
Episode 43 : Christy mengamuk!
***
Di kediaman Gama,
Rani merasa kesal sekali, dia bosan, untuk mandi dan membersihkan diri nya saja dia kesulitan apalagi untuk pergi keluar.
Dia masih menggerutu sejak tadi, dia mencoba melupakan malam panas yang membuat dirinya berdebar debar namun malu itu, hasil dari serangan suaminya malah membuat dirinya susah berjalan.
*Terdengar keributan dari luar pintu*
Sepertinya para pelayan sedang menghalangi seseorang untuk memasuki kamar itu.
"Saya ini pacar tuan mu! jika dia tahu kau melarang ku, maka kalian akan dipecat!" teriak salah seorang wanita yang sepertinya hendak menerobos masuk ke kamar pribadi Gama.
"Brak!"
Dengan kasar pintu kamar Gama terbuka dan Rani yang kebingungan siapa yang berteriak-teriak diluar itu akhirnya melihat wanita itu dan dia adalah Christy Lin.
Christy menatap tajam kearah Rani dan melangkah terburu-buru kearah Rani yang hanya bisa terbaring di kasur karena kesulitan berdiri.
__ADS_1
"Dimana Gama?" teriak Christy berteriak seolah ia berhak meneriaki Rani.
Rani yang memang membenci Christy yang merupakan wanita jahat yang berselingkuh dengan suaminya yang artinya menduakan John menatap tajam kearah Christy.
"Bi Mendi, panggilkan keamanan dan usir wanita gila ini! berani nya dia masuk ke kamar pribadi ku dan SUAMIKU!" teriak Rani sengaja tidak mau menggubris Christy yang tengah marah entah karena apa.
Christy yang merasa harga dirinya diinjak-injak oleh wanita tidak pantas ini langsung menarik tangan Rani agar Rani turun dari ranjang Gama, Christy tidak rela melihat Rani ada di atas ranjang lelaki yang ia cintai.
"Dengar ya gadis kampungan! Gama tidak akan pernah bisa mencintaimu! dia hanya memandang mu sebagai alat! jadi tahu diri dan katakan dimana kekasih ku itu sekarang juga!" teriak Christy hendak menarik tangan Rani.
Rani yang tidak mau ditindas siapapun lagi kecuali Gama yang memang tidak bisa ia lawan itu mendorong Christy sampai terjerembab menggunakan seluruh tenaganya.
Nafas Rani berat sekali dan dia tidak pernah se-marah ini sebelumnya.
Rani menyeringai tetapi bibirnya gemetaran.
Rani sebenarnya tahu jika Gama tidak akan mungkin mencintai dirinya, akan tetapi Rani tetaplah istri sah, dan wanita ini tidak berhak meneriaki dirinya atas suaminya sendiri.
Christy marah sekali, belum pernah ada wanita yang bisa mengalahkan nya, Christy adalah putri konglomerat, tidak ada yang bisa ia kalahkan kecuali Gama.
Christy mencengkeram tangannya dan dia segera bangkit.
__ADS_1
"Akan ku buat kau menangis darah suatu hari nanti pelac*r! jika kau bukan kekasih John pengecut itu, kau pikir kau bisa menjadi istri mainan Gama? jangan berbangga diri murahan!" teriak Christy hendak menerjang Rani akan tetapi pihak keamanan sudah sampai dan menahan Christy.
Mendengar nama John yang dikatai pengecut membuat Rani tidak bisa menahan kemarahannya lagi, John adalah lelaki yang sangat baik dan hormat kepada wanita, lembut dan tidak pernah berlaku kasar.
John terlalu baik untuk wanita ini, dan wanita ini tidak pantas untuk John.
"Sekali lagi kau menghina John, aku pastikan John dan keluarga nya tahu kau berselingkuh dengan suamiku! jangan main main dengan ku Nona, atau kau akan menyesal!" geram Rani mencengkeram tangannya dan wajahnya sudah memerah karena menahan kemarahan yang begitu besar.
"Usir dia pergi!" teriak Rani pada para petugas keamanan itu, sehingga Christy diseret keluar.
"Dengar ya! kau akan menyesal! apa kau kira aku sederajat dengan ku? kau hanyalah sekelas Babu jika dibandingkan dengan ku ...."
Masih terdengar teriakan Christy setelah dia bawa keluar.
Sedangkan Rani hanya bisa mengusap dadanya dan kembali mengingat John.
"John, malang nya dirimu," keluh Rani merasa pilu sekali, hubungan nya dengan John sudah berjalan begitu lama, dia tahu hati John sangat lembut tetapi Rani sadar akan posisi nya sekarang.
Dia tidak boleh mengharapkan John, bahkan jika dia berpisah dari Gama pun, pantang baginya kembali kepada John.
Yang Rani bisa lakukan hanyalah, dia akan berusaha memberitahu kepada John jika Christy bukan wanita yang baik untuknya.
__ADS_1
***