
Episode 108 : H-1 Pernikahan John Yu.
***
Di kediaman John Yu,
Persiapan pernikahan megah sudah akan rampung, esok pernikahan John Yu harus membuat semua orang iri.
Marian sudah memiliki beberapa rencana jahat, seperti bagaimana dia dulu menyingkirkan Ibu kandung Gama, dia juga akan menyingkirkan Rani dengan cara yang hampir sama.
Marian masih dendam sekali, apalagi saat mengetahui suaminya sama sekali tidak melakukan apapun saat melihat dia dihina dengan lantang oleh wanita kampungan itu.
"Akan ku buat kau menangis darah Rani! kau salah mencari lawan!" geramnya sudah rampung dengan persiapan.
Dia begitu percaya diri dengan rencananya, sama seperti dia percaya diri dengan rencana nya dahulu saat merebut suami sahabatnya sendiri, ibu kandung Gama Yu.
Entah apa kisah yang terjadi dahulu, akan tetapi semuanya terjadi secara sengaja, dan semua kejahatan yang disembunyikan begitu lama akan kembali tercium dan dosanya akan kembali menyerang nya.
Disisi lain,
Christy Lin yang akan menikah besok malam ini sedang melakukan adegan panas dengan lelaki bayarannya, dia tahu dia tidak akan bisa merebut Gama Yu.
Dia tahu jika dia melangkah sekali lagi maka Gama Yu akan benar-benar menghabisinya.
Dia ingin melepaskan rasa suntuknya dengan bermain-main dengan lelaki bayarannya ini, yang sengaja ia cari agar fisiknya mirip dengan Gama Yu.
***
__ADS_1
Di kediaman Gama Yu,
Rani dan Gama Yu sudah selesai makan malam, Gama Yu sedang menunggu istrinya menggunakan pakaian tipis nan menerawang yang sekali tarik akan robek.
Gama Yu sengaja membelikan pakaian itu untuk istrinya malam ini.
Dengan menggunakan piyama biru yang hanya diikat di salah satu sisinya, tampilan Gama Yu tidak kalah menggodanya, dia merentangkan tangannya dan menumpu kepala nya di tangan.
Dia sedang menatap tajam kearah pintu kamar mandi dimana istrinya sedang mengganti pakaian yang ia belikan untuk Rani.
"Aku pasti akan kehilangan akal saat melihat istri cantikku mengenakan pakaian itu, ah, aku tidak sabar!" Gama berteriak dalam hatinya, dia tidak sabar dan bersemangat sekali menunggu istrinya keluar dari sana.
Sedangkan Rani yang sudah mengenakan pakaian yang sudah setipis kulit Ari salak, tembus pandang dan sangat menggairahkan.
Rani bahkan sampai membelalakkan mata saat melihat tampilannya di cermin.
"Apakah dia itu sudah gila? meminta aku memakai pakaian aneh ini, aku saja malu melihat diriku sendiri!" teriak Rani kecil sekali dan menutupi matanya karena malu melihat dirinya sendiri di pantulan cermin.
"Apakah aku harus mengenakan ini? tidak bisa kah aku mengenakan baju tidur saja?" suara Rani terdengar dari dalam kamar mandi membuat Gama semakin bersemangat tentunya.
"Kau harus pakai sayang, aku sudah menunggu ini begitu lama loh, aku ingin kau menjadi hadiahku karena menahan hasrat ku begitu lama, cepatlah keluar sayang," seru Gama sudah duduk dan bersemangat melihat istrinya keluar dari sana sekarang.
"Apanya yang menahan gairah, kau menggunakan tanganku sampai pegal, ah!" Rani berdecak kesal.
Lalu ia menepuk kedua pipinya, dia menggelengkan kepalanya dan mencoba melupakan ingatan ingatan nakal itu.
"Jangan ingat lagi Rani, jangan ingat lagi," seru Rani pada dirinya sendiri agar jangan mengingat saat-saat dimana Gama akan melakukan hal nakal yang diluar dugaan Rani.
__ADS_1
"Hehe, rasanya tidak sama, sudahlah cepat berikan aku hadiah, aku ingin melihat mu secepatnya, atau kau kau aku yang kesana, jika aku yang kesana maka aku akan menghabisi mu di kamar mandi loh,"
Goda Gama lagi memancing agar Rani segera keluar dan memperlihatkan dirinya.
"Ah, dia kan suamiku, aku juga harus belajar menyenangkan nya," geram Rani menyalakan semangat membara demi hubungan suami istri yang baik dan harmonis.
"Cklek!"
Rani membuka pintu kamar mandi pelan sekali, dia memunculkan wajahnya dulu, dan dia bisa melihat ketidaksabaran di wajah suaminya.
"Tolong jangan lihat aku dulu, tutup matamu sebentar," seru Rani yang sepertinya masih belum siap walau dia sudah menyalakan semangat api membara di tubuhnya.
"Hehe, panggil aku suamiku, baru akan aku lakukan," goda Gama menyeringai.
"Suamiku, tolong tutup matamu sebentar,"
Rani sudah pasrah.
"Hehe baiklah sayang," balas Gama sudah tidak sabar lagi, jantungnya sudah menggebu-gebu.
Melihat suaminya sudah menutup mata, Rani segera berlari secepat nya dan naik keatas ranjang, menutup dirinya menggunakan selimut dan dia sudah terlihat seperti kepompong sekarang.
***
Author : Adegan ranjang nya kayaknya nanti akan di skip wkwk, biar ga kebanyakan, takut di komen jahat soalnya kalau kebanyakan adegan ranjang 😭
Btw kalau tidak ada kendala sore ini jam 6 akan update dua lagi ya..
__ADS_1
Nantikan episode selanjutnya yaa.. maaf jika masih ada kekurangan, sayang kalian banyak-banyak 🤍