
Episode 31 : Ini semua salah wanita ini!
***
Rani tidak bisa apa-apa dengan perlakukan paksa suaminya ini, setiap kali tangannya hendak mendorong, maka tangan Gama akan ebih cepat menahan tangan Rani dan mencengkeram nya kuat sekali.
Ciuman lelaki ini berbeda dari ciuman biasanya, terasa lebih panas dan menekan, jika Rani sudah sedikit kehabisan nafas, Gama akan melonggarkan ciumannya sebentar tanpa menjauhkan wajahnya, terlihat seperti hewan buas yang sedang memberikan waktu mangsanya untuk hidup sebentar.
Sudah sekitar lima menit mereka berciuman, akan tetapi Gama seolah tidak bosan dengan apa yang sedang ia lakukan, dia seperti tenggelam dalam kehangatan yang sedang ia rasakan.
“Tok … Tok … Tok!"
__ADS_1
“Pak, ini saya Roni,” terdengar suara Roni dari luar ruangan mengejutkan Rani dan mendorong Gama sekuat tenaga akan tetapi tenaganya memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan suaminya ini.
“Tu .. Tuan, ada assiten mu, tolong lepaskan aku,” ucap Rani menggunakan segala tenaganya yang tersisa untuk menyadarkan Gama segera.
Mata Gama segera memicing dan dia melihat Rani dengan sangat tajam, “Wanita ini, sangat berbahaya, bagaimana mungkin bibirnya bisa begitu manis dan membuat aku lupa diri! Apakah wanita ini racun? Sialan! Sialan!” geram Gama seolah sedang marah besar tetapi dia hanya menghakimi Rani dengan matanya yang tajam itu.
“Ada apa lagi dengan si arogan ini, kenapa dia kelihatan marah, sudah membuat bibirku bengkak apakah dia tidak puas?” teriak Rani menghina dan mengeluarkan semua kekesalannya dalam hatinya.
“Saya masuk ya Pak,” seru Roni lagi sesaat setelah tidak ada sahutan dari atasannya.
Wajah Rani sudah merah sekali saking malunya, dia malu sekali melihat Pak Roni yang sepertinya menunduk guna menghindari pemandangan yang ada di hadapannya.
__ADS_1
“Ada apa Ron? apakah kau tahu kau sedang menggangguku? jika ini tidak penting, awas kau ya!” seru Gama dengan nada yang sedikit memekik dan menekan, Rani yang ada di dekatnya saja sampai terkejut sekali mendengar itu.
“Ckck, wah … wah, sepertinya Pak Roni lebih menderita dariku ya, dia sepertinya selalu tertindas oleh monster ini, semangat pak Roni, walau aku tidak bisa membantumu,” Rani mendukung Pak Roni walaupun hanya dalam benaknya semata.
Karena dia sendiripun sebenarnya sedang tertindas oleh orang yang sama, jadi Rani seolah mengerti perasaan sang assiten itu saat ini.
“Maaf Pak, akan tetapi Pak Ardhan Reiner telah tiba di ruangan meeting untuk mengadakan meeting yang sudah terencana sejak bulan lalu Pak,” Roni segera memberikan jadwal yang sepertinya di lupakan oleh Gama karena ciuman panas nya barusan.
“Ahh, aku lupa, ini semua karena wanita ini!” ketusnya membuat Rani hanya bisa geleng geleng dan diam menahan amarahnya yang meledak ledak itu.
Akan tetapi yang lebih membuatnya terkejut bukan karena dia disalahkan tanpa alasan, akan tetapi karena nama Ardhan Reiner, CEO perusahaan reiner yang merupakan kenalan barunya itu ada di tempat yang sama dengannya sekarang.
__ADS_1
Gama segera berdiri dan membuat Rani duduk di kursi kebesarannya, “Kau tunggu disini sampai aku selesai meeting, aku ingin memperkenalkan mu kepada seseorang,” ketus Gama menyeringai, dari sorot matanya terlihat sekali jika lelaki ini memiliki rencana tersembunyi yang belum diketahui oleh Rani.
***