
Episode 36 : Bertemu John lagi!
***
“Aku mau pingsan! tidaaakkk! apakah dia menyesap jemariku dan mengatakan hal yang berbau dewasa? Lelaki ini sangat mesum, ke mesumannya berada di taraf berbeda, aku malu sekali bagaimana ini?” Rani hanya berteriak dalam dirinya dan mengalihkan matanya agar tidak melihat kenakalan mengerikan dari suaminya ini.
Kenakalan Gama dan caranya mencium dan menyesap, saat dia tertawa kecil saat menggigit dan memberikan tanda merah di sekujur lehernya, saat jemari jenjang nya menyelinap kedalam bra nya dan menggoda buah dadanya sudah cukup membuat Rani ingin menghapus ingatannya dan pingsan sekarang juga.
“Wajah mu lumayan, kau memang sangat sensitif, apalagi saat aku menyesap tubuhmu, aku tahu kau sangat menginginkannya akan tetapi sebaiknya kita makan malam dulu,” bisik Gama melepaskan jemari Rani yang tengah gemetaran karena di esap nakal oleh suaminya ini.
Setelah itu Gama segera membawa Rani berjalan dengan cepat agar mereka segera makan malam dan melakukan olahraga panas mereka,
“A … aku tidak menginginkannya, aku tidak mengatakan itu? sejak kapan aku menginginkannya? Kenapa jadi aku yang menginginkannya?” seru Rani protes dengan ucapan nakal suaminya.
“Aku tahu dari wajah mu, walau mulut mu mengatakan tidak akan tetapi tubuhmu merespon dengan baik dan nakal, jadi jangan menutupi apapun lagi, aku sudah tahu jika kau juga menginginkannya!” ketus Gama malah membuat Rani ingin menghilang saja dari dunia ini.
__ADS_1
Rani sampai membisu dan kaku, dia tidak bisa menjawab sanggahan lelaki yang tidak bisa dilawan ini.
“Hiks, entah sejak kapan lelaki ini bisa menilai tubuhku, memangnya tubuhku memperlihatkan rekasi apa kepadanya, sejak kapan juga dia berbicara begitu nakal begini, apakah begini caranya menggoda wanita wanita nya itu?” Rani sedang merenungi nasibnya yang telah seperti wanita penggoda di mata Gama Yu.
Padahal tidak pernah sekalipun Rani menggoda Gama, dan bagaimana mungkin Rani berani melakukan hal itu.
***
Disaat yang sama, saat John tengah dilanda patah hati yang tidak berkesudahan, mabuk yang ia alami membuatnya semakin mengingat Rani, bukannya melupakan akan tetapi dia semakin ingat dengan wanita yang sangat ia cintai itu.
Malam ini dia harus makan malam dengan Christy, tunangannya di restoran Crystal, restoran termewah di kota mereka, makan malam ini wajib dilakukan untuk menaikkan saham kedua perusahaan, perusahaan Yu dan perusahaan ayah Christy yang sedang saling bekerja sama.
***
Di dalam mobil Gama,
__ADS_1
Keduanya sudah di dalam mobil dan hendak menuju restoran yang di tuju, sekarang ini assiten Gama yaitu Roni adalah yang mengemudikan mobil atasannya, Gama seperti biasa akan merokok dengan arogannya di dalam mobilnya, dia tidak sering merokok akan tetapi jika ada yang membuat hatinya risau dan gundah maka dia akan merokok.
Hal itu membuat Rani sedikit sesak, Rani memang tidak berani melarang Gama, akan tetapi wajahnya kelihatan sudah memerah dan batuk batuk tipis.
“Aduh, Nona Rani jika seperti itu bisa bisa Pak Gama akan menghukum mu, kau harus bisa menahan asap nya, karena Pak Gama akan sangat marah saat ada yang batuk dan sedikit kurang nyaman disisinya,” Roni sudah sedikit was was, kalau kalau Rani akan diturunkan di tengah jalan karena berisik dan terlihat kurang nyaman duduk di sisi Gama.
Akan tetapi sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya membuat Pak Roni terkejut sekali, saat Gama menyadari Rani kurang nyaman dengan asap rokok yang ditimbulkan rokoknya, bukannya marah dan membentak Rani akan tetapi Gama malah mematikan dan membuang rokoknya, tanpa mengatakan apapun dan membuka jendela mobil agar udara bisa sedikit masuk.
“Apakah ini nyata? Seorang Pak Gama yang mengerikan dan tidak mau mengalah mau mematikan rokoknya demi Nona Rani? Apakah ini artinya kiamat memang telah dekat? Baru kali ini aku melihat kejadian ini, membuat aku takut saja!’ gumam Pak Roni sampai mengedipkan matanya dua kali memastikan apakah ini nyata atau tidak.
Akan tetapi berapa kali pun dia memastikan tetap saja apa yang ia lihat memang kenyataan.
Hanya dalam beberapa saat Gama Yu dan Rani segera sampai di dalam restoran Crysal, makan malam yang mereka kira akan damai saja ternyata jauh dari perkiraan, saat memasuki restoran itu Rani dan Gama sudah bisa melihat John dan Christy sedang duduk berdua berhadap hadapan dan sepertinya memang makan malam.
***
__ADS_1