
Episode 127 : Pembalasan Gama Yu.
***
Deffan Yu memang adalah lelaki yang tidak setia, akan tetapi dia pernah mencintai seorang wanita, namanya Laura, dia menuntut kesetiaan dari wanita ini karena begitu besar rasa tertarik nya kepaga wanita yang menjadi istrinya itu.
Akan tetapi sebelum kehamilan Laura, Marian datang, membawa bukti-bukti bahwa Laura telah berselingkuh, saat itu kepercayaan dan hati Deffan Yu hancur seketika.
Dia jadi sangat membenci Laura, akan tetapi dia juga tidak bisa menyingkirkan dan menceraikan Laura, karena sepertinya dia telah jatuh cinta.
Akan tetapi bagi Deffan Yu, tidak ada kata ampun bagi seseorang yang mengkhianati dirinya.
Mata dibalas mata, gigi dibalas dengan gigi, dia akan membuat Laura menderita dan merasakan sakit hatinya karena telah diselingkuhi.
Dia langsung menikahi Marian untuk membuat Laura sakit hati, Deffan Yu memang sangat tempramental dan kejam, dia tidak ingin memaafkan Laura dan ingin melihat Laura merasakan sakit hati saat dia menikahi Marian.
Deffan Yu juga tidak suka saat anak pertamanya lahir dari Laura, dia menganggap Gama sebagai anak dari hasil perselingkuhan itu makanya dia begitu tidak memperhatikan dan karang akan melakukan kekerasan kepada anaknya sendiri.
Akan tetapi Deffan Yu tidak sadar, jika dia telah membunuh Laura secara perlahan, jika Marian yang memang ambisius dan sangat membenci Laura memanfaatkan kemarahan dan sifat tempramental nya untuk merebut dirinya.
Dan sekarang, dia melihat lagi wanita itu, Istri pertamanya menyampaikan semua kisah nya, yang menyampaikan kebenaran yang tak pernah ia ketahui, tak ada kata-kata yang bisa keluar dari mulutnya kecuali nama Laura.
"Laura ...." keluhnya begitu pilu dan bergetar, lelaki tua itu melihat lagi dirinya dahulu, jika ternyata langkahnya telah salah.
Wajahnya menjadi pucat dan hatinya terasa teriris, dia tidak bisa menggambarkan betapa sakit hatinya sekarang, namun semuanya sudah terlambat.
***
Gama tersenyum melihat itu, pembalasan inilah yang ingin dia lihat, dia ingin ayahnya hidup seperti dia hidup sebelum bertemu Rani.
__ADS_1
Dia ingin ayahnya hidup dalam penyesalan, hidup tetapi seperti mati, hukuman itu akan lebih melukainya.
Tidak akan ada kata maaf dan kata ampun bagi ayahnya, walau ayahnya tidak secara langsung membunuh ibunya akan tetapi ayahnya tetap memiliki andil menghancurkan mental ibunya.
Gama datang mendekat, dia sedikit berjongkok dan membisik, "Aku tidak ingin kau mati, teruslah hidup, tetapi dalam luka hatimu dan penderitaan mu, kau harus merasakan bagaimana rasanya hidup seperti aku!" bisik Gama menyeringai.
Dia begitu puas, hanya tinggal satu orang lagi, dan dia sudah mempersiapkan hukuman untuk wanita iblis itu.
Deffan Yu yang mendengar itu hanya terdiam bergetar, semuanya menjadi semu dan hitam, yang ada di kepalanya hanyalah kata maaf dan penyesalan.
Dia sungguh bodoh karena tidak tahu bagaimana jahatnya Marian, dan betapa menderitanya Laura.
***
Di saat yang sama, John yang melihat berita itu tak bisa lagi berkata-kata, dia tertawa tetapi air matanya membasahi pipinya.
Ayah dan ibunya ternyata hanyalah seorang monster, tidak heran kenapa Gama ingin membalaskan dendam kepada keluarganya sendiri.
John Yu, yang tadinya membenci Gama dan tidak mengerti mengapa Gama harus membenci keluarganya sendiri akhirnya mengerti mengapa kakak laki-laki nya itu begitu membenci mereka.
Jika John berada di posisi Gama, dia pasti juga akan melakukan hal yang sama.
Melihat kejadian ini, John semakin merasa tidak pantas, dia berteriak dan tak tahu lagi harus melakukan apa, kesalahan ayah dan ibunya seolah menimpanya.
Dosa ayah dan ibunya seolah menghancurkan nya yang tidak tahu apa-apa.
***
Disisi yang lain,
__ADS_1
Marian yang sudah kesal sekali, mengapa suaminya belum mengeluarkan nya dari penjara, berteriak memanggil penjaga yang ada di situ.
"Brak! Brak! Brak!"
Di memukul-mukul sel yang terbuat dari besi, hal itu menimbulkan suara yang nyaring yang membuat orang yang juga ada di sel itu kesal.
Akan tetapi mereka tidak bisa melakukan apapun karena tahanan baru itu adalah Nyonya dari keluarga Yu, jika mereka menghajarnya maka hidup mereka akan terancam.
Penjaga yang sudah kesal itu datang ke sel dimana Marian begitu ribut.
"Dimana suamiku, kenapa dia belum datang dan mengeluarkan aku dari sini?" teriaknya sambil sudah kehilangan kesabarannya.
Seorang nyonya besar seperti nya menghabiskan malam di jeruji besi seperti ini sangat melukai harga dirinya.
"Haahh!" penjaga itu menghela nafasnya panjang, tetapi sebelum dia menjawab jika dia tidak tahu menahu, walkie talkie nya berbunyi.
Lalu di segera menjawab sembari melihat kearah Marian yang sudah kelihatan marah sekali dan tidak sabaran.
"Baik Pak," serunya setelah mendengar perintah itu.
Petugas penjaga segera mengeluarkan Marian dengan tetap dikawal, Marian mengira dirinya akan segera dikeluarkan, akan tetapi sangat berbeda dari apa yang ia duga.
Dia masuk kedalam sebuah ruangan investigasi, dimana disana ada seorang perempuan yang sudah lama sekali dia suruh pergi, perempuan itu adalah Merry seorang suster yang ia bayar untuk memberikan racun kepaga Laura, sahabatnya sendiri.
Saat ia melihat Merry, dia sudah tahu ada yang tidak beres.
Dan benar saja, yang pertama kali ditunjukkan oleh penyidik di ruangan itu adalah, pesan Laura yang telah tersebar luas mengenai kehidupan nya yang berakhir karena racun yang diberikan oleh Marian.
Jadi tujuan Marian dikeluarkan dari jeruji besi bukan karena dia telah dibebaskan suaminya, akan tetapi pembunuhan yang diklasifikasikan sebagai pembunuhan berencana akan di selidiki ulang.
__ADS_1
***