Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Drama suami istri.


__ADS_3

Episode 66 : Drama suami istri.


***


Setelah beberapa saat dalam perjalanan akhirnya mereka hampir sampai di menara dimana kantor Gama berada.


"Umm ... Pak, turunkan saya di persimpangan saja ya ...." Rani mencoba mengingatkan Pak supir agar menurunkan dirinya jangan di lobby perusahaan melainkan di persimpangan jalan saja.


"Kenapa? kenapa harus di persimpangan!?" Gama yang mendengar itu langsung menatap tajam kearah Rani yang sudah siap-siap untuk turun di persimpangan.


"Ck, dia ini apa belum mengerti apa? pernikahan antara aku dan dia kan tidak ada yang tahu dan tidak boleh ada yang tahu, nanti kehidupan normal ku bisa hancur!"


"Tapi bagaimana ya caranya membujuknya agar harga dirinya tidak tercoreng? ayolah otak berfikir lah!"


Rani mencoba mencari cara, sedangkan supir yang membawa mereka sudah pusing tujuh keliling, jadi dia harus berhenti di persimpangan atau tidak.


"Ga ... Gama, aku adalah karyawan mu di perusahaan mu, akan sangat tidak etis jika mereka tiba-tiba tahu jika kita dekat, apalagi satu mobil dengan mu, jadi untuk saat ini demi keamanan dan ketertiban bersama kita menjaga jarak saja dulu ya," ucapannya lembut sekali, mencoba tersenyum begitu halus agar Gama tidak marah dan akan membuatnya dalam masalah besar.


Mata Gama langsung memicing, sebenarnya ia tahu jika orang-orang tahu dia menikahi Rani, maka hidup Rani tidak akan mudah, bagaimana pun banyak wanita kalangan atas yang menginginkan Gama, bahkan di kantornya saja banyak wanita yang merupakan anak orang kaya atau bangsawan yang sengaja bekerja menjadi staff hanya untuk menggoda Gama.


"Aku tahu apa yang dia katakan ada benar nya tetapi kenapa aku kesal sekali ya?" geram Gama tidak mengerti mengapa ia bisa sangat kesal mengetahui jika istrinya ini benar-benar mengajukan untuk tidak mengumumkan pernikahan mereka.


Padahal biasanya Gama lah yang tidak ingin mengumumkan hubungan nya dengan gadis malahan sekarang situasinya berbalik.


"Yasudah, kalau itu mau mu! sebagai gantinya cium aku dulu!" ketus Gama sama sekali tidak memperhitungkan jika ada bapak supir yang ada disana.


"Ada Pak Supir, bagaimana aku bisa mencium mu di hadapan orang lain," balas Rani langsung melirik kearah pak Supir yang sejak tadi susah menurunkan kecepatan mobilnya agar tidak kelewatan persimpangan.


"Sudahlah Nyonya, lakukan saja apa yang Tuan mau, anggap saja aku saya debu, demi keselamatan bersama!" geram supir Gama hanya ingin selamat saja dari situasi ini.


"Yasudah kalau tidak mau, kita turun bersama di mobil!" ketus Gama menggoda Rani yang matanya langsung melebar mendengar hal itu.


"Sialan! lelaki monster! arogan! membuat ku selalu dalam situasi tidak bisa menolak! AH!" Rani tentunya hanya bisa berteriak dan marah dalam hatinya saja, dia tahu dia bukanlah apa-apa jika berani melawan Gama, malahan nyawanya akan terancam jika itu terjadi.

__ADS_1


"Cup!"


Rani segera mengecup bibir Gama dan dengan kecepatan penuh langsung melepaskan kecupannya itu, dia sudah tidak sabar hendak keluar dari mobil.


"Srek!"


Gama langsung menahan tangan istrinya.


"Sayang, yang barusan itu menabrak kan bibir, bukan mencium! kalau mencium itu harus dengan benar jangan setengah-setengah!" goda Gama dengan senyuman nakal nya itu.


Dia sudah memiliki hobi baru sekarang, yaitu mengganggu dan menggoda istrinya sendiri.


"Menabrakkan bibi ndas mu sialan! sudah syukur kau ku cium, apakah kau tahu aku sangat dirugikan dalam hal ini! dan yang lebih menyedihkan dari ini adalah mungkin aku sudah gila karena hanya bisa berbicara dalam diriku, kau itu terlalu mengerikan tuan muda!"


Geram Rani mau tidak mau menghadap kan tubuhnya kearah Gama.


Dan setelah ia menatap kearah Gama, Gama yang memang selalu memiliki gairah yang sangat besar kepada istrinya ini langsung menarik pinggang nya.


Dia melahapnya dengan buas, menghapus lipstik tipis yang menempel disana, dia memainkannya dengan sangat serius sampai sampai sang supir jadi salah tingkah.


"Aduh, jadi mau berhenti di persimpangan atau tidak nih? malah Ciuman lagi!" ketusnya melajukan mobil selambat mungkin karena mereka sudah sampai di persimpangan.


"Umm .... Hah, su ... sudah sampai persimpangan," bisik Rani mencoba mendorong Gama yang tengah serius dengan ciuman panasnya.


"CK!"


Menyadari mereka sudah sampai di persimpangan, Gama langsung menatap dengan tatapan membunuh kearah sang supir.


"Sayang! dengar ya, kau harus langsung ke ruangan ku saat istirahat dan tunggu aku pulang! kau mengerti!" ketus Gama begitu menuntut dan arogan nya kepada Rani.


"Masa bodohlah iya kan saja, yang penting aku lepas dari cengkeraman nya pagi ini!" gumam Rani langsung mengangguk bersemangat.


"Iya, akan aku lakukan, aku pergi dulu!" seru Rani buru-buru sekali melepaskan dirinya dan keluar dari mobil yang sudah berhenti itu.

__ADS_1


***


Gama melihat bagaimana Rani seperti sedang berlari, seolah tidak mau menghabiskan waktu lebih lama bersama dengan dirinya.


"Perlu kah berlari secepat itu! dasar istri pembangkang!" ketus Gama sekarang melihat kearah supir yang menurut Gama menyetir terlalu cepat sehingga mereka terlalu cepat sampainya di persimpangan.


Oleh karena itu ciuman panas yang ia suka itu jadi tertunda.


"Kenapa Tuan menatap ku seperti hendak melenyapkan aku? padahal aku sudah melajukan mobil dengan perlahan juga! nasib nasib!" gumam sang supir sudah keringat dingin.


"Kenapa kau mengemudi terlalu cepat! jika kedepannya kau melihat aku dengan istriku seperti itu, parkir kan saja mobil nya dan kau keluar dulu! mengerti!".


Dan benar saja terdengar suara bentakan yang menghiasi hari sang supir pagi itu.


"Ba ... Baik Tuan," balasnya hormat dan tersenyum kaku.


"Cih! lebih dari itu aku harus membuat istriku tidak bekerja lagi, banyak laki-laki di kantor jika aku melihatnya berbicara dan dekat dengan lelaki lain mungkin gedung itu pun akan aku robohkan!"


Gama benar-benar sangat posesif dan cemburu buta, dia tidak bisa membayangkan istrinya dekat dan berbicara layaknya rekan kerja yang intim dengan para karyawannya maka Gama harus mencari cara agar Rani tidak perlu pergi bekerja lagi.


***


Disaat yang sama,


Di perusahaan John Yu, ditengah kehancuran hatinya, John Yu tetap melakukan pekerjaan nya dengan baik, walau sebenarnya dia tidaklah sehebat Gama akan tetapi dia tetap bisa diandalkan.


Sekarang ini mereka sedang ada meeting besar, mengenai rekaman perusahaan penting mereka yang sekarang hendak melakukan kerja sama dengan perusahaan Gama Yu.


Tentu saja jika kerja sama itu terjadi akan sangat mengganggu jalannya sebagian bisnis keluarga John Yu.


Ayah John Yu, yang memang terkenal diktator juga ikut menghadiri meeting, dia akan mencari cara untuk menjatuhkan Gama agar Gama kembali pulang dan merengek meminta maaf kepadanya


***

__ADS_1


__ADS_2