
Episode 110 : Malam bergairah (Bag II)
***
Warning : Dibawah ini akan ada adegan dewasa, jika tidak suka adegan dewasa tinggal skip aja ya dan tolong jangan bilang kenapa banyak adegan dewasa nya, adegan dewasa ini perlu dibuat untuk menunjukkan keintiman mereka.
Khusus yang umurnya belum dewasa tolong dilewatkan episode ini juga.
Terimakasih
Author Joy
***
Di kamar pribadi Gama Yu dan Rani,
Tubuh bidang Gama sudah menutupi seluruh tubuh Rani, tubuh bidang Gama memang membuat Rani seperti tenggelam didalam nya.
"Srek!"
Saat suasana semakin memanas, dan suara nakal istrinya semakin terdengar, sisi buas Gama semakin menggila malam itu.
Dia merobek baju tipis menerawang itu, jadi ciuman dan esapan nya akan langsung menyentuh kulit istrinya.
Gama segera memejamkan matanya, menikmati esapan nya yang langsung ia tujukan ke buah dada istrinya yang memang sangat ia sukai.
Dia suka bagaimana ukurannya semakin membesar akhir-akhir ini, semuanya berkat usahanya membuat ukurannya semakin besar tentunya.
"Ahh ... tu ... tunggu sebentar," Rani yang merasa semakin pusing dan hanya bisa menggeliat mencoba mendorong suaminya.
Tetapi sisi buas Gama sudah mengendalikan tubuh nya jadi Rani sama sekali tidak dihiraukan oleh lelaki buas ini.
Lidahnya dan esapan nya semakin kuat, membuat buah dadanya memerah karena begitu fokus Gama bermain disana.
__ADS_1
Gama kemudian tersenyum begitu nakal melihat mereka memerah, "Aku suka keduanya, aku semakin gemas dan ingin bermain lama, sayang, aku merindukan sensasi ini, selama beberapa minggu akhirnya aku bisa melakukan nya, tidakkah ini sangat menggairahkan?" bisik Gama ciumannya mulai turun ke perut dan kemudian dia mengarah ke area sensitif Rani.
Hal itu membuat Rani panik, dia mencoba mendorong kepala Gama tetap tentu saja sia-sia, Gama hanya merespon penolakan Rani dengan menyeringai semakin nakal.
Gama benar-benar berpengalaman sampai Rani tidak bisa berkata-kata, dia malu tetapi merasakan nikmat duniawi yang tiada duanya.
"Percayakan semuanya padaku sayang, akan ku buat kau merasakan hal yang semakin gila dan gila," bisik Gama dengan nafasnya yang panas itu.
"Ah ... to ... tolong jangan dilanjutkan, aku merasa pusing, malu, apa yang kau lakukan?" geram Rani sekarang wajahnya sudah semerah tomat karena merasa nikmat tetapi juga merasa aneh dan malu.
Bagaimana pun wajah suaminya sudah ada di daerah sensitif nya dan bermain-main disana, benar-benar sensasi baru yang membuat Rani tidak habis pikir.
"Ahh ... berhenti!" Rani bahkan sampai berteriak karena merasa tubuhnya semakin menegang dan merasakan sensasi yang luar biasa hebat.
Saat mendengar teriakan itu akhirnya Gama menghentikan aksi super duper nakalnya.
Dia kembali naik keatas tubuh istrinya, Rani bisa melihat betapa Gama puas bermain-main dengan tubuhnya, matanya yang tajam itu, ekspresi senyuman yang begitu puas dan nafasnya yang panas, semuanya menunjukkan jika Gama benar-benar senang sekarang ini.
Dia sedikit menyandarkan kepalanya di bahu istrinya ini sampai paga akhirnya batangnya memasuki milik Rani sampai membuat mereka memejamkan mata dan merasakan sensasi yang luar biasa.
"Ahh ... inilah yang aku inginkan, aku merindukan ini, sampai aku hampir gila!" geram Gama dengan suara yang menekan karena merasa sangat enak.
Dia melihat istrinya, yang memejamkan matanya dan mengeluarkan suara suara nakal yang tidak bisa ia tahan
Gama tersenyum puas, dia merasa tubuh istrinya benar-benar telah menerima nya seutuhnya.
Gama meraih dagu istrinya, agar wajahnya menghadap tepat di depan wajahnya.
"Sayang, lihat kearah ku, dan buka matamu," goda Gama sembari pinggulnya tetap bergerak sesuai dengan irama yang dia inginkan.
Rani yang merasa sudah berada di puncak dunia ini akhirnya membuka matanya, dia bisa melihat wajah super tampan suaminya yang terlihat puas, tersenyum dan menyeringai bagaikan monster.
"Panggil aku suamiku," bisik Gama menggenggam pinggang Rani dan menariknya agar mereka sekarang dalam posisi duduk, dimana Rani duduk diatas paha suaminya.
__ADS_1
"Aku merasa aku pasti sudah gila, ini rasanya terlalu nikmat sampai aku seolah menuruti apa maunya, hah, bodo amatlah ikuti saja iramanya!" Rani berteriak dalam hatinya, dia tidak sadar jika posisi mereka sekarang sudah semakin nakal dan menggairahkan saja.
"Suamiku!" ucap Rani dengan wajahnya yang begitu menggoda, wajah yang membuat Gama menggila setiap kali melihatnya.
"Ah!" Terdengar jeritan tipis dari Rani saat Gama menghentakkan pinggulnya dan membuat Rani memejamkan mata sebentar.
"Lagi ...." bisik Gama lagi sudah tenggelam dalam olahraga panas ini.
"Suamiku!" seru Rani lagi.
Setiap kali Rani menurut dan mengatakan apa mau Gama, maka hentakannya akan semakin keras dan membuat Rani semakin pusing.
Gama terus menggodanya begitu sepanjang malam, sampai keringat membasahi tubuh mereka.
"Jika di ranjang, panggil aku suamiku, tetapi jika sehari-hari panggil aku sayang ya," pinta Gama mendekap penuh tubuh istrinya sembari tetap melakukan penyatuan mereka.
Karena posisi mereka sekarang dalam posisi duduk, Gama jadi lebih mudah bermain dengan buah dada kesukaan nya.
"Kenapa berbeda?" tanya Rani merasa heran, kenapa panggilan harus dia jenis dan berbeda-beda.
"Hehe ...." Gama terkekeh dia kemudian membaringkan tubuh istrinya lagi dan mencoba gaya baru lagi.
"Karena kalau kau memanggilku suamiku setiap saat, kau mungkin akan kelelahan setiap detik!" bisik Gama melanjutkan malam bergairah mereka.
Hal itu membuat wajah Rani memerah dan malu.
Maksud Gama adalah jika Rani memanggil Gan suamiku maka Gama akan melakukan itu setiap detik karena Gama akan tidak bisa menahan dirinya dengan panggilan suamiku.
***
Author : Defenisi dewasa karena nulis adegan dewasa sama riset baca-baca novel lain aku tuh, maaf ya jika penggambaran nya kurang bagus. ehe ✌️
***
__ADS_1