
Episode 90 : Ardhan Reiner dan Rani
***
Disaat yang sama, di kediaman Ardhan Reiner.
Ardhan sedang melakukan panggilan dengan assiten nya, dimana semua penyelidikan yang ia minta telah rampung.
Ardhan sedang berdiri tegap nan gagah di depan dinding kaca kamarnya, memandang pemandangan luas halaman rumahnya.
"Pak, saya sudah mengirimkan laporan saya mengenai penyelidikan Nona Rani melalui email," assiten nya memberikan laporan nya mengenai penyelidikan yang ia lakukan secara teliti.
Ternyata informasi mengenai Rani yang hanya warga biasa yang seharusnya mudah menemukan riwayat hidupnya, diluar dugaan, hanya untuk mendapatkan semua informasi mengenai Rani, ternyata membutuhkan pembobolan data dan waktu yang sangat lama.
Saat mendengar ucapan assiten nya, Ardan menelan salivanya, dia sudah tidak bisa tenang, dia takut dengan apa yang akan ia lihat dari laporan itu.
"Baiklah, malam ini di tempat lelang, kita harus melanjutkan rencana kita," perintah Ardhan memiliki niat lain untuk datang ke pesta lelang para elit malam ini di sebuah kapal pesiar.
"Baik Pak, akan saya laksanakan," assisten nya segera menyanggupi dan setelah itu panggilan akhirnya berakhir.
__ADS_1
Ardhan melihat notifikasi email masuk ada di layar ponselnya, yang mana assiten nya telah mengirimkan sebuah data penting untuknya.
Ardhan harap harap cemas, jantungnya berdegup terlalu cepat, dan tangannya gemetaran.
Dia membuka isi email itu, dan hanya melihat foto masa kecil Nadine saja dia sudah tersungkur ke lantai.
Tubuhnya gemetaran dengan hebat, dan linangan air matanya membasahi pipinya, wajahnya menjadi pucat dan dia tidak bisa menahan rasa sakit di dadanya.
"Tidak mungkin, tapi saat dia melihat foto di dompet ku dia tidak mengenalinya," ketus Ardhan memeriksa kembali foto itu.
Dia mengira mungkin Rani adalah kembaran anak kecil yang selalu berada dalam mimpi fan hatinya selama hidup.
Tetapi ternyata salah, Rani juga berasal sadi panti asuhan yang sama dengannya.
Kebetulan mereka semua yang ada di panti itu tak ada yang bernama, hanya ada nomor di baju mereka dan mereka dipanggil sesuai nomor.
Oleh karena anak perempuan itu sangat cantik dan tenang, ia memanggil nya dengan sebutan Bulan.
Hanya satu hal yang harus dilakukan Ardhan sekarang, dia harus memastikan apakah benar Rani adalah Bulan, dan mengapa Rani tidak ingat jati dirinya.
__ADS_1
Walau Rani sudah menikah, tetapi jika benar Rani adalah Bulan maka Ardhan tidak mau tahu, dia harus merebut Rani ke dalam pelukannya, menjaganya dengan kedua tangannya dan menebus rasa sakit dan penyesalan nya dahulu.
***
Disaat yang sama,
Di kediaman John Yu,
Tanggal pernikahan antara Christy dan John Yu telah di tetapkan, mereka sekeluarga hendak menuju lelang malam ini, ingin membeli sebuah lukisan dengan harga fantastis sebagai hadiah pernikahan.
Karena lelang kali ini untuk donasi, jadi jika keluarga Yu membeli lukisan termahal maka akan menguntungkan mereka dinilai positif oleh khalayak ramai.
John dengan segala bukti dan perencanaan yang matang, dia memilih diam untuk sekarang, dia akan menjatuhkan Christy disaat yang tepat, agar pernikahan antara dirinya dan wanita murahan ini tidak akan terlaksana.
Akan tetapi disaat yang sama kerjasama antara Leonardo Lin Dan perusahaan nya tetap berjalan, karena akan ia butuhkan untuk mengalahkan Gama Yu.
Pertengkaran saudara benar-benar akan dimulai, John Yu memang selama ini diam saja, akan tetapi dia akan melakukan apa saja demi merebut kembali satu-satunya wanita yang ia cintai.
John Yu telah berubah menjadi lebih ambisius, tujuan nya sekarang hanya satu, merebut kekuasaan penuh dari ayahnya, menjatuhkan Gama Yu dan merebut Rani.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti, dia akan memantaskan dirinya agar bisa bersaing dengan Gama dan merebut Rani.
Dendamnya ini tidak akan pernah sembuh, bagaimana Gama dengan tega telah merebut wanita yang paling ia cintai.