
***
Episode 91 : Kau milikku kan?
***
Di ruangan pribadi Gama,
Gama sedang menghubungi assiten nya, dia sedang membicarakan sesuatu yang penting, lelang malam ini memang kelihatan simplen dan seperti lelang penggalangan dana para elit seperti biasanya.
Akan tetapi jika pebisnis seperti Gama, dia selalu bisa melihat dari sisi yang berbeda, ini adalah saat baginya untuk menunjukkan taringnya, dia akan menunjukkan seberapa pesat perusahaan nya berkembang.
Dia akan menarik semua mata tertuju kepada nya, akan dua hal memang yang akan terjadi, musuh akan datang akan tetapi jika dia memang pebisnis yang pintar maka akan semakin banyak jaringan yang bisa ditembus oleh Gama.
Disamping itu Gama ingin menunjukkan jika sebentar lagi, dia akan bisa menghancurkan keluarga ayahnya, dia akan menunjukkan bagaimana rasanya tidak memiliki harapan dan tidak memiliki apa-apa seperti dia dan ibunya dahulu.
"Hanya sebentar lagi, kalian semua tunggu saja!" geram Gama mencengkeram tangannya kuat sekali.
"Tok ... Tok ... Tok!"
Bi Mendi selaku kepala pelayan yang paling di percaya oleh Gama, mengetuk pintu kamar Tuan nya.
"Tuan ...."
Dengan sopan Bi Mendi membuka pintu setelah diijinkan oleh Gama.
"Iya Bi? ada apa Bi?" seru Gama tidak perhatikan jika sudah sekitar satu jam dia berdiskusi dengan assiten nya.
__ADS_1
"Nyonya Rani sudah selesai berdandan Tuan," seru Bi Mendi tersenyum begitu bahagia.
Mata Gama melebar saat mendengar hal itu, lebih dari pesta lelang penuh tipu muslihat nanti, ada satu yang paling ia nantikan, yaitu istrinya mengenakan gaun cantik dan mempesona, dia ingin melihat sisi anggun dan indah istrinya.
Gama langsung menyeringai, dia bangkit dengan sangat bersemangat, dia bahkan berjalan terburu-buru, ke kamar pribadinya dimana Rani sudah menunggu nya.
"Cklek!"
Dia membuka pintu kamarnya, dia memiliki seorang wanita cantik seperti putri duduk di kursi sofa dengan wajah kaku, rambutnya di rias sederhana tetapi karena rambutnya bergelombang dan panjang membuat nya terlihat mewah.
Make up nya juga tidak tebal, tetapi terlihat sangat pas dan tepat di wajah nya yang menurut Gama sangat cantik.
Baju dress sepanjang mata kaki, off shoulder tetapi tidak berlebihan, berwarna biru velvet seperti bintang di langit, kalung berlian yang pernah ia berikan dan cincin pernikahan mereka yang menghiasi jari manisnya yang lentik.
Senyuman kaku nya kelihatan menggemaskan.
"Deg ... Deg ... Deg!"
"Ba ... bagaimana menurut mu? apakah cocok?" tanya Rani sedikit malu, dia merona dan sedikit kaku, untuk pertama kalinya dia ingin menerima pujian setelah berdandan begitu cantik.
Seperti pasangan yang baru saja merasakannya cinta pertama, hati yang sangat hangat dan menggelitik, seperti ada kembang api yang bermekaran di setiap mereka saling menatap.
Hanya saling menatap saja sudah membuat kebahagiaan mereka meluap, seolah kedua orang yang begitu saling mencinta dan sedang gila akan cinta.
Gama meraih tangan istrinya, dengan tersenyum begitu lembut dan bahagia, dia menarik pinggang nya dan meraih satu tangannya, mereka sedang dalam posisi dansa.
Tanpa mengatakan apapun, mata mereka yang berbinar saling berbicara, Gama mendekap istrinya lembut, menuntun tubuh kaku istrinya melakukan dansa kecil, seperti di negeri dongeng.
__ADS_1
Walau mereka berdansa di kamar pribadinya yang luas, di pandangan mereka sekarang ini mereka sedang berdansa di atas awan dan bintang yang menghiasi.
Banyak kembang api indah dimana-mana, dan hati mereka seperti bersatu.
Rani yang sama sekali tidak pernah berdansa, entah kenapa dia seperti sedang melayang, dia tidak sadar jika kakinya tertumpu di kaku suaminya, jadi tubuhnya hanya mengikuti gerakan suaminya.
Dunia seperti milik berdua, cinta yang datang dalam waktu yang tepat, apalagi mereka sudah di sah kan dalam pernikahan, hubungan ini begitu sempurna sampai disaat baik Gama maupun Rani tidak ingin waktu berlalu begitu cepat.
Kemarahan nya mengenai pembalasan ayahnya, ibu tiri dan John lagi-lagi terlupakan begitu saja, hanya kebahagiaan dan sihir cinta yang menguasainya sekarang ini.
"Sayang ...."
Gama berbicara sembari menggenggam tangan istrinya erat sekali.
"Hmm?" seorang istri yang begitu bahagia karena di cintai dan di sayangi begitu tulus oleh suaminya ini, tidak bisa menutupi ekspresi nya yang begitu cerah, juga dia memang kelihatan cantik sekali malam ini.
"Kau milikku kan?" goda Gama tersenyum dan mengecup dahi istrinya lembut dan penuh rasa sayang.
"Tentu saja, aku milikmu," balas Rani tak lagi menutupi jika dia juga nyaman dan bahagia sekarang.
"Berjanji lah jangan melepaskan tanganku ya, sekarang aku bahagia sekali, setelah semua urusan ku usai, aku hanya ingin hidup bahagia bersamamu, memiliki keluarga kecil, banyak anak dan tua bersama mu, berjanjilah," seru Gama lagi, sekarang memeluk Rani sembari bersandar di bahu istrinya, pelukan hangat dan dekapan tidak memaksa benar-benar membuat hati meleleh.
Rani menganggukkan kepalanya, dia sudah menjadi seorang istri, dan dia sungguh tidak akan melepaskan tangan ini, tangan yang begitu hangat tetapi menyimpan banyak rasa pilu.
***
Author : Romantis banget sih ah, jomblo hanya bisa iri. bye 🤍
__ADS_1
anyway kalau ada salah ketik nama atau kataz di komen saja ya, nanti ada hari akan sekaligus aku perbaiki semuanya, aku akan menerima semua saran dan kritik dari kalian. hehe
Aku sayang kalian semuanya 🤍