
***
Setelah beberapa saat, orang-orang yang sedari tadi sudah ikut mengantri satu persatu masuk dan keluar, dan tibalah giliran Rani yang masuk kali ini menuju ruangan direktur.
Sebelum benar-benar masuk ke dalam ruangan, Rani berhenti sejenak dan berharap jika saat ia membuka pintu ini, maka hidupnya akan berubah menjadi lebih baik.
Dengan sopan dan perlahan Rani membuka pintu itu, senyuman ramah dan manis sedang tergambar di wajahnya saat ini, berjalan dengan cepat dan lugas menuju meja direktur yang sedikit jauh arahnya dari pintu. Ruangan itu memang sangat besar dan terlihat sangat mewah, pantas di sebut sebagai ruangan direktur perusahaan terkenal.
Rani yang masih tertunduk saat ini mengangkat wajahnya dan hendak menyapa direktur, pemilik perusahaan ini.
Saat melihat direktur itu, mata Yona sedikit membesar, bibirnya tertutup dan tubuhnya kaku, dia sama sekali tidak menyangka jika seseorang yang ia temui di alam mimpi itu saat ini sedang berada di hadapan nya, duduk dengan gagah dan memandangi nya dengan penuh arti.
__ADS_1
"Hei gadis mimpi, apakah sekarang kau percaya dengan takdir? sepertinya memang aku ditakdirkan untuk mengetahui namamu," ucap Ardhan Reiner, pria tampan yang di temui Rani di taman mimpi ternyata adalah seorang pengusaha kaya yang memiliki banyak misteri hidup dalam dirinya.
Ardhan Reiner memang sengaja memanggil Rani untuk datang interview hari ini, saat mereview beberapa resume yang sudah di serahkan oleh tim HRD, Ardan terkejut saat melihat wajah gadis cantik yang ia temui kemarin. Dengan semangat dan hati berdebar Ardhan memutuskan untuk mengundang gadis itu datang dengan dalih interview.
Ardhan memang seorang direktur yang rendah hati, dia sangat menghargai karyawan, dan kali ini karena dia sangat membutuhkan assiten pribadi, dia memutuskan untuk menyaring resume nya secara personal, agar nantinya Ardhan tidak akan kecewa.
"Emmmm, ma ... maafkan saya Pak, saya tidak tahu jika Bapak adalah direktur perusahaan Reiner," sahut Rani gugup dan menunduk, dia tidak tahu harus bersikap seperti apa di situasi seperti ini.
"Haha, semakin diperhatikan kamu memang manis, duduklah, untuk urusan pribadi bisa kita bicarakan nanti saat interview ini sudah usai," ucap Ardhan dengan senyuman khas darinya, begitu menawan dan mendebarkan hati.
Rani yang sudah gugup, saat ini duduk mengikuti arahan Ardhan, Rani merasa kali ini takdir sedang mendukung nya, seolah Rani memiliki firasat jika dirinya pasti di terima.
__ADS_1
Selama sesi interview, Rani menjawab dengan jawaban yang memuaskan.
Ardhan sedari tadi hanya memperhatikan raut wajah Rani, wajah sendu yang cantik itu, entah mengapa begitu memikat hati nya, seolah memaksa Ardhan untuk terus menatap nya.
"Ini adalah wanita yang ku inginkan, aku yakin dengan itu, belum pernah aku merasakan debaran seperti ini, apalagi sekarang takdir seolah sedang menyatukan kita, mungkin sedikit demi sedikit dunia ini akan memberikan aku kebahagiaan," gumam Ardhan tersenyum penuh arti pada Rani yang terlihat memberikan penjelasan pada semua pertanyaan yang ia tanyakan.
***
Di kantor Gama,
Mantan atasan Rani yang memberikan ijin keluarnya Rani dari perusahaan itu sedang menghadap Gama, dia sangat ketakutan sekarang, apalagi baru saja dia tahu jika Rani memiliki hubungan khusus dengan Gama.
__ADS_1
Dia merasa jika hidup dan karirnya akan segera berakhir, semua orang di perusahaan ini tahu sifat Gama Yu, seseorang yang begitu bringas dan tidak akan pernah memberikan pengampunan bagi siapa saja yang berani mengusiknya.
***