Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Aku hanyalah seorang monster.


__ADS_3

Episode 102 : Aku hanyalah seorang monster.


***


Gama masih bertahan di sisi istrinya, menggenggam tangan mungilnya, dia tidak bosan memandang wajah Rani yang kelihatan seperti sedang tertidur.


Tangan Gama mulai meraba perut istrinya yang masih rata, kesedihan hatinya semakin meluap-luap, "Maafkan Ayah, Ayah bahkan tidak tahu jika kau sudah datang kepada kami," bisiknya lagi tak bisa membendung bulir bulir air matanya.


Ares bisa melihat dari luar lewat kaca ruangan, jika Gama, sahabat nya itu sepertinya sedang bergumul tentang sesuatu, dia tidak pernah melihatnya serisau dan sesedih itu, apalagi menitikkan air mata.


Seolah Gama yang ia kenal telah berubah seratus delapan puluh derajat.


Malam itu Gama menghubungi ibu mertuanya, agar segera datang ke rumah sakit, kesalahan kali ini murni adalah kesalahan nya, dia akan merenung sejenak dan memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


Saat Sheryl sudah sampai, Gama meminta ijin untuk kembali pulang duluan, karena ada urusan padahal dia hanya ingin memenangkan dirinya, dia ingin tahu bagaimana caranya agar menyembuhkan penyakitnya, agar suatu saat nanti dia tidak akan lagi melukai istrinya.


***


Gama kembali ke kediaman nya, lagi dan lagi dia menyalahkan dirinya sendiri, mengurung diri di kamar dan menghancurkan segala sesuatu yang ada, dia berteriak karena marah pada dirinya sendiri.


Gama tidak tahu tetapi ada kemarahan di dalam dirinya yang tidak pernah padam, dan hal itu seolah menggerogoti nya secara perlahan.


Gama terlentang di tengah ruangan, ruangan yang sudah hancur berantakan, dia melihat langit langit kamarnya.


"Pada akhirnya akulah orang yang menyakiti nya, pada akhirnya akulah monster itu, sama seperti yang mereka katakan! aku hanyalah seorang monster!"


"Aku hanya ingin hidup bahagia, tenang bersama istriku, memulai semuanya dari awal tetapi pada akhirnya kebahagiaan mungkin tidak akan pernah datang kepadaku,"

__ADS_1


"Jika aku bisa melukainya separah itu, dikemudian hari mungkin aku akan melukainya lebih parah tanpa kusadari, aaaaa!"


Gama berteriak begitu kencang, memukul dirinya sendiri dan membenturkan dirinya sendiri.


"Aku hanya ingin bersamanya, aku hanya ingin melindungi nya? tapi kenapa, kenapa aku bahkan tidak bisa mengontrol kemarahan ku! KENAPA?"


Seolah tidak puas, dia tetap memukul dirinya sendiri, sampai akhirnya ia lelah, dia sudah berdarah-darah karena ulahnya sendiri.


Seorang lelaki yang tangguh itu, dimana hatinya sudah pernah hancur memperlihatkan betapa ia sebenarnya begitu terluka, seolah ada sisi lain dalam dirinya yang selalu mengingatkan penderitaan nya dan menghalangi Gama untuk berdamai dengan dirinya sendiri.


***


Di sisi lain,


Marian merasa begitu terhina saat gadis kampungan itu menyirami nya dengan air kotor dan menghina nya di depan semua orang.


Mereka sedang ada di dalam ruangan rumah sakit, dimana putra mereka sudah dirawat secara intensif karena dihajar habis-habisan oleh Gama.


"Hentikan itu Marian, kau pikir jika gadis itu tidak menyiram mu dengan air kau akan tetap bisa hidup seperti sekarang? kau mungkin akan berakhir seperti John,"


"Anak itu memang mengerikan, untuk saat ini sebaiknya tahan dirimu dan jangan termakan emosi semata, jika tidak nantinya akan berakhir buruk!" ketus Deffan Yu.


Hal itu membuat Marian mengingat jika saat itu jika Rani tidak datang dan menyiram nya maka Gama yang mendekat itu mungkin sudah menghempaskan nya.


Memikirkannya saja sudah membuat buku kuduknya merinding, Gama Yu benar-benar seseorang yang mengerikan.


Sedangkan Deffan Yu yang tadi melihat tatapan putranya itu sedikit melayangkan pandangannya ke luar gedung, entah apa yang sedang ia pikirkan akan tetapi dia merasa untuk pertama kalinya ketakutan oleh putra nya sendiri.

__ADS_1


Deffan Yu adalah seseorang yang hebat dan berwibawa, jarang sekali dia akan takut atau segan kepada orang lain, akan tetapi saat melihat mata Gama Yu, dia akhirnya sadar jika putranya itu telah bertumbuh menjadi lelaki yang sangat mengerikan.


***


Berita sedang heboh sekali, banyak hal yang terjadi malam ini, kematian mantan pengusaha yang mengadakan lelang, berserta kejahatan nya selama hidup terekspos ke masyarakat umum.


Sampai sekarang belum diketahui pelakunya, akan tetapi pelakunya pasti adalah orang yang sama yang telah membunuh pengusaha yang lain sekitar satu tahun yang lalu.


Pihak kepolisian masih mencari pelakunya dan hendak mencari tahu motif yang mendasari nya melakukan pembantaian itu.


Pasti pelakunya bukan orang sembarangan, jika dilihat betapa detail dan buktinya terhapus begitu saja Pastinya orang itu sangatlah hebat dan detail saat melakukan aksinya.


***


Di kediaman Ardhan Reiner,


Ditangannya ada foto anak kecil yang selalu ia bawa kemana-mana, "Aku sudah menghabisi mereka semuanya, awalnya aku mengira akan mengakhiri hidupku saat aku menghabisi semua pelaku, akan tetapi sebuah harapan tiba-tiba datang kepadaku,"


"Kau masih hidup, dan seperti bulan yang begitu terang, kau tidak berubah sama sekali,"


"Sayangnya kau telah dimiliki oleh orang lain, tetapi tidak mengapa karena kita memiliki hubungan yang spesial,"


"Akan aku lihat apakah kau bahagia bersamanya, jika memang kau bahagia dan tidak akan menderita maka aku akan melindungi mu dari jauh!"


Ardhan yang rencananya telah sukses dan lancar, berbicara sendiri sembari menatap bulan.


Tadinya dia ingin mengakhiri hidupnya saat rencananya semuanya telah usai, tetapi siap sangka harapan datang tiba-tiba.

__ADS_1


***


__ADS_2