Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Dia istriku.


__ADS_3

***


Episode 71 : Dia istriku.


Gama bersemangat sekali, dia sudah membayangkan kegilaan yang akan terjadi jika benar Rani menunggunya di kamar mandi.


Sungguh tidak akan ada yang bisa mengalahkan ke eksterim-an pemikiran seorang Gama.


Tetapi saat ia sampai yang ia lihat hanyalah kerumunan dan pertengkaran dua orang wanita yang tak terpisahkan.


"Hei, ada Pak Gama, awas!"


Seseorang yang terkejut melihat Gama ada disitu langsung memperingati yang lain, dan segera semuanya sadar ada Pak Gama, mereka semua menunduk dan terdiam.


Tadinya berbisik-bisik sekarang terdiam seribu bahasa, mereka pastinya yakin kedua wanita yang bertengkar itu akan terkena amukan Gama.


Gama melangkah dengan ekspresi wajahnya yang dingin dan angkuh, matanya tajam sekali dan dia sudah ada di hadapan Rani dan Lorry.


Saat melihat Gama sudah datang, Lorry yang melihat duluan langsung melepaskan Rani, dia memasang wajah penuh kasihan dan menangis tersedu-sedu.


Bagaimana pun pertengkaran ini di dominasi oleh Rani, jadi di pertengkaran mereka Rani yang menerima sedikit memar di jidatnya dan rambutnya mengembang karena tarikan tangan Lorry.


Sedangkan Lorry, rambutnya seperti kribo, bajunya basah kuyup dan banyak tanda biru di wajah dan tangan nya.


"Pak Gama, lihatlah dia menghajar ku habis-habisan, dia menyiram aku dengan keran air dan melukai wajahku dan tanganku, tolong aku Pak, dia mengerikan," Lorry menangis dengan hebat, dia akan membuat Rani dalam masalah besar.


Rani yang sadar suaminya sudah ada di hadapannya membuat matanya melebar, di segera menunduk dan menyalahkan dirinya sendiri.


"Ck, kenapa dia bisa disini sih? apa yang akan ia lakukan padaku setelah melakukan keributan ini? apa aku akan dilemparkan ke laut lagi! ini semua karena ketidak terimaan ku di hina gadis itu! enak saja dia menghina ku lagi setelah monster seperti Gama sudah menindas ku setiap hari! aku tidak rela!"


Geram Rani sudah melangkah mundur saat Gama sudah mendekati Rani dengan langkahnya yang arogan.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Saat langkah kaki Gama mendekat kearah Rani tanpa menghiraukan Lorry, jantung semua karyawan yang kebetulan masih berkerumunan di tempat itu jantungan sekali.


"Glek!"


Mereka menelan saliva dengan kasar, mereka penasaran hukuman apa yang akan diterima Rani setelah menghajar habis habisan seorang putri dari pengusaha seperti Lorry.


"Tak!"


Rani sudah mentok di dinding, saat tangan Gama mendekat Rani otomatis memejamkan matanya takut.

__ADS_1


"Sudah bisa dipastikan, dia akan mendorong aku atau melempar aku! pasrah saja lah, kalau sama monster ini aku mana bisa menang!" gumam Rani memejamkan matanya lekat karena takut.


Tetapi yang dirasakan oleh Rani bukan kekerasan atau apapun, hanya sentuhan lembut di dahinya yang sedikit memar, Gama masih terdiam.


Dia juga merapihkan rambut Rani, dan saat Gama merapihkan rambut istrinya ada beberapa rambut yang otomatis tertinggal ditangannya karena jambakan Lorry.


Mata Gama langsung tajam sekali, wajahnya memerah karena marah dengan hebat.


Dia langsung menoleh kearah Lorry yang sebenarnya lebih parah lukanya dari Rani, Gama menatap tajam kearah tangan Lorry dimana rambut istrinya banyak tertinggal disana.


"Bajingan ini! beraninya melukai dan menarik rambut istriku!" geramnya hampir kehilangan kendali.


Tetapi sebelum itu, yang karyawan masih ada di sana tadi terlihat sangat syok, bagaimana lembut nya Gama kepada Rani apalagi saat Gama mengusap luka memar Rani dan mencoba membenarkan rambut Rani.


Mereka tidak menyangka jika yang mereka lihat adalah kenyataan, saat Gama dengan tatapan yang lembut dan sikap lembut tertuju kepada Rani.


"Fix sih, Pak Gama dan Rani sepertinya benar-benar memiliki hubungan!"


Semuanya sepakat dengan ucapan itu, hanya Rani yang diperlakukan seperti itu membuat semua gosip itu sudah terkonfirmasi sendiri.


***


Roni yang di kabari oleh petugas keamanan yang sedang mempersiapkan meeting dengan perusahaan Reiner segera mendatangi dimana Atasannya sedang berada.


"Bubar bubar!"


"Kalian tidak mau bekerja?"


Teriak Roni membuat karyawan yang berkerumun dan mematung segera bubar, kecuali Lorry, Gama dan Rani.


Rani juga ikut syok seperti yang lain, tetapi yang lebih syok dan takut adalah Lorry karena tatapan mengerikan Gama sedang mengarah kepadanya sekarang.


Setelah semua karyawan sudah pergi hanya tinggal mereka semua disini, membuat Gama sudah bisa melakukan apa yang ingin ia lakukan.


***


Gama melangkah dengan tajam kearah Lorry menarik tangannya dengan kasar dan melihat dengan jelas rambut istrinya ada di genggam nya.


"Patahkan tangannya!" perintah Gama sembari menghempaskan tangan Lorry pada Roni yang ada di tempat itu.


"Apa Pak?" jelas Roni terkejut mendengar itu padahal jelas jelas yang lebih terluka adalah Lorry bukan Rani.


"Kau tidak dengar? patahkan tangannya!" ketus Gama menatap kearah Lorry dengan tatapan jijik, tatapan penuh penghinaan hal itu membuat Lorry kecewa.

__ADS_1


Dia mengira akan dibela setelah melihat luka nya lebih banyak.


Sebelum Roni bisa menjawab Lorry langsung mengejar Gama yang sudah menjauh dan hendak menarik Rani ke ruangannya.


"Srek!"


Lorry memeluk Gama kuat sekali, "Aku menunggu mu sangat lama, aku bahkan rela menjadi sekretaris mu agar bisa dekat dengan mu? apa yang dimiliki wanita itu yang tidak kumiliki? apa dia sungguh simpanan mu?"


Lorry yang merasa kesempatan nya sudah habis segera menanyakan sendiri.


Mata Rani sangat tajam dan ekspresi kesalnya terlihat sekali saat wanita itu memeluk suaminya di hadapannya.


Gama yang melihat itu menyeringai puas.


"Simpanan? apa Rani mengatakan jika dia simpanan ku?" tegas Gama menatap kearah Rani sekarang membuat Rani terkejut dan menunduk lagi seperti seseorang yang sedang di hukum.


"Iya, dia mengaku ngaku jadi simpanan mu!" teriak Lorry menatap kesal kearah Rani.


"Wanita ular ini, apa mulutnya tidak bisa di rem apa? sialan!" geram Rani menggigit bibir bawahnya karena kesal.


"Ho? dia bahkan tidak bisa disamakan dengan simpanan!" balas Gama membuat Lorry senang.


"Sudah ku duga dia bukan siapa-siapa mu, dia hanya mengaku-ngaku kan?" Lorry sudah hampir bahagia sekali.


Tetapi Gama yang tidak melepaskan tatapan tajamnya kearah Rani, melanjutkan ucapannya.


"Ya, karena dia istriku, simpanan bukan apa-apa dihadapannya!" ucapan Gama membuat Rani dan Lorry membelalak.


"ISTRI?" tanya Lorry dengan mata yang melebar dan tangannya terlepas sendiri dari Gama.


"Ya, istri ku! apakah kau tahu hukuman apa yang akan orang terima jika ada yang berani melukai istriku? ah, sebentar lagi juga kau akan tahu!" bisik Gama mengerikan membuat Lorry melangkah mundur karena takut juga tak menyangka seorang Gama telah menikah.


"Ron!"


"Iya Pak!"


"Singkirkan dia!" ketus Gama bahkan tidak menoleh kearah Lorry lagi, sekarang Gama sudah menggenggam tangan istrinya dan membawanya ke ruangan pribadinya.


***


Guys disini yang ngikutin novel ku yang lain, akan update tanggal 2 semuanya ya.


Terimakasih

__ADS_1


Author Joy


__ADS_2