sekali tidak akan bisa tenang jika dia belum membalaskan dendam kepada Rani yang telah mempermalukannya pada saat tempo lalu.
“Sudah Nyonya, kami sudah berbaur menjadi pelayan disini sekitar satu minggu, apakah hari ini rencana dilaksanakan? Kami tadi melihat jika Tuan Gama pergi dengan terburu-buru,” balas anak buah Marian.
Yang memang beberapa minggu lalu setelah dipermalukan Marian mengirimkan beberapa suruhannya untuk menyamar menjadi pelayan di kediaman Gama Yu untuk memata-matai kapan Gama pergi agar dia memiliki kesempatan untuk menculik Rani dan melakukan apapun sesukanya.
__ADS_1
Marian tentu saja menyadari, jika Gama berada di sekitar Rani maka dia bahkan tidak bisa menyentuh seujung rambutnya sekalipun.
“Haha, akhirnya kesempatan datang juga, lakukan semua sesuai dengan rencana, bawa dia dengan sembunyi sembunyi, jangan sampai ada keributan, lakukan dengan senyap, nanti akan ada mobil yang akan menunggu kalian dari samping rumah,” seru Marian bahagia sekali.
Akhirnya ada waktu baginya untuk membalaskan dendam seribu kali lipat sampai Rani akan menangis darah nantinya.
Para pelayan yang di turunkan oleh Marian memang sudah menyelidiki keamanan dan titik buta di kediaman Gama, kediaman ini memang dipenuhi cctv dan kemananan akan tetapi beberapa pelayan memiliki jalur khusus untuk mereka, dan suruhan Marian sudah tahu akan hal itu.
Sedangkan disisi lain, Rani baru saja hendak bangun, dia tidur pulas sekali, dia meregangkan tubuhnya dan hendak membuka matanya, dia meraba sisinya akan tetapi dia tidak menemukan suaminya.
“Ah, pasti dia sudah pergi bekerja,” ketus Rani.
Setiap Minggu Rani akan mengidam hal hal yang jauh berbeda dari Minggu sebelumnya.
“Srak … Srak!”
Rani mendengar suara suara di dalam kamarnya, saat ia hendak duduk dan melihat tiba-tiba saja ada dua orang pelayan hendak menyerang nya ....
Setelah itu rencana yang disusun oleh Marian dilaksanakan oleh para bawahannya ....
***
Setelah Marian menerima informasi selanjutnya mengenai penculikan Rani telah sukses besar, dia menyeringai, dia akan menuju lokasi yang memang ia pilihkan sebagai tempat pembalasan kepada Rani.
__ADS_1
Sekarang di ruang tamu mereka, sudah ada ayah dan ibu Christy Lin yang sedang meminta maaf atas masalah yang dibuat oleh putri mereka, sedangkan Christy sedang dikurung oleh ayahnya dan dijaga ketat oleh penjaga sekarang ini.
“Maafkan aku Def, aku benar-bemar telah gagal mendidik putriku,” seru Leonardo memegangi kepalanya kelihatan suntuk sekali.
“Tidak apa Leo, yang sekarang harus kita pikirkan adalah bagaimana caranya menenangkan publik dan memblokir semua video yang sudah tersebar, tenang saja aku pasti membantumu,” balas deffan kepada saqhabatnya ini.
Bagaimanapun keduanya memang benar-benar saling membutuhkan mengenai kerjasama bisnis mereka.
*Marian sedang mengaktifkan sandiwaranya, berpura-pura sakit, tadi juga dia sudah melapisi bibirnya menggunakan bedak agar kelihatan pucat*
“Ada apa ibu? apakah Ibu baik-baik saja?” John Yu yang menyadari Ibunya kelihatan tidak nyaman bertanya pada ibunya.
“Haahh!” Marian menghela nafasnya dalam dalam.
“Maaf ya Nak, sepertinya karena kejadian ini kepala Ibu benar-benar sakit, Ibu harus pergi ke rumah sakit sekarang juga,” kelihatan mencari cara agar bisa pergi dari tempat ini dan menuju tempat dimana dia akan menyekap Rani.
“Aku antarkan saja Bu,” seru John pada Ibunya namun tentu saja langsung ditolak mentah mentah.
“Tidak usah, Ibu diantarkan pelayan pribadi saja, kau temani ayahmu saja menyelesaikan urusan ini,” seru Marian berhasil dengan sandiwaranya.
Dia bisa pergi tanpa harus dicurigai, karena suasana juga sedang dalam keadaan tidak kondusif membuat semua orang tidak terlalu memperhatikan.
***
__ADS_1